RADARBANYUWANGI.ID – Juventus datang ke markas Sassuolo dengan satu modal penting: belum terkalahkan. Namun, ada satu masalah yang mulai sulit disembunyikan. Bianconeri mampu menciptakan banyak peluang, tetapi ketajaman di depan gawang belum sebanding dengan jumlah kesempatan yang mereka bangun.
Juventus akan bertandang ke Mapei Stadium untuk menghadapi Sassuolo dalam lanjutan Serie A. Pertandingan ini menjadi ujian menarik bagi pasukan Luciano Spalletti, terutama setelah mereka kehilangan sejumlah pemain penting akibat cedera.
Pada pertandingan sebelumnya, Juventus nyaris menelan kekalahan perdana musim ini ketika menghadapi AC Milan. Mereka akhirnya selamat setelah Federico Gatti mencetak gol sundulan pada penghujung laga untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Hasil tersebut membuat Juventus mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Sebelumnya, mereka mengalahkan Frosinone 1-0 dan Parma 2-0.
Tetapi statistik menunjukkan persoalan yang lebih dalam.
Juventus sudah melepaskan 55 tembakan dalam tiga pertandingan tersebut, tetapi baru menghasilkan empat gol. Angka itu memperlihatkan adanya jarak antara produktivitas peluang dan hasil akhir. Bahkan, pada situasi genting melawan Milan, Gatti yang berposisi sebagai bek harus dimanfaatkan sebagai penyerang darurat.
Itulah pekerjaan rumah terbesar Spalletti. Nick Woltemade dan Randal Kolo Muani, yang diharapkan menjadi solusi di lini depan, belum juga mencetak gol. Di saat yang sama, badai cedera membuat pilihan sang pelatih semakin terbatas.
Situasi tersebut menjadi semakin rumit karena Juventus harus memikirkan pertandingan Liga Europa yang menanti pekan depan. NEC Nijmegen akan bertandang ke Turin sehingga rotasi pemain menjadi bagian penting dalam perhitungan Spalletti. Namun sebelum memikirkan Eropa, Juventus harus lebih dahulu melewati Sassuolo.
Secara rekor pertemuan, Juventus memang memiliki alasan untuk percaya diri. Mereka menang 3-0 atas Sassuolo pada Januari dan rata-rata mampu mencetak 2,3 gol per pertandingan ketika menghadapi Neroverdi di Serie A. Akan tetapi, Mapei Stadium bukan tempat yang selalu ramah bagi Juventus.
Sassuolo mampu menahan Juventus 1-1 pada pertemuan berikutnya dan bahkan memenangi dua dari tiga pertemuan terakhir kedua tim di kandang mereka. Artinya, pertandingan ini tidak sesederhana melihat posisi atau nama besar kedua klub.
Sassuolo Mulai Menemukan Bentuk
Sassuolo justru datang dengan kepercayaan diri yang sedang tumbuh. Alberto Aquilani memang belum terlalu lama menangani tim, tetapi tanda-tanda positif mulai terlihat. Setelah mengawali Serie A dengan kekalahan 1-2 dari Atalanta, Sassuolo bangkit dengan kemenangan 2-1 atas Torino.
Mereka kemudian menyingkirkan Frosinone melalui adu penalti di Coppa Italia. Dalam empat pertandingan terakhir sebelum menghadapi Bologna, Sassuolo bahkan mencatat tiga kemenangan.
Derbi Emilia kontra Bologna menjadi bukti lain bahwa tim ini tidak mudah menyerah. Sassuolo sempat berada di jalur kemenangan sebelum gol penyama kedudukan Bologna pada masa tambahan waktu membuat laga berakhir 2-2.
Hasil itu memang terasa seperti kehilangan dua poin. Namun, ada sesuatu yang lebih penting: Sassuolo terlihat memiliki kombinasi pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman yang cukup menjanjikan untuk menjalani musim panjang.
Domenico Berardi menjadi salah satu pemain yang paling dinantikan. Penyerang berpengalaman tersebut sudah lama dikaitkan dengan Juventus, tetapi kini justru berpotensi menjadi ancaman bagi klub yang pernah mengincarnya.
Berardi kemungkinan akan berduet dengan Armand Lauriente di lini depan. Lauriente sendiri memiliki catatan menarik: ia menjadi pemain dengan jumlah tembakan terbanyak yang belum mencetak gol di Serie A musim ini.
Itu berarti Juventus tidak cukup hanya mengawasi pencetak gol. Mereka juga harus mematikan sumber peluang Sassuolo.
Juventus Kehilangan Banyak Pilar
Masalah terbesar Juventus terletak pada kondisi skuad. Khephren Thuram, Kenan Yildiz, dan kapten Manuel Locatelli termasuk pemain yang harus absen. Locatelli bahkan diperkirakan menepi selama beberapa bulan setelah mengalami cedera lutut serius ketika menghadapi mantan klubnya, Milan.
Jeremie Boga juga masuk daftar pemain yang absen setelah mengalami cedera hamstring. Juan Cabal, Jeff Ekhator, Andrea Cambiaso, dan Pape Sarr juga belum tersedia. Sementara itu, Weston McKennie masih memiliki peluang untuk kembali bermain.
Daftar tersebut membuat Spalletti harus berhati-hati menentukan komposisi. Pertandingan melawan Sassuolo bukan hanya soal tiga poin. Pelatih Juventus juga harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan menang dan menjaga kebugaran pemain menjelang laga Eropa.
Di kubu tuan rumah, situasinya relatif lebih stabil meski beberapa pemain juga absen. Fali Cande, Edoardo Pieragnolo, dan Ismael Kone masih berada dalam daftar cedera jangka panjang. Sebastian Walukiewicz, Daniel Boloca, dan Cristian Volpato juga diperkirakan tidak tampil.
Duel yang Bisa Menentukan Pertandingan
Pertandingan ini kemungkinan ditentukan oleh pertarungan di dua area. Pertama, bagaimana Sassuolo memanfaatkan ruang di belakang lini tengah Juventus. Absennya sejumlah pemain penting dapat mengurangi kemampuan Bianconeri mengontrol pertandingan. Kedua, efektivitas Juventus di kotak penalti.
Juventus sudah menunjukkan bahwa mereka mampu menciptakan peluang. Persoalannya adalah bagaimana mengubah peluang tersebut menjadi gol.
Jika Woltemade kembali kesulitan menemukan ruang, Juventus berpotensi mengulang persoalan yang sama seperti ketika menghadapi Milan: dominan dalam menciptakan kesempatan, tetapi membutuhkan pemain dari lini belakang untuk menyelamatkan pertandingan. Sebaliknya, Sassuolo memiliki peluang membuat laga berlangsung terbuka.
Mereka mempunyai Berardi sebagai pemain yang mampu menciptakan sesuatu dari situasi sempit, sementara Lauriente memiliki keberanian untuk terus menembak. Jika dua pemain tersebut mendapat ruang, pertahanan Juventus akan menghadapi ujian serius. Satu faktor yang membuat Juventus tetap lebih diunggulkan adalah kualitas pertahanan.
Bianconeri mungkin sedang bermasalah dalam penyelesaian akhir, tetapi secara struktur mereka masih terlihat lebih solid dibandingkan Sassuolo. Dan dalam pertandingan yang berpotensi ketat seperti ini, pertahanan sering kali menjadi pembeda.
Prediksi Susunan Pemain
Sassuolo: Muric; Cinquegrano, Idzes, Leysen, Doig; Adzic, Matic, Thorstvedt; Berardi, Bowie, Lauriente.
Juventus: Vicario; Kalulu, Bremer, Lucumi, Celik; Luiz, Koopmeiners; Conceicao, Gonzalez, Alajbegovic; Woltemade.
Menariknya, Vasilije Adzic, pemain yang dimiliki Juventus, baru saja mencetak gol di markas Bologna. Itu merupakan gol liga pertamanya sejak mencetak gol kemenangan Juventus dalam Derby d'Italia setahun lalu. Kini ia justru berpeluang menghadapi klub pemiliknya.
Prediksi: Sassuolo 1-2 Juventus
Juventus tetap layak ditempatkan sebagai favorit meskipun badai cedera membuat kekuatan mereka tergerus.
Sassuolo punya momentum, bermain di kandang, serta memiliki beberapa pemain yang mampu memberikan ancaman secara individual. Namun, Juventus mempunyai struktur pertahanan yang lebih meyakinkan.
Kuncinya tetap sama: efektivitas. Jika Juventus mampu mengubah sebagian peluang menjadi gol, mereka seharusnya memiliki cukup kualitas untuk membawa pulang tiga poin.
Pertandingan ini mungkin tidak dimenangi Juventus dengan cara yang meyakinkan. Namun, jika Bianconeri benar-benar ingin bersaing di papan atas, kemenangan dalam situasi sulit seperti inilah yang sering menjadi fondasi sebuah musim panjang. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi