RADARBANYUWANGI.ID – Everton tidak sedang berada dalam kondisi sempurna. Namun justru karena itulah pertandingan melawan Wolverhampton Wanderers di putaran ketiga EFL Cup menjadi penting.
Everton akan menjamu Wolves di Hill Dickinson Stadium, Rabu malam. Di atas kertas, Everton lebih layak diunggulkan. Mereka datang sebagai tim papan atas Premier League, sementara Wolves masih berjuang di Championship. Tetapi pertandingan piala tidak pernah sesederhana melihat kasta kompetisi.
Everton memang hanya mencatat satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi jika kemenangan 4-0 atas Preston North End di EFL Cup ikut dihitung sebagai bagian dari rangkaian tersebut. Namun ada satu hal yang membuat David Moyes boleh tersenyum: timnya belum terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir Premier League.
Everton membuka musim dengan kemenangan 2-0 atas Crystal Palace. Setelah itu, mereka tiga kali beruntun bermain imbang. Bournemouth ditahan 1-1, Manchester United 2-2, sebelum Tottenham Hotspur ditahan 0-0 pada akhir pekan lalu. Ada pola yang menarik.
Everton belum selalu tajam di depan gawang, tetapi pertahanan mereka mulai menunjukkan bentuk. Tiga clean sheet dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi menjadi modal penting menjelang duel dengan Wolves.
Bahkan ketika menghadapi Tottenham, Everton mampu membuat laga berubah menjadi permainan yang lebih rumit bagi tuan rumah. Tottenham menguasai permainan, tetapi Everton berhasil menjaga gawangnya tetap steril. Masalahnya kini adalah bagaimana Moyes mengubah pertahanan solid itu menjadi kemenangan.
Wolves Datang dengan Modal Kemenangan
Wolverhampton tidak datang ke Merseyside dengan tangan kosong. Pasukan Cesar Peixoto baru saja mencuri kemenangan 1-0 atas Sheffield United. Raul Jimenez menjadi penentu lewat gol pada menit-menit akhir.
Kemenangan itu terasa penting karena Wolves sebelumnya melewati periode tandang yang melelahkan. Mereka menghadapi West Ham United, Birmingham City, Sheffield United secara beruntun di markas lawan. Hasilnya tidak buruk, tetapi juga tidak istimewa.
Wolves hanya mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan pertama dalam rangkaian tersebut sebelum akhirnya menang di Bramall Lane. Yang lebih penting, kemenangan atas Sheffield United menghasilkan clean sheet pertama Wolves di Championship musim ini.
Itu sekaligus menunjukkan masalah utama Peixoto. Serangan Wolves cukup menjanjikan. Mereka mampu mencetak gol dalam sejumlah pertandingan. Tetapi pertahanan masih menjadi titik yang mudah ditekan.
Di Championship, Wolves berada di posisi ketujuh, hanya tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen West Ham dan masih memiliki satu pertandingan di tangan. Artinya, kepercayaan diri mereka sedang tumbuh.
Duel Taktik: Pertahanan Wolves Jadi Titik Lemah
Pertandingan ini kemungkinan besar akan ditentukan oleh satu hal: seberapa lama Wolves mampu bertahan menghadapi kualitas individu Everton.
Moyes diperkirakan melakukan rotasi. Jack Grealish, Tyler Dibling, Carlos Alcaraz, Hayden Hackney, Michael Keane hingga Jake O'Brien berpeluang masuk starting XI. Namun rotasi bukan berarti Everton kehilangan kualitas.
Justru pemain-pemain yang mendapat kesempatan dapat bermain dengan motivasi lebih tinggi. Mereka ingin membuktikan diri sekaligus menjaga tempat di tim utama. Di sisi lain, Wolves juga diperkirakan melakukan perubahan besar.
Joao Virginia berpeluang menjalani debut melawan mantan klubnya. Saheed Olagunju juga berpeluang menjadi starter setelah mencetak gol pada babak sebelumnya. Situasi ini membuat koordinasi lini belakang Wolves menjadi tanda tanya.
Everton memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi celah tersebut melalui pergerakan Grealish dan Dibling dari sisi lapangan. Jika keduanya mampu menarik bek Wolves keluar dari posisinya, ruang di depan kotak penalti bisa terbuka untuk pemain seperti Alcaraz dan Hackney.
Di sinilah pertandingan bisa berubah. Wolves membutuhkan pertahanan yang rapat. Everton justru akan berusaha membuat blok pertahanan itu bergerak ke kiri dan kanan sampai akhirnya retak.
Jimenez Bisa Menjadi Ancaman
Namun Everton juga tidak boleh terlalu percaya diri. Raul Jimenez masih menjadi pemain yang bisa mengubah pertandingan hanya melalui satu momen.
Gol kemenangan atas Sheffield United menjadi bukti terbaru. Wolves tidak selalu membutuhkan banyak peluang untuk mendapatkan hasil.
Jika Everton terlalu tinggi memainkan garis pertahanan, Jimenez bisa menjadi sasaran bola-bola langsung. Pemain asal Meksiko itu juga memiliki pengalaman menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.
Karena itu, duet bek Everton harus menjaga jarak dengan lini tengah. Jangan sampai ada ruang besar yang bisa dimanfaatkan Jimenez untuk menerima bola di area berbahaya.
Rekor Pertemuan Membuat Laga Makin Menarik
Wolves memiliki pengalaman positif melawan Everton di kompetisi ini. Mereka menyingkirkan Everton pada EFL Cup musim lalu ketika bermain di kandang. Pada Premier League musim 2025-2026, pertemuan kedua tim di kandang Everton juga berakhir 1-1. Jadi, Everton punya alasan untuk tidak menganggap pertandingan ini sebagai formalitas.
Namun kali ini situasinya sedikit berbeda. Everton bermain di kandang sendiri dan memiliki kedalaman skuad yang lebih baik. Sementara Wolves kemungkinan menurunkan sejumlah pemain pelapis. Itu bisa menjadi pembeda terbesar.
Prediksi Everton vs Wolves
Everton kemungkinan tidak akan bermain dengan intensitas seperti ketika menghadapi lawan Premier League. Moyes juga memiliki alasan untuk menjaga kebugaran sejumlah pemain. Tetapi kualitas individu Everton tetap membuat mereka lebih unggul.
Wolves dapat memberikan perlawanan, terutama jika mereka mampu bertahan dalam 30 menit pertama. Namun semakin lama pertandingan berjalan, semakin besar peluang Everton menemukan celah di lini belakang lawannya. Everton diprediksi menang 3-1 atas Wolverhampton Wanderers.
Prediksi ini bukan semata-mata karena perbedaan kasta. Everton memiliki pertahanan yang sedang membaik, kualitas individu lebih tinggi, serta keuntungan bermain di kandang.
Sementara Wolves memiliki masalah yang belum benar-benar selesai: pertahanan mereka masih mudah kehilangan kendali. Dan dalam pertandingan piala, satu kesalahan kecil sering kali cukup untuk mengubah seluruh cerita. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi