RADARBANYUWANGI.ID – RB Leipzig sedang berada di persimpangan. Dua kekalahan beruntun membuat awal era Martin Demichelis yang sempat menjanjikan mendadak terasa berat. Namun, di Red Bull Arena, Leipzig punya alasan untuk percaya diri saat menjamu Hamburger SV, Minggu.
Di sisi lain, Hamburger datang dengan persoalan yang lebih mendasar. Dua pertandingan Bundesliga telah dilewati tanpa satu pun gol. Dua kekalahan pula yang mereka bawa pulang.
Pertandingan ini pun bukan sekadar duel dua tim yang sama-sama ingin bangkit. Leipzig membutuhkan kemenangan untuk menjaga ambisi bersaing menuju zona Liga Champions. Hamburger membutuhkan poin agar tidak terlalu dini terseret ke dasar klasemen.
Ada perbedaan tekanan di antara keduanya. Leipzig sedang mencari kembali keseimbangan. Hamburger sedang mencari jalan keluar. Leipzig: Awalnya Meyakinkan, Lalu Dua Kali Terpukul
Debut Demichelis di Bundesliga sebenarnya berjalan nyaris sempurna. Leipzig menang 3-0 atas Borussia Monchengladbach pada 29 Agustus. Sebelumnya, mereka juga menghancurkan Trier 6-0 di DFB-Pokal. Dua kemenangan itu memberi gambaran bahwa Demichelis mulai menemukan bentuk permainan yang diinginkannya. Tetapi sepak bola tidak pernah mau menunggu terlalu lama.
Pada 5 September, Leipzig kalah 1-3 dari Werder Bremen. Yang lebih mengkhawatirkan, mereka sempat tertinggal tiga gol sebelum Ridle Baku mencetak gol hiburan pada menit ke-95. Harapan bahwa kekalahan tersebut hanya kecelakaan kemudian mendapat pukulan berikutnya. Di pertandingan Liga Champions pertama mereka, Leipzig dihajar Como 1-4.
Dua kekalahan itu memperlihatkan satu masalah penting: Leipzig punya kemampuan menyerang, tetapi struktur pertahanannya belum cukup stabil. Itulah yang harus dibenahi Demichelis.
Sebab, menghadapi Hamburger, Leipzig tidak cukup hanya mendominasi bola. Mereka harus mampu mengontrol transisi setelah kehilangan penguasaan. Menariknya, ada satu modal besar yang dimiliki tuan rumah.
Leipzig memenangi enam pertandingan Bundesliga terakhirnya di Red Bull Arena dan belum terkalahkan di kandang tersebut sejak Januari. Jadi, jika ada tempat yang tepat untuk menghentikan tren buruk, stadion sendiri bisa menjadi jawabannya.
Hamburger SV Punya Masalah yang Lebih Serius
Hamburger datang dengan persoalan berbeda. Mereka memang mengawali musim kompetitif dengan kemenangan 3-0 atas SC Verl di DFB-Pokal. Tetapi ketika memasuki Bundesliga, ceritanya berubah. Melawan Borussia Dortmund, kekalahan 0-2 masih dapat diterima mengingat kualitas lawan.
Namun, kekalahan 0-5 dari Mainz 05 membuat alarm mulai berbunyi. Hamburger belum mencetak satu gol pun di Bundesliga. Itu bukan sekadar statistik kecil.
Tanpa gol, sulit mendapatkan poin. Tanpa poin, jarak menuju zona aman bisa melebar sebelum musim benar-benar berjalan jauh. HSV kini berada di dasar klasemen, sejajar dengan Borussia Monchengladbach dan Hoffenheim yang juga belum mendapatkan hasil maksimal.
Karena itu, laga di Leipzig menjadi ujian mental sekaligus taktik. Mereka mungkin tidak harus bermain menyerang sejak awal. Tetapi mereka harus memiliki keberanian untuk keluar dari tekanan.
Duel Taktik: Leipzig Harus Waspada Transisi
Secara kualitas pemain, Leipzig lebih diunggulkan. Ezechiel Banzuzi diperkirakan menjadi bagian dari tiga gelandang bersama Neil El Aynaoui dan Nicolas Seiwald. Di depan, Antonio Nusa, Christopher Nkunku, dan Andrija Maksimovic menjadi sumber kreativitas dan penetrasi.
Namun, absennya Christoph Baumgartner dan Rocco Reitz membuat kedalaman lini tengah Leipzig berkurang.
Di sinilah pertandingan bisa menjadi menarik. Jika Leipzig terlalu agresif mendorong pemain ke depan, ruang di belakang gelandang bisa terbuka. Hamburger dapat mencoba memanfaatkan situasi tersebut melalui serangan balik.
Tetapi masalahnya kembali ke lini depan HSV. Patson Daka akan menjadi tumpuan serangan, dengan dukungan Albert Gronbaek dan Fabio Vieira. Kecepatan Daka bisa menjadi senjata ketika Leipzig kehilangan bola.
Pertanyaannya sederhana: apakah HSV mampu mengirim bola kepadanya? Jika tidak, Leipzig berpotensi menguasai pertandingan terlalu lama. Tiga Bek Hamburger Bisa Menjadi Benteng Sekaligus Risiko
Merlin Polzin kemungkinan kembali menggunakan tiga bek. Jordan Torunarigha, Nicolas Capaldo, dan Shafiq Bello Nandja diproyeksikan berada di jantung pertahanan. Mereka akan dilindungi Zakaria El Ouahdi dan David Moller Wolfe dari sisi sayap.
Formasi ini masuk akal.
Melawan tim dengan pemain kreatif seperti Leipzig, tiga bek memberikan kepadatan ekstra di area tengah. Tetapi ada konsekuensinya.
Wing-back harus turun dengan disiplin ketika bertahan. Jika El Ouahdi dan Moller Wolfe terlalu tinggi, Leipzig bisa menyerang ruang di belakang mereka.
Sebaliknya, jika keduanya terlalu dalam, HSV akan kehilangan outlet ketika merebut bola. Inilah dilema Hamburger: bertahan terlalu dalam berisiko membuat mereka terus ditekan, tetapi bermain terlalu terbuka bisa mempercepat datangnya gol Leipzig.
Leipzig Bisa Menang, tetapi Belum Tentu Clean Sheet
Pertandingan ini kemungkinan akan ditentukan oleh efektivitas Leipzig di sepertiga akhir lapangan. Tuan rumah memiliki kualitas untuk menciptakan lebih banyak peluang. Hamburger sejauh ini juga belum menunjukkan kemampuan mencetak gol secara konsisten.
Namun, Leipzig sendiri baru saja kebobolan tujuh gol dalam dua pertandingan terakhir di semua kompetisi. Angka itu terlalu besar untuk diabaikan. Karena itu, kemenangan Leipzig tidak otomatis berarti clean sheet.
HSV justru memiliki peluang mengakhiri puasa golnya apabila mampu memanfaatkan kesalahan Leipzig saat transisi. Tetapi secara keseluruhan, kualitas dan keuntungan kandang membuat Leipzig tetap berada di posisi yang lebih kuat.
Perkiraan susunan pemain
RB Leipzig: Vandevoordt; Baku, Orban, Lukeba, Raum; Seiwald, El Aynaoui, Banzuzi; Maksimovic, Nkunku, Nusa.
Hamburger SV: Heuer; Bello, Capaldo, Torunarigha; El Ouahdi, Lokonga, Remberg, Moller Wolfe; Vieira, Gronbaek; Daka.
Prediksi skor: RB Leipzig 3-1 Hamburger SV.
Leipzig memang sedang kehilangan momentum. Kekalahan dari Werder Bremen kemudian Como membuat Demichelis harus segera menemukan jawaban.
Namun, Hamburger datang dengan masalah yang lebih besar: belum mencetak gol di Bundesliga dan sudah kebobolan delapan kali dari dua pertandingan.
Red Bull Arena juga bukan tempat yang mudah ditaklukkan. Jika Leipzig mampu menjaga konsentrasi ketika kehilangan bola dan tidak memberikan ruang kepada Daka, peluang meraih tiga poin sangat besar.
Hamburger berpeluang mengakhiri puasa golnya. Tetapi untuk membawa pulang poin, mereka membutuhkan lebih dari sekadar satu gol. Mereka membutuhkan permainan yang jauh lebih disiplin daripada saat dihantam Mainz 0-5. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi