Leeds United vs Newcastle: Duel Pressing dan Serangan Balik di Elland Road

Niklaas Andries • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 11:43 WIB
KETAT: Leeds United akan menjamu Newcastle United di Premier League (Leeds Unites)
KETAT: Leeds United akan menjamu Newcastle United di Premier League (Leeds Unites)

RADARBANYUWANGI.ID – Leeds United dan Newcastle United sama-sama belum terkalahkan di Premier League musim 2026-2027. Tetapi Senin malam nanti, salah satu dari mereka berpeluang kehilangan catatan itu.

Elland Road menjadi panggung duel dua tim yang memiliki karakter berbeda, tetapi sama-sama agresif. Leeds mengandalkan tekanan tinggi untuk memaksa lawan kehilangan bola. Newcastle datang dengan kemampuan menyerang balik dan daya juang yang sudah beberapa kali menyelamatkan mereka dari situasi sulit.

Pertandingan pekan keempat ini menjadi semakin menarik karena kedua tim sama-sama mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan. Newcastle berada sedikit di atas Leeds karena selisih gol yang lebih baik. Namun, angka itu belum cukup untuk menggambarkan betapa rapatnya pertandingan ini.

Leeds memulai musim dengan kemenangan 1-0 atas Nottingham Forest, kemudian bermain imbang 1-1 melawan Brentford dan Brighton & Hove Albion. Sementara itu, Newcastle membuka kompetisi dengan hasil 2-2 melawan Liverpool, menang 2-0 di kandang Tottenham Hotspur, lalu kembali bermain imbang 2-2 ketika menjamu Bournemouth.

Artinya sederhana: dua tim ini sama-sama sulit dikalahkan, tetapi juga belum benar-benar konsisten dalam mengendalikan pertandingan.

Leeds Punya Masalah yang Tidak Terlihat dari Klasemen Daniel Farke boleh kecewa setelah Leeds kalah 3-6 dari Chelsea pada putaran ketiga Piala Liga Inggris. Namun, kekalahan itu sekaligus memperlihatkan sisi lain dari timnya.

Leeds sebenarnya mampu membuat Chelsea berada dalam situasi sulit. Mereka bahkan sempat unggul dua gol. Masalahnya muncul ketika tekanan pertandingan meningkat. Pertahanan Leeds belum mampu menjaga keunggulan ketika lawan menaikkan intensitas.

Di Premier League, situasinya sedikit berbeda. Leeds belum terkalahkan dalam tiga pertandingan dan selalu mencetak gol. Mereka juga baru sekali kalah dalam 12 pertandingan Premier League terakhir. Namun, enam pertandingan dalam rentetan tersebut berakhir imbang.

Ini menunjukkan bahwa Leeds cukup sulit ditaklukkan, tetapi masih membutuhkan satu langkah penting: mengubah dominasi atau momentum menjadi kemenangan. Pertandingan melawan Newcastle akan menguji persoalan itu.

Jika Leeds terlalu bernafsu menekan sejak awal, ruang di belakang garis pertahanan dapat menjadi sasaran empuk Newcastle. Sebaliknya, jika Farke meminta anak buahnya bermain lebih hati-hati, kekuatan utama Leeds, tekanan tinggi di wilayah lawan, bisa berkurang.

Di sinilah pertandingan kemungkinan besar ditentukan. 528 Tekanan Tinggi Leeds Menjadi Senjata Utama Ada satu angka yang sangat menarik.

Leeds tercatat melakukan 528 tekanan berintensitas tinggi di wilayah lawan dalam tiga pekan pertama. Itu merupakan salah satu angka tertinggi di Premier League dan menjadi gambaran jelas mengenai identitas permainan mereka.

Leeds tidak sekadar menunggu lawan melakukan kesalahan. Mereka berusaha menciptakan kesalahan tersebut.

Cara paling mudah memahaminya adalah seperti ini: ketika Newcastle baru membangun serangan dari belakang, Leeds akan berusaha mempersempit pilihan umpan. Bek atau gelandang Newcastle dipaksa mengambil keputusan lebih cepat. Satu umpan buruk saja bisa berubah menjadi serangan balik.

Masalahnya, Newcastle justru memiliki pemain yang cukup berbahaya ketika berhasil melewati tekanan pertama. Karena itu, duel antara pressing Leeds dan kemampuan Newcastle keluar dari tekanan akan menjadi salah satu kunci pertandingan.

Newcastle Datang dengan Satu Masalah Besar

Matthias Jaissle membawa Newcastle ke awal musim yang cukup meyakinkan. Mereka belum terkalahkan dalam tiga pertandingan Premier League. Bahkan ketika tertinggal 0-2 dari Bournemouth, Newcastle mampu bangkit dan mengamankan hasil imbang 2-2. Kekuatan mental seperti itu penting.

Newcastle juga memiliki catatan mencetak sedikitnya dua gol dalam setiap pertandingan Premier League musim ini. Rentetan tersebut memang terhenti saat menghadapi Millwall di Piala Liga Inggris, tetapi mereka tetap menang 1-0. Namun, ada satu statistik yang seharusnya membuat Jaissle waspada.

Newcastle telah menerima 61 tembakan dalam tiga pertandingan Premier League, jumlah terbanyak di antara seluruh tim pada periode tersebut. Itu bukan sekadar angka statistik.

Itu pertanda bahwa Newcastle memberi lawan terlalu banyak kesempatan untuk menguji pertahanan. Melawan Leeds, masalah tersebut bisa menjadi lebih besar.

Leeds merupakan tim yang senang mengambil risiko untuk merebut bola lebih cepat. Jika Newcastle kembali memberikan terlalu banyak ruang tembak, mereka bisa berada dalam pertandingan yang jauh lebih sulit daripada ketika menghadapi Tottenham.

Duel Taktik: Pressing Leeds vs Transisi Newcastle

Pertandingan ini berpotensi menjadi benturan dua filosofi. Leeds ingin pertandingan dimainkan dalam tempo tinggi. Bola direbut secepat mungkin, kemudian diarahkan kembali ke area pertahanan lawan. Newcastle mungkin justru tidak keberatan dengan situasi tersebut. Mengapa?

Karena semakin tinggi garis permainan Leeds, semakin besar pula ruang yang bisa dimanfaatkan Newcastle ketika berhasil keluar dari tekanan. Di sinilah peran Anthony Elanga, Harvey Barnes, dan lini depan Newcastle menjadi penting.

Jika Newcastle mampu melewati pressing pertama Leeds, mereka bisa mendapatkan situasi tiga lawan tiga atau bahkan tiga lawan dua di area terbuka. Sebaliknya, Leeds akan berusaha agar bola tidak pernah sampai ke fase tersebut.

Pertanyaan utamanya bukan siapa yang lebih banyak menguasai bola. Pertanyaannya adalah siapa yang lebih sering memenangkan lima sampai sepuluh detik setelah kehilangan bola.

Jika Leeds memenangkan fase itu, Newcastle akan terus terkurung. Jika Newcastle mampu melewatinya, pertahanan Leeds bisa dipaksa berlari mundur.

Calvert-Lewin Punya Catatan Istimewa

Ada alasan lain mengapa Newcastle harus berhati-hati. Dominic Calvert-Lewin memiliki catatan personal yang sangat bagus ketika menghadapi Newcastle. Penyerang Leeds tersebut sudah mencetak tujuh gol melawan The Magpies di Premier League.

Newcastle adalah salah satu lawan favoritnya. Farke kemungkinan kembali menurunkan Calvert-Lewin sebagai ujung tombak setelah melakukan banyak rotasi ketika menghadapi Chelsea.

Kehadiran penyerang seperti Calvert-Lewin memberi Leeds opsi berbeda. Ketika pressing gagal menghasilkan peluang dari permainan kombinasi, Leeds dapat mengirim bola lebih langsung ke depan. Di sana, kemampuan Calvert-Lewin memenangkan duel udara dan mempertahankan bola bisa menjadi jalan keluar.

Kabar Tim Leeds United

Leeds tidak mendapatkan masalah cedera baru setelah pertandingan melawan Chelsea. Ilia Gruev berpeluang kembali setelah mengalami masalah lutut. Namun, Joe Rodon masih absen karena cedera paha yang diperkirakan membuatnya menepi selama delapan hingga 10 pekan.

Mateo Joseph juga masih dalam proses pemulihan cedera ACL. Farke diperkirakan kembali menurunkan susunan pemain terbaik setelah melakukan sejumlah perubahan di Piala Liga Inggris.

Perkiraan susunan pemain Leeds United: Trafford; Justin, Muharemovic, Elvedi; Bogle, Stach, Tanaka, Ampadu, Gudmundsson; Calvert-Lewin, Okafor.

Kabar Tim Newcastle United

Newcastle menghadapi sedikit tanda tanya di posisi bek kanan. Amar Dedic ditarik keluar saat jeda pertandingan melawan Millwall karena mengalami masalah pada hamstring. Cedera tersebut tidak diperkirakan serius, tetapi Jaissle tetap harus mempertimbangkan risikonya.

Jika Dedic tidak dimainkan sejak awal, Tino Livramento berpeluang mendapatkan starter pertamanya musim ini. Livramento baru kembali dari cedera lutut dan sudah mendapat 45 menit bermain melawan Millwall.

Joelinton, Dan Burn, dan William Osula masih diperkirakan absen hingga setelah jeda internasional. Sementara itu, Ewen Jaouen memiliki peluang untuk kembali setelah masalah pada pergelangan kaki.

Perkiraan susunan pemain Newcastle United: Hornicek; Livramento, Thiaw, Botman, Hall; Gonzalez, Miley; Elanga, Willock, Barnes; Wissa.

Rekor Newcastle Masih Menjadi Ancaman

Leeds punya keuntungan bermain di Elland Road. Tetapi sejarah pertemuan terbaru belum berpihak kepada tuan rumah. Newcastle tidak terkalahkan dalam enam pertandingan Premier League terakhir melawan Leeds.

Pertemuan terakhir bahkan menghasilkan drama luar biasa. Newcastle menang 4-3 melalui gol Harvey Barnes pada menit ke-101 lewat 48 detik.

Itu menggambarkan satu hal penting tentang Newcastle: pertandingan belum selesai sebelum benar-benar selesai. Leeds harus menjaga konsentrasi sampai menit terakhir.

Prediksi skor: Leeds United 2-2 Newcastle United.

Leeds memiliki pressing yang lebih agresif. Newcastle memiliki kemampuan bertahan dalam pertandingan terbuka dan menunjukkan daya bangkit yang kuat.

Jika melihat angka, Newcastle memang lebih mengkhawatirkan karena sudah memberikan 61 tembakan kepada lawan dalam tiga pekan. Namun, Leeds juga bukan tim yang mudah menjaga kontrol setelah pertandingan memasuki fase kacau. Pertandingan ini berpotensi berjalan terbuka.

Leeds akan mencoba menekan tinggi sejak awal. Newcastle kemungkinan berusaha melewati tekanan tersebut dan menyerang ruang yang ditinggalkan tuan rumah.

Jika salah satu tim mencetak gol lebih dulu, pertandingan justru bisa semakin menarik. Leeds akan meningkatkan tekanan, sementara Newcastle memperoleh ruang lebih besar untuk melakukan transisi.

Karena kedua tim sama-sama belum kalah di Premier League, hasil imbang menjadi skenario yang cukup masuk akal.

Bukan hasil yang sempurna bagi keduanya. Tetapi melihat karakter kedua tim, satu poin mungkin menjadi hasil yang paling adil. Dan Elland Road bisa kembali menyaksikan satu pertandingan Premier League yang sulit dilupakan. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
premier league 2026-2027 prediksi Leeds vs Newcastle newcastle united leeds united Elland Road