Real Madrid Bidik Puncak La Liga, Elche Jadi Korban Berikutnya di Martinez Valero

Niklaas Andries • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 06:43 WIB
KEJAR BARCA: Real Madrid akan menantang tuan rumah Elche di La Liga (Real Madrid)
KEJAR BARCA: Real Madrid akan menantang tuan rumah Elche di La Liga (Real Madrid)

RADARBANYUWANGI.ID – Real Madrid datang ke markas Elche dengan satu misi sederhana: menang. Tiga poin di Estadio Martinez Valero akan membuat Los Blancos terus menekan Barcelona sekaligus menjaga momentum positif sebelum menghadapi derby Madrid.

Pertandingan Elche vs Real Madrid dijadwalkan berlangsung pada Selasa di Estadio Martinez Valero. Di atas kertas, kedua tim datang dengan kondisi yang sangat berbeda.

Real Madrid berada di posisi kedua klasemen La Liga dan hanya terpaut tiga poin dari Barcelona. Sementara itu, Elche masih terjebak di zona degradasi setelah menjalani awal musim yang berat.

Situasi tersebut membuat laga ini bukan sekadar pertandingan antara tim papan atas dan penghuni zona merah. Bagi Real Madrid, ini adalah kesempatan untuk terus menempel Barcelona. Bagi Elche, duel melawan raksasa Spanyol menjadi ujian sekaligus peluang untuk menghentikan laju buruk. Elche Belum Menemukan Jalan Keluar

Musim Elche berjalan jauh dari harapan.

Pergantian pelatih dan kehilangan sejumlah pemain penting membuat persiapan mereka terganggu. Eder Sarabia meninggalkan kursi pelatih, sementara David Affengruber dan Aleix Febas termasuk beberapa nama yang turut pergi. Martin Anselmi kemudian dipercaya menangani tim. Namun, pelatih yang sebelumnya pernah bekerja bersama Porto dan Botafogo itu langsung menghadapi tekanan.

Lima pertandingan pertama tanpa kemenangan menjadi alarm keras. Elche mengawali rangkaian tersebut dengan hasil imbang melawan Deportivo La Coruna. Setelah itu mereka kalah tiga kali beruntun dari Barcelona, Racing Santander, dan Real Sociedad.

Harapan sempat muncul ketika Elche bertandang ke markas Athletic Bilbao. Penalti Facundo Buonanotte membawa mereka unggul pada menit ke-50. Namun, keunggulan itu kembali hilang. Inaki Williams menyamakan kedudukan menjelang menit ke-80.

Skor 1-1 sebenarnya bukan hasil buruk ketika bermain di San Mames. Masalahnya adalah pertahanan Elche sudah kebobolan 13 gol dalam lima pertandingan. Angka tersebut menempatkan mereka sebagai salah satu tim dengan pertahanan terburuk di La Liga.

Dan menghadapi Real Madrid dalam kondisi seperti itu tentu bukan kabar baik. Real Madrid Kembali Menemukan Ketajamannya Real Madrid justru datang dengan kepercayaan diri yang meningkat.

Dalam lima pertandingan La Liga di bawah Jose Mourinho, Los Blancos memenangkan empat pertandingan. Mereka mencetak 10 gol dalam tiga kemenangan liga secara beruntun sebelum mengalami malam yang mengecewakan ketika kalah 0-1 dari Real Betis.

Pada pertandingan tersebut, Carlos Espi sempat mencetak gol yang dianulir, sementara penalti Kylian Mbappe gagal menjadi gol. Madrid kemudian memberikan respons yang tepat.

Mereka mengalahkan Inter Milan 2-1 dalam laga Liga Champions. Setelah itu, Los Blancos kembali ke kompetisi domestik dan menghancurkan Rayo Vallecano 4-1 di Santiago Bernabeu. Mbappe mencetak dua gol. Alvaro Carreras dan Jude Bellingham masing-masing menyumbang satu gol.

Ada satu statistik yang menarik.

Madrid telah mencetak setidaknya empat gol dalam tiga pertandingan kandang La Liga secara beruntun. Namun, produktivitas mereka ketika bermain tandang belum setinggi itu. Dalam dua laga tandang pertama, Madrid hanya mencetak dua gol.

Karena itu, Elche akan menjadi tes menarik. Jika Madrid mampu membawa ketajaman Bernabeu ke Martinez Valero, pertahanan tuan rumah berpotensi menghadapi malam yang panjang.

Lima Duel Taktik yang Bisa Menentukan Pertandingan

1. Pertahanan Elche vs Mbappe

Inilah pertarungan paling mengkhawatirkan bagi tuan rumah. Elche sudah kebobolan 13 gol dalam lima pertandingan. Sementara itu, Mbappe baru saja mencetak dua gol ketika menghadapi Rayo Vallecano.

Jika lini belakang Elche terlalu dalam, Madrid akan memperoleh ruang untuk mengirim umpan ke area berbahaya. Jika mereka mencoba naik, kecepatan Mbappe justru bisa menjadi senjata balik yang mematikan.

2. Lini Tengah Elche vs Bellingham-Camavinga

Madrid tidak hanya mengandalkan penyerang.

Bellingham mampu masuk dari lini kedua, sementara Camavinga memberikan tenaga sekaligus kemampuan membawa bola melewati tekanan lawan. Elche harus mampu memutus koneksi lini tengah Madrid. Jika tidak, mereka akan terus dipaksa bertahan di dekat kotak penalti.

3. Vinicius dan Guler di Sisi Kreativitas

Vinicius tetap menjadi ancaman utama dalam situasi satu lawan satu. Di sisi lain, Arda Guler menawarkan kreativitas dari area yang lebih sentral.

Kombinasi keduanya dapat membuat struktur pertahanan Elche melebar. Begitu celah terbuka, Mbappe akan menjadi pemain yang paling diuntungkan.

4. Trent Alexander-Arnold dan Cucurella

Mourinho berpeluang melakukan rotasi di sektor belakang dengan memainkan Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, dan Marc Cucurella. Rotasi ini penting karena Madrid harus menjaga kebugaran pemain di tengah jadwal padat.

Namun, perubahan personel juga berarti koordinasi harus tetap terjaga. Elche dapat mencoba menyerang ruang di belakang bek sayap Madrid ketika kedua pemain tersebut bergerak membantu serangan.

5. Elche Harus Bertahan dari Bola Mati

Ketika menghadapi tim dengan kualitas individu seperti Madrid, Elche tidak bisa memberikan pelanggaran secara sembarangan di area berbahaya.

Bola mati dapat menjadi jalan keluar ketika permainan terbuka terlalu sulit. Sebaliknya, Madrid memiliki cukup banyak pemain dengan kemampuan duel udara dan penyelesaian akhir untuk menghukum kesalahan kecil.

Rekor Pertemuan Lebih Memihak Madrid

Elche memang berhasil menahan Real Madrid 2-2 dalam kunjungan terakhir Los Blancos ke Martinez Valero. Namun, sejarah yang lebih panjang tetap berpihak kepada Madrid.

Los Blancos memenangkan enam dari delapan pertandingan terakhir mereka di markas Elche sejak kekalahan 1-3 pada Maret 1978. Artinya, Elche memang pernah menyulitkan Madrid. Tetapi mengulang kejutan tersebut membutuhkan disiplin bertahan yang jauh lebih baik daripada yang mereka tunjukkan pada awal musim ini.

Kondisi Skuad

Elche masih menunggu Yago Santiago yang tengah menjalani tahap akhir pemulihan cedera lutut. Ia kemungkinan baru kembali setelah jeda internasional. Kevin Lomonaco berpeluang masuk skuad pertandingan untuk pertama kalinya sejak bergabung dari Independiente pada hari terakhir bursa transfer.

Thomas Lemar juga bisa menjadi pilihan Anselmi setelah tampil sebagai pemain pengganti dalam dua pertandingan terakhir. Di kubu Madrid, Mourinho masih kehilangan Eder Militao, Ferland Mendy, dan Rodrygo karena cedera.

Mourinho diperkirakan melakukan beberapa perubahan untuk laga tengah pekan. Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, dan Marc Cucurella berpeluang mengisi lini belakang. Eduardo Camavinga dan Arda Guler juga memiliki peluang tampil sejak menit pertama.

Prediksi skor: Elche 1-3 Real Madrid.

Elche membutuhkan hasil positif, tetapi statistik awal musim justru memberikan gambaran sebaliknya. Mereka kesulitan menjaga gawangnya tetap aman. Sementara Madrid memiliki barisan depan yang sedang mendapatkan kembali kepercayaan dirinya.

Madrid juga mempunyai alasan tambahan untuk tampil serius. Kemenangan akan membawa mereka menyamai perolehan poin Barcelona, yang baru memainkan pertandingan melawan Racing pada Rabu.

Selain itu, laga ini menjadi pemanasan sebelum derby Madrid pada Minggu. Dengan kualitas skuad, produktivitas serangan, serta perbedaan performa kedua tim, Madrid layak menjadi favorit.

Elche mungkin mampu memberikan perlawanan, terutama jika Madrid melakukan rotasi. Namun, jika Los Blancos bermain dengan tempo dan agresivitas seperti ketika mengalahkan Rayo, pertahanan tuan rumah akan sulit bertahan selama 90 menit.

Bagi Elche, mencuri satu poin saja sudah menjadi hasil berharga. Bagi Madrid, hasil selain kemenangan akan terasa seperti dua poin yang terbuang dalam perburuan gelar. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Elche vs Real Madrid prediksi Elche Real Madrid la liga kylian mbappe jose mourinho