RADARBANYUWANGI.ID – Old Trafford kembali menjadi tempat Manchester United mencari jawaban. Kali ini bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan bagaimana tim asuhan Michael Carrick menghentikan laju buruk yang mulai terasa mengkhawatirkan.
Manchester United akan menjamu Brighton & Hove Albion pada putaran ketiga EFL Cup, Rabu malam. Pertandingan ini datang hanya beberapa hari setelah Setan Merah menelan kekalahan 0-1 dari Manchester City dalam derby yang diwarnai kontroversi.
Di sisi lain, Brighton datang dengan suasana yang jauh lebih ringan. Mereka baru saja menghancurkan Coventry City 5-0 dan kini menempati posisi keempat klasemen Premier League dengan tujuh poin dari empat pertandingan.
Kontras itu membuat pertandingan di Old Trafford menjadi menarik. Manchester United sedang mencari kembali kepercayaan diri. Brighton justru datang membawa keyakinan bahwa pertahanan tuan rumah bisa kembali mereka bongkar.
Kekalahan dari City meninggalkan dua masalah
Derby Manchester terakhir tidak hanya meninggalkan luka karena skor 0-1. Kekalahan tersebut memperlihatkan dua persoalan yang harus segera dibereskan Carrick.
Pertama, Manchester United belum cukup tajam ketika mendapatkan ruang. Kedua, keunggulan jumlah pemain ternyata tidak otomatis membuat mereka lebih berbahaya.
City harus bermain dengan 10 pemain sejak Phil Foden mendapat kartu merah pada menit ke-23. Namun, Manchester United gagal memanfaatkan keuntungan tersebut. Ironisnya, gol kemenangan justru lahir dari City melalui Erling Haaland pada babak kedua.
Gol itu juga memicu kontroversi karena Enzo Fernandez dinilai berada dalam posisi offside dan dianggap mengganggu jalannya permainan. VAR kemudian mengakui adanya kesalahan penilaian. Tetapi kontroversi tersebut tidak boleh menutupi masalah utama United.
Mereka memiliki waktu lebih dari satu jam menghadapi 10 pemain, tetapi hanya mampu memaksa Gianluigi Donnarumma melakukan satu penyelamatan berarti, itu pun pada masa tambahan waktu. Ini alarm yang lebih keras daripada sekadar keputusan VAR.
Manchester United kehilangan ketajaman
Awal musim United juga jauh dari harapan. Dari empat pertandingan Premier League, mereka baru mengumpulkan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Tujuh gol sudah bersarang di gawang mereka dan belum sekali pun mencatatkan clean sheet.
Jarak dengan Arsenal dan Manchester City di puncak klasemen bahkan sudah delapan poin. Karena itu, EFL Cup menjadi kesempatan untuk mengembalikan momentum.
Manchester United punya sejarah kuat di kompetisi ini. Mereka telah enam kali menjadi juara dan terakhir mengangkat trofi tersebut pada musim 2022-2023. Namun, perjalanan terakhir mereka di EFL Cup justru berakhir memalukan.
Musim lalu, United tersingkir pada babak kedua setelah kalah dari Grimsby Town, klub kasta keempat, di bawah kepemimpinan Ruben Amorim. Kini Brighton datang sebagai lawan yang secara statistik jauh lebih berbahaya.
Brighton sedang menikmati fase berbeda
Jika Manchester United datang dengan keraguan, Brighton justru sedang menikmati salah satu awal musim terbaik dalam sejarah mereka di kasta tertinggi. Empat pertandingan menghasilkan tujuh poin. Lebih menarik lagi, Brighton telah mencetak 13 gol, jumlah terbanyak di Premier League hingga fase tersebut.
Kemenangan 5-0 atas Coventry menjadi gambaran paling jelas. Lima pemain berbeda mencetak gol. Artinya, Brighton tidak bergantung pada satu sumber serangan saja.
Fabian Hurzeler bahkan mendapat kontribusi besar dari kiper Bart Verbruggen. Penjaga gawang tersebut membuat enam penyelamatan dan mencatat clean sheet keempatnya dalam enam pertandingan di semua kompetisi.
Brighton belum sepenuhnya sempurna. Namun, mereka sedang bermain dengan keberanian. Dan keberanian seperti itulah yang bisa menjadi masalah bagi United.
Lima duel taktik yang bisa menentukan pertandingan
1. Benjamin Sesko vs bek tengah Brighton
Carrick diperkirakan memberi kesempatan kepada Benjamin Sesko untuk memimpin lini depan. Pemain Slovenia itu diharapkan memberi sesuatu yang belum terlihat jelas dari Matheus Cunha sebagai false nine. Sesko memiliki profil penyerang yang lebih langsung. Ia bisa menyerang ruang di belakang garis pertahanan sekaligus menjadi sasaran umpan silang.
Masalahnya, Brighton memiliki Lewis Dunk dan lini belakang yang cukup berpengalaman untuk mengantisipasi bola-bola langsung. Jika Sesko terlalu terisolasi, United kembali menghadapi masalah lama: memiliki penyerang tetapi tidak memiliki pasokan bola yang cukup.
2. Bruno Fernandes menghadapi kepadatan lini tengah Brighton
Bruno Fernandes akan tetap menjadi pusat kreativitas United. Namun, Brighton kemungkinan tidak akan membiarkan pemain Portugal itu bebas menerima bola di antara lini tengah dan pertahanan. Yasin Ayari, Malick Yalcouye, dan para pemain Brighton harus menjaga jarak antarlini agar Fernandes tidak mendapatkan ruang untuk melepaskan umpan vertikal.
Jika Fernandes bisa menerima bola dengan badan menghadap gawang, United berpeluang menciptakan banyak masalah. Jika tidak, serangan tuan rumah berisiko kembali berjalan lambat dan mudah dibaca.
3. Patrick Dorgu dan Dalot diuji oleh serangan sayap Brighton
Masalah lain United berada di sisi pertahanan. Luke Shaw masih diragukan tampil sehingga Patrick Dorgu berpotensi kembali mengisi sisi kiri. Brighton memiliki banyak pemain yang nyaman menyerang dari area sayap maupun half-space.
Dorgu tidak hanya harus bertahan. Ia juga harus menjaga keseimbangan ketika United kehilangan bola. Satu kesalahan posisi dapat membuka jalur serangan balik Brighton.
4. Pascal Gross punya sejarah buruk bagi United
Ada satu nama yang patut diperhatikan Manchester United: Pascal Gross. Pemain berusia 35 tahun tersebut mencetak satu gol dan memberikan dua assist saat Brighton menghancurkan Coventry.
Lebih menarik lagi, United merupakan lawan yang paling sering dibobol Gross sepanjang kariernya. Ia sudah mencetak tujuh gol menghadapi Setan Merah. Artinya, Gross bukan sekadar gelandang kreatif. Ia memiliki pengalaman menemukan ruang yang tepat ketika menghadapi United.
5. Brighton vs lini belakang United yang belum solid
Inilah duel paling menentukan. Brighton sudah mencetak 13 gol dalam empat pertandingan liga. United justru belum mampu menjaga satu clean sheet. Matematika sederhana itu sudah cukup menjelaskan mengapa pertandingan ini berpotensi menjadi sulit bagi tuan rumah.
United membutuhkan pertandingan yang lebih terkendali. Brighton justru akan berusaha membuat pertandingan terbuka. Jika tempo menjadi tinggi, keunggulan Brighton dalam produktivitas bisa semakin terasa.
Berita tim Manchester United
Manchester United masih kehilangan Matthijs de Ligt, Manuel Ugarte, Amad Diallo, Tom Heaton, dan Carlos Baleba karena cedera.
Luke Shaw masih harus menjalani pemeriksaan kebugaran menjelang pertandingan. Jika Shaw belum siap, Dorgu berpeluang kembali menjadi bek kiri. Alternatif lainnya adalah menempatkan Dorgu lebih tinggi dan memainkan Noussair Mazraoui di sisi kiri pertahanan.
Carrick juga diperkirakan melakukan rotasi. Andrey Santos berpeluang kembali ke lini tengah, sementara Benjamin Sesko bisa mendapat kesempatan sebagai starter menggantikan Cunha.
Perkiraan XI Manchester United: Lammens; Dalot, Maguire, Martinez, Mazraoui; Mainoo, Santos; Mbeumo, Fernandes, Dorgu; Sesko.
Berita tim Brighton
Brighton juga tidak datang dengan skuad lengkap. Yankuba Minteh, Kaoru Mitoma, Jack Hinshelwood, Zadok Yohanna, Mats Wieffer, Stefanos Tzimas, dan Evan Ferguson masih berada dalam daftar pemain yang mengalami masalah kebugaran.
Georginio Rutter, Femi Azeez, dan Michael Svoboda juga absen ketika menghadapi Coventry sehingga keputusan mengenai keterlibatan mereka akan dilakukan menjelang pertandingan.
Hurzeler memiliki sejumlah pilihan untuk melakukan rotasi. Chema Andres dan Matt O'Riley berpeluang mendapat tempat sejak awal. Pascal Gross kemungkinan tetap menjadi salah satu pemain penting setelah tampil luar biasa ketika menghadapi Coventry.
Perkiraan XI Brighton: Verbruggen; Kadioglu, Dunk, Vuskovic, Boscagli; Gross, Ayari; Gomez, Yalcouye, De Cuyper; Kostoulas.
Rekor pertemuan justru membuat United harus waspada
Ada satu statistik yang sulit diabaikan. Brighton memenangkan tujuh dari 11 pertemuan terakhir melawan Manchester United di semua kompetisi. Dalam enam kemenangan tersebut, Brighton setidaknya mencetak dua gol. Empat kemenangan bahkan terjadi di Old Trafford.
Manchester United memang menang 3-0 pada pertandingan terakhir kedua tim di Premier League musim lalu. Tetapi sebelum itu, Brighton sempat menyingkirkan United dari Piala FA dengan kemenangan 2-1 di Old Trafford pada Januari.
Jika menang lagi pada Rabu malam, United baru akan mencatat kemenangan beruntun atas Brighton untuk pertama kalinya sejak Februari 2022. Sebaliknya, Brighton memiliki catatan buruk di EFL Cup. Mereka baru sekali mencapai perempat final sepanjang sejarah, yakni pada musim 1978-1979.
Dalam enam musim terakhir, mereka lima kali tersingkir pada babak keempat dan sekali pada babak ketiga. Jadi, bagi Brighton, pertandingan ini bukan hanya tentang mengalahkan United. Ini juga kesempatan memperbaiki sejarah mereka di kompetisi tersebut.
Prediksi skor: Manchester United 1-2 Brighton & Hove Albion.
Secara nama besar, Manchester United tetap lebih besar. Namun pertandingan sepak bola tidak dimainkan berdasarkan sejarah.
United sedang mencari bentuk terbaik. Brighton justru sedang menemukan momentum. Tuan rumah memiliki keunggulan bermain di Old Trafford, tetapi pertahanan mereka belum memberikan rasa aman. Di depan, mereka juga belum menunjukkan ketajaman yang konsisten.
Brighton sebaliknya datang dengan produktivitas tinggi, distribusi gol yang merata, dan catatan pertemuan yang membuat mereka tidak gentar bermain di Theatre of Dreams. Karena itu, Brighton kami prediksi mampu membuat kejutan.
Jika United gagal memperbaiki dua hal, ketajaman di sepertiga akhir dan perlindungan terhadap lini belakang, EFL Cup bisa kembali menjadi jalan keluar yang buntu. Dan tekanan terhadap Carrick pun akan semakin besar. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi