RADARBANYUWANGI.ID – Arsenal belum selesai dengan kutukan EFL Cup. Trofi yang terakhir mereka angkat pada 1993 itu kembali menjadi target, meski perjalanan kali ini dimulai dari kandang Ipswich Town, Portman Road, Selasa.
Arsenal datang dengan modal yang nyaris sempurna. Enam pertandingan musim 2026-2027 sudah dimainkan dan seluruhnya berakhir dengan kemenangan. Bahkan, jika Community Shield ikut dihitung, kemenangan atas Ipswich akan menjadi start tujuh pertandingan beruntun yang sempurna untuk pertama kalinya sejak musim 2004-2005.
Di atas kertas, Arsenal memang lebih unggul. Tetapi EFL Cup punya sejarah panjang dalam menghadirkan kejutan.
Ipswich sudah membuktikannya ketika menyingkirkan Leicester City 3-1 pada babak kedua. Sebaliknya, Arsenal langsung mendapat tiket ke babak ketiga sehingga pertandingan di Portman Road menjadi laga perdana mereka di kompetisi ini.
Arsenal dan Trofi yang Terlalu Lama Hilang
Ada ironi dalam perjalanan Arsenal di EFL Cup. Klub London Utara itu berkali-kali mendekati trofi, tetapi selalu gagal pada langkah terakhir. Terakhir kali Arsenal menjadi juara terjadi pada 1993, ketika Paul Merson dan Steve Morrow menjadi bagian dari tim yang menaklukkan Sheffield Wednesday.
Sejak saat itu, Arsenal empat kali menjadi runner-up. Yang paling baru terjadi musim lalu ketika Manchester City menjadi juara setelah penampilan yang terinspirasi Nico O'Reilly.
Namun, catatan tersebut tidak sepenuhnya buruk. Dari 11 perjalanan terakhir Arsenal di EFL Cup, hanya satu yang berakhir pada babak ketiga. Itu terjadi secara mengejutkan ketika Brighton & Hove Albion menang di Emirates pada musim 2022-2023. Kini Arsenal datang sebagai juara bertahan Premier League dengan kepercayaan diri tinggi.
Kemenangan 2-0 atas Sunderland pada Sabtu memperpanjang rekor sempurna tersebut. Bruno Guimaraes dan Bukayo Saka mencetak gol pada babak kedua. Yang menarik, kemenangan itu bukan sekadar soal tiga poin. Arsenal kembali memperlihatkan kekuatan pertahanan mereka.
David Raya menggagalkan penalti Enzo Le Fee dengan penyelamatan penting. Itu membuat Arsenal mencatat lima clean sheet dalam enam pertandingan musim ini. Artinya, masalah terbesar Ipswich justru berada di sektor yang paling berbahaya ketika menghadapi Arsenal: pertahanan.
Ipswich Datang dengan Modal Kemenangan
Ipswich memang tidak memiliki sejarah semanis Arsenal di kompetisi ini. The Tractor Boys belum pernah mencapai final EFL Cup. Empat kali mereka hanya mampu menembus semifinal. Terakhir kali terjadi pada musim 2010-2011.
Ironisnya, Arsenal pula yang menghentikan langkah mereka. Ipswich sempat menang 1-0 pada leg pertama. Namun, Arsenal membalas dengan kemenangan 3-0 pada pertandingan kedua.
Kini sejarah kembali mempertemukan keduanya, tetapi situasinya berbeda. Ipswich baru saja mendapatkan suntikan kepercayaan diri setelah mengalahkan Crystal Palace 3-2 di Premier League. Mereka bahkan sempat tertinggal sebelum akhirnya membalikkan keadaan.
Gol kemenangan Zian Flemming pada menit ke-90 menjadi penutup dramatis pertandingan tersebut. Ipswich juga diuntungkan kartu merah langsung Axel Disasi pada babak pertama. Masalahnya, konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah.
Sebelum mengalahkan Palace, Ipswich kalah 2-5 dari Manchester United dan 0-2 dari Liverpool. Dalam tiga pertandingan terakhir, mereka sudah kebobolan sembilan gol. Dan di EFL Cup, mereka belum pernah mencatat clean sheet musim ini.
Arsenal Bisa Merotasi Pemain
Mikel Arteta kemungkinan tidak akan menurunkan kekuatan terbaiknya sejak menit pertama. Arsenal memiliki jadwal padat dan EFL Cup menjadi kesempatan untuk memberikan menit bermain kepada pemain yang selama ini tidak selalu menjadi pilihan utama.
Viktor Gyokeres, Noni Madueke, Mikel Merino, dan Martin Zubimendi berpeluang masuk starting XI. Namun, masalah terjadi di posisi bek kanan.
Jurrien Timber baru kembali ke skuad setelah cedera pangkal paha berkepanjangan. Pada laga melawan Sunderland, ia justru harus masuk saat jeda setelah Ben White mengalami masalah serupa.
Belum ada kepastian mengenai kondisi White. Cristhian Mosquera juga diragukan karena masalah otot, sedangkan William Saliba diperkirakan masih absen setidaknya beberapa bulan akibat cedera punggung. Timber karena itu kemungkinan besar harus kembali bermain lebih cepat dari rencana Arteta.
Di kubu Ipswich, kondisi Emersonn relatif melegakan. Penyerang tersebut ditarik keluar ketika menghadapi Palace karena mengalami ketegangan pada paha depan. Gary O'Neil menyatakan cedera itu tidak terlalu mengkhawatirkan. Bahkan, Emersonn kemungkinan memang akan diistirahatkan pada laga EFL Cup.
Zian Flemming dapat menjadi opsi pengganti. Perubahan aturan EFL untuk musim 2025-2026 memungkinkan pemain tampil untuk lebih dari satu klub di EFL Cup, sehingga Flemming tetap memenuhi syarat meski sebelumnya bermain untuk Burnley pada dua babak awal.
Ipswich juga masih memantau kondisi Jack Taylor dan Azor Matusiwa. Taylor diperkirakan absen beberapa pekan akibat cedera lutut, sementara Matusiwa masih memiliki peluang masuk skuad setelah mengalami masalah pada paha.
Perkiraan Susunan Pemain
Ipswich Town: Walton; O'Shea, Diop, Greaves, Davis; Palacios, Nunez; Philogene, Enciso, Maeda; Flemming.
Arsenal: Kepa; Timber, Konsa, Gabriel, Hincapie; Zubimendi, Guimaraes; Madueke, Merino, Eze; Gyokeres.
Rotasi Arsenal Tetap Terlalu Kuat
Inilah bagian yang membuat Ipswich menghadapi pekerjaan berat. Arsenal memang kemungkinan melakukan rotasi. Tetapi persoalannya, kualitas pemain lapis kedua mereka tetap berada di level yang sangat tinggi.
Nama seperti Gyokeres, Madueke, Merino, Zubimendi hingga Eze bukanlah pemain yang mudah disebut sebagai pelapis biasa. Bagi banyak klub, mereka justru bisa menjadi starter utama. Sementara itu, Ipswich datang dengan pertahanan yang sedang rapuh.
Sembilan gol kebobolan dalam tiga pertandingan terakhir adalah alarm keras. Menghadapi Arsenal dalam situasi seperti itu berarti mereka harus mampu bertahan lebih disiplin daripada biasanya.
Ipswich bisa saja membuat pertandingan berjalan ketat jika mampu menutup ruang di lini tengah dan memaksa Arsenal bermain melebar. Namun, semakin lama pertandingan berlangsung, kedalaman skuad Arsenal kemungkinan menjadi pembeda.
Arsenal juga punya modal penting lain, pertahanan. Lima clean sheet dari enam pertandingan menunjukkan bahwa mereka tidak hanya produktif, tetapi juga sulit ditembus.
Prediksi Skor: Ipswich Town 0-2 Arsenal.
Karena itu, pertandingan ini kemungkinan bukan soal apakah Arsenal mampu menciptakan peluang. Pertanyaan yang lebih relevan adalah berapa lama Ipswich mampu bertahan sebelum tekanan Arsenal menghasilkan gol.
Arsenal diperkirakan melanjutkan start sempurna sekaligus mengamankan tiket ke babak keempat EFL Cup. Ipswich punya peluang membuat kejutan, tetapi kondisi pertahanan mereka membuat Arsenal menjadi favorit kuat. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi