Middlesbrough vs Millwall: Beda Nasib Dua Kandidat Promosi Championship

Niklaas Andries • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 10:42 WIB
KETAT: Middlesbrough akan menjamu Millwall (Middlesbrough)
KETAT: Middlesbrough akan menjamu Millwall (Middlesbrough)

RADARBANYUWANGI.ID - Middlesbrough sedang berada di jalur yang tepat untuk kembali mengejar tiket promosi ke Premier League. Millwall datang ke Riverside Stadium justru dengan masalah yang lebih rumit: performa belum stabil dan daftar pemain cedera kian panjang.

Pertandingan Middlesbrough kontra Millwall pada Selasa malam menjadi ujian penting bagi kedua tim. Boro, julukan Middlesbrough, saat ini berada di posisi keempat klasemen Championship. Millwall masih tertahan di peringkat ke-12.

Bagi Middlesbrough, pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Ini kesempatan untuk menjaga momentum setelah kemenangan dramatis 4-3 atas Norwich City pada Sabtu lalu. Laga tersebut hampir seperti pertandingan yang dibuat untuk menguji mental.

Middlesbrough sempat berada dalam situasi sulit, tetapi tetap menemukan jalan keluar. Ashley Phillips menjadi penentu kemenangan melalui gol pada masa tambahan waktu. Sebastian Berhalter mencetak dua gol, sementara Amario Cozier-Duberry ikut masuk papan skor. Pelatih Kim Hellberg bahkan menyebut pertandingan tersebut sebagai laga yang "benar-benar gila". Namun, di balik kegilaan itu ada sesuatu yang lebih penting: karakter.

Middlesbrough menunjukkan bahwa mereka tidak mudah menyerah ketika pertandingan memasuki fase kritis. Untuk tim yang ingin promosi, kemampuan seperti itu sering kali menjadi pembeda. Musim lalu, Middlesbrough gagal kembali ke kasta tertinggi Inggris setelah kalah 0-1 dari Hull City pada final playoff Championship di Wembley.

Kegagalan tersebut tentu masih menyisakan rasa kecewa. Namun, klub meresponsnya dengan memperkuat skuad. Nama-nama seperti Will Lankshear, Radek Vitek, Sebastian Berhalter, dan Amario Cozier-Duberry membuat kedalaman tim terlihat lebih menjanjikan.

Lankshear menjadi salah satu sorotan utama. Penyerang tersebut langsung memberikan dampak dengan mencetak lima gol dalam enam penampilan di Championship. Angka itu menjelaskan mengapa Middlesbrough memiliki alasan untuk percaya diri.

Mereka tidak hanya mengandalkan satu sumber gol. Berhalter baru saja mencetak dua gol melawan Norwich, sedangkan Cozier-Duberry juga mampu memberikan ancaman dari lini depan.

Dalam lima pertandingan terakhir Championship, Middlesbrough mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Mereka juga belum terkalahkan dalam empat pertandingan liga terakhir. Catatan tersebut menjadi kontras dengan perjalanan Millwall.

The Lions sebenarnya datang dengan ambisi besar. Musim lalu mereka hanya terpaut satu poin dari zona promosi otomatis sehingga sempat dianggap sebagai salah satu kandidat kuat untuk naik ke Premier League. Tetapi awal musim ini tidak berjalan sebaik yang diharapkan.

Millwall hanya menang sekali dalam empat pertandingan liga terakhir. Setelah mengawali kompetisi dengan kemenangan atas Bristol City dan Norwich City, mereka kemudian dihantam Southampton 1-5.

Kekalahan itu bukan satu-satunya pukulan.

Millwall kemudian tumbang 0-3 dari Wrexham sebelum bangkit dengan kemenangan telak 4-0 atas Bolton Wanderers. Sayangnya, momentum tersebut kembali hilang ketika mereka kalah 1-3 dari Blackburn Rovers pada Sabtu. Pelatih Alex Neil menyebut kekalahan tersebut sebagai "kesempatan yang terbuang".

Masalah Millwall menjadi semakin berat karena persoalan kebugaran pemain. Casper De Norre, Josh Coburn, Lukas Jensen, Tristan Crama, Alfie Doughty, Mathis Servais, Luke Cundle, Massimo Luongo, dan Mihailo Ivanovic berada dalam daftar pemain yang harus menepi.

Dalam kompetisi seketat Championship, kehilangan banyak pemain bukan persoalan kecil. Jadwal yang padat membutuhkan rotasi. Ketika pilihan di bangku cadangan semakin sedikit, kualitas permainan biasanya ikut terpengaruh. Middlesbrough justru berada dalam situasi yang relatif lebih menguntungkan.

Ashley Phillips berpeluang mendapatkan tempat sejak menit pertama apabila Hellberg memilih tidak mengambil risiko memainkan Alfie Jones yang mengalami masalah ringan saat menghadapi Norwich.

Di lini depan, Lankshear diperkirakan kembali menjadi tumpuan. Sementara itu, Berhalter kemungkinan tetap dipercaya mengisi lini tengah setelah mencetak dua gol pada pertandingan sebelumnya. Ia berpotensi berduet dengan Aidan Morris.

Millwall kemungkinan masih mengandalkan Lyndon Dykes sebagai ujung tombak. Romain Esse dan Camiel Neghli diperkirakan memberikan dukungan dari sisi sayap. Pertarungan di lini tengah akan menjadi salah satu kunci.

Jika Middlesbrough mampu mengontrol permainan sejak awal, mereka memiliki cukup banyak pemain kreatif untuk membongkar pertahanan Millwall. Sebaliknya, Millwall membutuhkan permainan yang lebih disiplin agar tidak kembali kebobolan dalam jumlah besar. Ada satu hal yang membuat Middlesbrough semakin layak diunggulkan: konsistensi.

Mereka sedang membangun pola yang dibutuhkan sebuah tim promosi. Tidak selalu bermain sempurna, tetapi mampu mendapatkan hasil ketika pertandingan menuntut ketenangan dan karakter. Millwall belum menemukan kestabilan tersebut.

Karena itu, pertandingan di Riverside berpotensi berjalan terbuka. Millwall tetap punya peluang mencetak gol, tetapi masalah cedera dan inkonsistensi performa membuat mereka menghadapi pekerjaan berat.

Prediksi: Middlesbrough 3-1 Millwall.

Middlesbrough diperkirakan mampu memanfaatkan keunggulan kandang, momentum positif, serta kualitas lini serang mereka. Millwall mungkin memberi perlawanan, tetapi kedalaman skuad Boro dan performa Lankshear bisa menjadi pembeda.

Perkiraan susunan pemain

Middlesbrough: Vitek; Brittain, Phillips, Malanda, Borges; Berhalter, Morris; Cozier-Duberry, McGree, Conway; Lankshear.

Millwall: Crocombe; Osei-Tutu, Taylor, Cooper, Sturge; Mazou-Sacko, Metcalfe; Esse, Arconte, Neghli; Dykes. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Middlesbrough vs Millwall prediksi Middlesbrough vs Millwall Will Lankshear Millwall championship