Prediksi AC Milan vs Benfica: Rossoneri Diuji Mesin Gol Benfica di San Siro

Niklaas Andries • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 08:45 WIB
BIG MATCH: AC Milan akan menjamu Benfica di San Siro dalam ajang Liga Europa (AC Milan)
BIG MATCH: AC Milan akan menjamu Benfica di San Siro dalam ajang Liga Europa (AC Milan)

RADARBANYUWANGI.ID – Dua nama besar Eropa bertemu ketika AC Milan menjamu Benfica pada fase liga Liga Europa. San Siro menjadi panggung duel dua mantan juara Eropa yang sama-sama gagal mencapai Liga Champions musim lalu, tetapi kini datang dengan ambisi berbeda.

Milan sedang membangun kembali kepercayaan diri bersama Ruben Amorim. Sementara Benfica melaju dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Pertandingan AC Milan vs Benfica dijadwalkan berlangsung di San Siro pada Rabu malam. Bagi Milan, laga ini sekaligus menjadi penanda kembalinya mereka ke kompetisi Eropa setelah musim lalu absen.

Milan terakhir tampil di Eropa pada musim 2024-2025 ketika perjalanan mereka di Liga Champions terhenti pada babak playoff fase gugur. Kini, Rossoneri harus langsung menghadapi lawan yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Eropa.

Benfica bukan lawan sembarangan. Klub Portugal itu sudah dua kali menjadi juara Piala/Liga Champions dan memiliki pengalaman panjang dalam pertandingan level Eropa. Namun, sejarah pertemuan justru berpihak kepada Milan.

Dalam enam pertemuan kompetitif sebelumnya, Benfica belum pernah mengalahkan Milan. Dua di antaranya bahkan terjadi pada final Piala Champions, masing-masing pada 1963 dan 1990.

Milan Belum Kalah, tetapi Masih Mencari Bentuk

Milan memasuki pertandingan dengan catatan yang cukup menjanjikan. Dari empat laga terakhir di semua kompetisi, mereka meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang. Kemenangan atas Torino dan Venezia menjadi awal positif bagi Amorim.

Setelah itu, Milan ditahan Juventus 1-1 di Turin. Hasil tersebut sebenarnya terasa pahit karena Juventus mencetak gol penyama pada menit-menit akhir. Situasinya berbeda ketika menghadapi Lazio.

Milan sempat tertinggal dua gol di Roma, tetapi mampu bangkit dan membawa pulang hasil imbang 2-2. Dua hasil seri itu memperlihatkan satu hal: Milan mulai memiliki daya tahan mental, tetapi belum sepenuhnya stabil.

Inilah pekerjaan besar Amorim. Pelatih asal Portugal itu tidak hanya harus mengembalikan Milan ke jalur kemenangan, tetapi juga menemukan keseimbangan antara agresivitas dan kontrol pertandingan.

Formasi 3-4-2-1 kemungkinan kembali digunakan. Sistem ini memberi Milan kelebihan jumlah pemain di area tengah, tetapi juga menuntut dua pemain di belakang penyerang untuk aktif mencari ruang. Jika Benfica mampu memutus suplai bola dari lini tengah, Milan berpotensi kesulitan membangun serangan.

Benfica Datang dengan Mesin Gol yang Panas

Jika Milan masih mencari konsistensi, Benfica datang dengan modal yang jauh lebih meyakinkan. Mereka sudah memenangkan tujuh pertandingan berturut-turut di semua kompetisi. Produktivitas menjadi alasan utama.

Dalam empat pertandingan liga terakhir, Benfica mencetak 12 gol. Mereka juga menyapu bersih dua laga terakhir di Liga Europa dengan kemenangan atas AGF. Perjalanan Benfica menuju fase liga sebenarnya tidak mulus.

Mereka sempat kalah 1-2 dari St. Gallen pada leg pertama kualifikasi. Namun, Benfica menjawabnya dengan kemenangan telak 5-0 pada pertemuan kedua. Setelah itu, Hearts dihajar 7-2 secara agregat dan AGF disingkirkan dengan agregat 6-2.

Di bawah Marco Silva, Benfica menunjukkan kemampuan untuk memperbesar tekanan ketika lawan mulai kehilangan organisasi pertahanan. Pavlidis menjadi ancaman terbesar.

Striker asal Yunani itu mencetak enam gol selama fase kualifikasi dan sudah mengoleksi delapan gol di Primeira Liga. Rasio golnya di kompetisi UEFA juga mencapai satu gol dalam setiap dua pertandingan.

Artinya, lini belakang Milan tidak cukup hanya menjaga ruang. Mereka harus mengantisipasi pergerakan Pavlidis sebelum bola tiba di kakinya.

Lima Duel Taktik yang Bisa Menentukan Pertandingan

1. Tiga bek Milan vs Mobilitas Pavlidis

Milan kemungkinan memainkan tiga bek. Struktur ini bisa membantu mereka menghadapi serangan Benfica dari sisi sayap. Tetapi ada risiko ketika Pavlidis bergerak keluar dari posisi penyerang tengah.

Jika salah satu bek tengah mengikuti pergerakannya, ruang di belakang bisa terbuka. Jika tidak mengikuti, Pavlidis bisa menerima bola dalam posisi berbahaya. Ini menjadi salah satu duel paling penting.

2. Modric dan Perebutan Kendali Tengah

Usia 41 tahun tidak mengurangi kualitas Luka Modric dalam membaca permainan. Ia memiliki pengalaman 156 pertandingan Eropa dan tetap bisa menjadi pengatur tempo. Namun, masalahnya bukan sekadar kemampuan teknis.

Benfica memiliki gelandang yang agresif dalam menekan. Jika Modric mendapat waktu menguasai bola, Milan bisa mengontrol pertandingan. Sebaliknya, jika ia terus dipaksa bermain di bawah tekanan, aliran bola Milan bisa tersendat.

3. Sayap Milan vs Bek Benfica

Sistem 3-4-2-1 Milan membuat pemain sayap memiliki tugas ganda. Mereka harus turun membantu pertahanan sekaligus menjadi pemain pertama yang membuka serangan.

Di sinilah pemain seperti Christian Pulisic dan para pendukung Ramos bisa menjadi pembeda. Milan perlu menyerang ruang di belakang bek sayap Benfica. Jika berhasil, formasi tuan rumah dapat berubah cepat dari 3-4-2-1 menjadi struktur yang lebih menyerang.

4. Ramos Menghadapi Mantan Klub

Goncalo Ramos berpotensi menjadi salah satu pusat perhatian.

Mantan penyerang Benfica itu memiliki pemahaman tentang karakter pertahanan klub Portugal tersebut. Pengetahuan semacam ini bisa menjadi keuntungan kecil bagi Milan.

Namun, Benfica tentu juga mengetahui karakter Ramos. Duel ini bukan hanya persoalan nostalgia. Ini tentang siapa yang lebih cepat membaca kebiasaan lawan.

5. Transisi Benfica vs Rest Defense Milan

Benfica sedang produktif karena mampu bergerak cepat setelah merebut bola. Milan harus berhati-hati ketika seluruh pemain naik membantu serangan.

Jika struktur pertahanan mereka terlalu terbuka, Benfica memiliki kualitas untuk menghukum melalui serangan balik. Karena itu, Milan tidak cukup hanya menguasai bola. Mereka harus memastikan selalu ada perlindungan ketika kehilangan penguasaan.

Berita Tim AC Milan

Amorim kemungkinan melakukan rotasi karena pertandingan berlangsung di tengah pekan. Namun, formasi 3-4-2-1 diperkirakan tetap menjadi pilihan utama. Mattia Gabbia dan Mario Gila sudah mengatasi masalah kebugaran ringan sehingga tersedia untuk pertandingan.

Perhatian juga tertuju kepada Luka Modric. Pemain Kroasia berusia 41 tahun itu memiliki pengalaman luar biasa di kompetisi Eropa, tetapi keputusan apakah ia kembali menjadi starter tetap menjadi tanda tanya.

Goncalo Ramos kemungkinan tetap memimpin lini depan. Beberapa pemain bersaing untuk mendukungnya, termasuk Alphadjo Cisse, Alexis Saelemaekers, Ruben Loftus-Cheek, Omari Hutchinson, dan Christian Pulisic.

Berita Tim Benfica

Benfica harus bermain tanpa Alexander Bah yang masih mengalami cedera bahu.

Daniel Banjaqui atau kapten Fredrik Aursnes dapat mengisi posisi bek kanan. Di lini depan, Vangelis Pavlidis menjadi pemain yang paling patut diperhatikan. Produktivitasnya membuat pertahanan Milan tidak boleh memberi ruang terlalu besar di sekitar kotak penalti.

Perkiraan Susunan Pemain

AC Milan: Maignan; De Winter, Gabbia, Pavlovic; Chukwueze, Modric, Musah, Moreira; Pulisic, Cisse; Ramos.

Benfica: Soares; Aursnes, Araujo, Lenglet, Dahl; Palhinha, Barreiro; Silva, Prestianni, Schjelderup; Pavlidis.

Prediksi skor: AC Milan 2-2 Benfica.

Di atas kertas, Benfica datang dengan momentum yang lebih baik. Tujuh kemenangan beruntun menunjukkan bahwa tim Marco Silva sedang berada dalam fase percaya diri. Produktivitas 12 gol dalam empat pertandingan liga terakhir juga menjadi peringatan serius bagi Milan. Namun, bermain di San Siro bukan perkara mudah.

Milan mungkin belum sempurna, tetapi dua hasil imbang melawan Juventus dan Lazio memperlihatkan bahwa mereka mampu bertahan dalam situasi sulit. Amorim juga punya keuntungan berupa pengalaman menghadapi sepak bola Portugal.

Karena itu, pertandingan kemungkinan berlangsung terbuka. Milan akan berusaha mengontrol permainan melalui struktur tiga bek dan lini tengah, sedangkan Benfica punya senjata kuat ketika pertandingan berubah menjadi adu transisi. Jika kedua tim bermain dengan karakter masing-masing, gol sangat mungkin tercipta di kedua sisi.

Satu poin mungkin bukan hasil ideal bagi Milan di kandang sendiri. Namun, melawan Benfica yang sedang panas, hasil imbang juga dapat menjadi pijakan awal yang cukup penting dalam perjalanan panjang Liga Europa. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
AC Milan vs Benfica Prediksi AC Milan vs Benfica Ruben Amorim benfica liga europa