RADARBANYUWANGI.ID – Ajax sedang mencari cara untuk mengubah Johan Cruyff Arena kembali menjadi tempat yang menakutkan bagi lawan. Kesempatan itu datang ketika mereka menjamu Willem II dalam laga tunda pekan ketiga Eredivisie 2026-2027. Di atas kertas, pertandingan ini seperti mempertemukan dua dunia yang berbeda.
Ajax datang dengan modal kemenangan besar 5-1 atas Fortuna Sittard. Willem II justru masih berkutat mencari kemenangan pertama musim ini. Tetapi sepak bola sering kali tidak sesederhana angka di klasemen.
Ajax memang lebih diunggulkan. Mereka juga memenangi lima pertemuan terakhir melawan Willem II. Namun ada satu catatan yang membuat pendukung tuan rumah tidak bisa terlalu santai: Ajax belum pernah menang dalam lima laga kandang terakhirnya di Eredivisie, terhitung sejak musim lalu. Itulah titik menarik pertandingan ini. Ajax punya kualitas untuk menang. Willem II punya alasan untuk percaya diri.
Ajax mulai menemukan kembali ketajamannya
Kekalahan 1-3 dari PSV Eindhoven sempat menjadi alarm bagi Ajax. Mereka bahkan nyaris kehilangan poin ketika menghadapi Fortuna Sittard. Sampai memasuki 30 menit terakhir, skor masih 1-1. Lalu permainan berubah.
Ajax mencetak empat gol tambahan dan menutup laga dengan kemenangan telak 5-1. Menariknya, lima gol Ajax lahir dari lima pemain berbeda. Artinya, ketergantungan terhadap satu pencetak gol tidak terlalu besar.
Tolu Arokodare memang gagal melanjutkan rentetan golnya. Namun tim asuhan Michel tetap menemukan jalan menuju kemenangan. Davy Klaassen menjadi salah satu nama yang sedang panas. Golnya ke gawang Fortuna merupakan gol keempat dalam lima pertandingan terakhir.
Bagi Ajax, produktivitas seperti itu penting. Terutama karena mereka kini tertinggal enam poin dari AZ Alkmaar di puncak klasemen. Kemenangan atas Willem II bisa memangkas jarak tersebut menjadi tiga poin. Tetapi Ajax perlu mengatasi persoalan yang berbeda: performa di kandang.
Lima pertandingan liga terakhir di Johan Cruyff Arena tanpa kemenangan jelas bukan catatan yang biasa melekat pada Ajax. Dari kemungkinan 15 poin, mereka hanya mengumpulkan beberapa poin. Karena itu, mencetak gol lebih dahulu akan sangat penting.
Ajax tercatat membuka keunggulan dalam sembilan dari 11 pertandingan terakhir. Sementara Willem II kebobolan lebih dahulu dalam lima dari enam pertemuan terakhir melawan Ajax. Jika pola tersebut kembali terjadi, pertandingan bisa bergerak sesuai skenario yang diinginkan tuan rumah.
Willem II datang dengan kepercayaan diri baru
Willem II tidak sedang dalam kondisi ideal. Mereka mengawali pertandingan ini dengan hanya dua poin dan belum meraih satu kemenangan pun. Bersama ADO Den Haag, mereka menjadi salah satu tim yang masih mencari kemenangan pertama di Eredivisie musim ini. Namun hasil terakhir memberikan sedikit cahaya.
Menghadapi AZ Alkmaar di AFAS Stadion, Willem II diperkirakan bakal menjadi korban berikutnya. Mereka sebelumnya bahkan baru saja dihantam kekalahan 0-3. Tetapi Devin Haen dan kawan-kawan menolak menyerah.
Setelah Jordy Claise membawa AZ unggul, Haen menyamakan skor 10 menit sebelum pertandingan berakhir. Hasil 1-1 itu mungkin hanya memberi satu poin, tetapi secara psikologis nilainya jauh lebih besar. Haen kembali menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu pemain terpenting Willem II musim ini.
Masalahnya, Willem II masih memiliki persoalan serius di lini depan. Mereka baru mencetak lima gol di liga. Itu merupakan jumlah terendah di Eredivisie, sama dengan Telstar.
Mencuri poin di Amsterdam dengan produktivitas seperti itu tentu membutuhkan pertahanan yang nyaris sempurna. Sementara Ajax memiliki cukup banyak pemain yang mampu menghukum kesalahan sekecil apa pun.
Lima duel yang bisa menentukan pertandingan
1. Ketajaman lini depan Ajax vs pertahanan Willem II
Ajax mempunyai lebih banyak pilihan untuk menciptakan gol. Arokodare menjadi ancaman utama, sementara Klaassen sedang berada dalam periode produktif. Willem II harus mampu bertahan rapat dan mengurangi ruang di sekitar kotak penalti. Jika terlalu mudah memberikan peluang, hasil imbang melawan AZ bisa saja tidak berarti banyak.
2. Devin Haen vs bek Ajax
Haen adalah kartu truf Willem II. Ia bukan hanya pencetak gol penyama kedudukan melawan AZ, tetapi juga pemain yang paling berpotensi memberikan masalah ketika Ajax terlalu maju menyerang. Ajax harus menjaga keseimbangan. Jangan sampai dominasi bola justru membuka ruang untuk serangan balik Willem II.
3. Awal pertandingan Ini bisa menjadi duel yang ditentukan dalam 20 menit pertama.
Ajax sering mampu mencetak gol pembuka. Willem II justru berkali-kali berada dalam posisi tertinggal lebih dahulu. Jika Ajax mencetak gol cepat, Willem II dipaksa keluar dari blok pertahanan. Kondisi itu bisa membuka lebih banyak ruang bagi tuan rumah.
4. Produktivitas melawan efisiensi
Willem II sebenarnya mampu membuat AZ kesulitan. Namun mereka juga memberikan sejumlah peluang bersih dan beruntung karena AZ tidak cukup klinis. Melawan Ajax, kemurahan hati seperti itu bisa menjadi bumerang.
Ajax memiliki kualitas penyelesaian akhir yang lebih baik. Willem II harus berharap pertandingan berlangsung ketat dan peluang yang mereka dapatkan bisa langsung dikonversi menjadi gol.
5. Mental bermain di Johan Cruyff Arena
Ajax memang memiliki masalah kandang yang perlu segera dihentikan. Tetapi justru karena itu laga ini menjadi ujian mental.
Jika Ajax mampu mencetak gol lebih dahulu, tekanan terhadap pemain akan berkurang. Sebaliknya, jika Willem II bisa bertahan hingga babak kedua tanpa kebobolan, kegelisahan tuan rumah dapat berubah menjadi keuntungan bagi tim tamu.
Berita tim Ajax
Simon Adingra masih harus menepi karena cedera kaki. Pemain yang dipinjam dari Sunderland itu pun harus menunggu lebih lama untuk menjalani debut bersama Ajax. Daley Blind juga diperkirakan absen. Bek tersebut harus menepi sekitar satu bulan setelah penampilan terakhirnya melawan Shelbourne pada kualifikasi Conference League.
Aaron Bouwman juga kemungkinan belum tersedia. Di lini depan, Klaassen menjadi pemain yang layak diperhatikan setelah mencetak empat gol dalam lima pertandingan terakhir.
Berita tim Willem II
Willem II datang ke Amsterdam dengan sejumlah pemain yang masih berada di ruang perawatan. Jari Schuurman mengalami masalah punggung, Anass Zarrouk menjalani pemulihan setelah operasi, sedangkan Amine Lackhar masih bermasalah dengan cedera pangkal paha.
Thomas Didillon mengalami cedera hamstring dan Justin Hoogma masih berkutat dengan cedera lutut.
Gelandang Swedia Armin Culum juga belum menjalani debutnya di Eredivisie karena masih memulihkan cedera kaki. Rekrutan yang datang pada hari terakhir bursa transfer, Vito van Crooy, juga belum tersedia.
Perkiraan susunan pemain
Ajax (perkiraan 4-3-3): Ter Stegen; Henrique, Baas, Kehrer, Gaaei; Brandt, Amrabat, Mokio; Edvardsen, Arokodare, Berghuis.
Willem II (perkiraan 4-2-3-1): Delanghe; Tjoe a On, Dekker, Stam, Ter Avest; Vilhena, Twigt; Slory, Van Aalst, Van Loon; Haen.
Prediksi skor: Ajax 3-1 Willem II.
Willem II memang baru saja menunjukkan daya juang ketika menahan AZ. Itu modal penting untuk datang ke Amsterdam. Tetapi hasil tersebut juga memperlihatkan kelemahan mereka: terlalu banyak memberikan peluang kepada lawan. Ajax seharusnya memiliki kualitas lebih baik untuk memanfaatkan celah tersebut.
Terlebih setelah kemenangan 5-1 atas Fortuna Sittard, kepercayaan diri lini depan Ajax sedang meningkat. Mereka juga mempunyai kedalaman pemain yang membuat ancaman tidak hanya datang dari satu sumber.
Willem II kemungkinan akan bertahan lebih dalam dan menunggu kesempatan melalui serangan balik. Namun semakin lama mereka mampu mempertahankan skor, semakin besar peluang tekanan berpindah kepada Ajax. Jika Ajax mendapatkan gol pertama, pertandingan berpotensi berubah menjadi satu arah.
Bagi Ajax, ini bukan sekadar pertandingan melawan tim papan bawah. Ini kesempatan untuk membuktikan bahwa Johan Cruyff Arena masih bisa menjadi benteng. Sementara bagi Willem II, satu poin dari AZ sudah memberi mereka napas. Kini mereka membutuhkan sesuatu yang lebih besar: kejutan di Amsterdam. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi