RADARBANYUWANGI.ID – Bayern Munchen datang ke markas Elversberg dengan satu misi sederhana: jangan lagi kehilangan kendali. Setelah ditahan tanpa gol oleh Schalke, Die Bayern harus segera mengembalikan ketajaman mereka ketika menghadapi tim promosi yang justru sedang menikmati start sempurna.
Pertandingan Elversberg vs Bayern Munchen akan berlangsung di URSAPHARM-Arena an der Kaiserlinde, Minggu. Di atas kertas, Bayern jelas berada di kelas berbeda. Namun, dua pertandingan pertama musim ini memberi peringatan bahwa Elversberg bukan lawan yang datang untuk sekadar bertahan.
Elversberg membuka musim Bundesliga 2026-2027 dengan cara yang nyaris sulit dipercaya. Tim promosi tersebut mengalahkan Bayer Leverkusen 3-2 pada pekan pertama, kemudian menghajar Borussia Monchengladbach 4-3. Tiga pertandingan kompetitif awal musim pun semuanya berakhir dengan kemenangan.
Ada keberanian di sana. Elversberg tidak bermain seperti tim yang merasa kecil ketika berhadapan dengan lawan yang lebih terkenal. Mereka berani menyerang, mencetak tujuh gol dalam dua pertandingan Bundesliga, dan menunjukkan bahwa status sebagai pendatang baru tidak otomatis berarti menjadi bulan-bulanan. Masalahnya juga terlihat jelas.
Elversberg sudah kebobolan enam gol di semua kompetisi. Artinya, kekuatan utama mereka sekaligus menjadi titik yang bisa dimanfaatkan Bayern: pertandingan terbuka.
Bayern punya alasan untuk lebih tenang
Hasil imbang 0-0 melawan Schalke memang terasa janggal bagi Bayern. Dalam 60 pertandingan kompetitif terakhir Vincent Kompany sebagai pelatih, itu merupakan satu-satunya laga ketika Bayern gagal mencetak gol. Tetapi respons mereka datang dengan cepat.
Bayern menghantam Bodo/Glimt 5-0 di Liga Champions. Harry Kane kembali mencetak gol dan memperlihatkan bahwa kebuntuan di Bundesliga bukanlah masalah yang berlarut-larut.
Kane bahkan mencatat sejarah dengan mencetak gol dalam delapan pertandingan Liga Champions berturut-turut. Penyerang Inggris itu akan menjadi pusat ancaman Bayern di lini depan, ditemani Michael Olise dan Luis Diaz.
Secara statistik tandang, Bayern juga memiliki alasan untuk percaya diri. Dalam 26 pertandingan tandang terakhir mereka di Bundesliga, Bayern memenangi 20 dan seri enam. Tidak ada kekalahan.
Dalam 18 pertandingan tandang Bundesliga terakhir, Bayern juga mencetak sedikitnya tiga gol dalam 13 laga. Sebanyak 14 pertandingan di antaranya berakhir dengan kemenangan.
Angka-angka tersebut menjelaskan mengapa satu hasil imbang melawan Schalke tidak cukup untuk mengubah peta kekuatan.
Duel taktik: Elversberg harus berani, tetapi tidak boleh ceroboh
Inilah bagian yang menarik. Elversberg memiliki modal untuk membuat Bayern tidak nyaman: keberanian menyerang dan produktivitas tinggi.
Namun, menghadapi Bayern dengan garis pertahanan terlalu tinggi bisa menjadi perjudian besar. Bayern memiliki pemain yang mampu menghukum ruang sekecil apa pun.
Olise dapat membuka pertahanan dari sisi kanan, Diaz memberikan ancaman dari sisi kiri, sementara Kane bukan hanya eksekutor. Penyerang tersebut juga mampu turun untuk menghubungkan permainan dan menarik bek keluar dari posisinya.
Jika Elversberg terlalu fokus menutup Kane, ruang di sisi lain dapat terbuka. Jika mereka memilih menjaga blok pertahanan tetap rapat, Bayern memiliki cukup kualitas untuk memindahkan bola sampai celah muncul.
Karena itu, pertarungan utama kemungkinan bukan sekadar soal siapa yang lebih banyak menguasai bola. Pertanyaannya adalah siapa yang lebih mampu mengendalikan ruang setelah kehilangan bola.
Elversberg harus menghindari kehilangan bola di area tengah. Sekali Bayern mendapatkan transisi dengan Olise, Diaz, dan Kane bergerak bersamaan, pertahanan tuan rumah akan berada dalam situasi sulit. Sebaliknya, Elversberg masih memiliki satu senjata: membuat pertandingan menjadi liar.
Dua kemenangan dengan skor 3-2 dan 4-3 menunjukkan bahwa mereka nyaman dalam pertandingan dengan banyak gol. Jika mampu memaksa Bayern bermain dalam tempo tinggi dan terus-menerus melakukan duel transisi, peluang mencuri gol tetap terbuka.
Namun, strategi tersebut juga seperti bermain dengan api. Semakin terbuka pertandingan, semakin besar pula keuntungan Bayern.
Bayern diprediksi mengontrol pertandingan
Elversberg baru memainkan satu pertandingan kandang musim ini dan langsung mengalahkan Leverkusen. Kemenangan itu memperpanjang rekor mereka menjadi empat kemenangan beruntun di URSAPHARM-Arena an der Kaiserlinde.
Dalam empat pertandingan tersebut, Elversberg mencetak 14 gol dan dua kali menjaga gawang tetap tanpa kebobolan. Jadi, Bayern tidak boleh menganggap laga ini sebagai formalitas.
Tetapi kualitas kedalaman skuad Bayern membuat situasinya berbeda. Ketika pertandingan memasuki fase akhir dan intensitas menurun, Die Bayern memiliki lebih banyak opsi untuk mengubah arah permainan.
Di lini tengah, Joshua Kimmich kemungkinan berduet dengan Aleksandar Pavlovic. Kombinasi tersebut dapat memberi Bayern kontrol lebih baik atas sirkulasi bola sekaligus menjaga tekanan setelah kehilangan penguasaan.
Di belakang, pulihnya sejumlah pemain membuat Kompany memiliki pilihan lebih lengkap dengan Josip Stanisic, Jonathan Tah, Kim Min-jae, dan Nathaniel Brown.
Elversberg, sementara itu, kehilangan Luis Seifert karena cedera pergelangan kaki dan Tom Zimmerschied akibat masalah punggung.
Perkiraan susunan pemain
Elversberg: Kristof; Gyamerah, Pinckert, Rohr, Gunther; Keidel, Poreba; Petkov, Onyeka, Campbell; Mokwa.
Bayern Munchen: Neuer; Stanisic, Tah, Kim Min-jae, Brown; Kimmich, Pavlovic; Olise, Saibari, Diaz; Kane.
Prediksi: Elversberg 1-4 Bayern Munchen.
Elversberg memang sedang terbang tinggi. Dua kemenangan atas Leverkusen dan Monchengladbach membuat mereka layak mendapat respek. Namun, Bayern adalah ujian dengan tingkat kesulitan yang berbeda.
Jika Elversberg mampu mencetak gol lebih dahulu, pertandingan bisa menjadi sangat menarik. Akan tetapi, apabila Bayern mencetak gol pembuka dan memaksa tuan rumah keluar dari blok pertahanan, ruang yang muncul justru dapat menjadi jalan bagi Die Bayern untuk mencetak lebih banyak gol.
Kekuatan serangan Bayern terlalu besar untuk diabaikan. Bayern kemungkinan kembali menemukan produktivitasnya. Elversberg bisa mencetak gol, tetapi sulit mempertahankan pertahanan selama 90 menit ketika menghadapi kombinasi Kane, Olise, dan Diaz. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi