RADAR BANYUWANGI - Lazio dan AC Milan sama-sama belum terkalahkan hingga pekan ketiga Serie A 2026/2027. Situasi itu membuat duel keduanya di Stadion Olimpico, Sabtu (12/9) malam WIB, menjadi ujian penting: Lazio datang dengan tiga kemenangan beruntun, sementara Milan berusaha mempertahankan tren positif setelah menahan Juventus.
Lazio saat ini mengoleksi sembilan poin dan berada di posisi ketiga klasemen. Tim asuhan Gennaro Gattuso tersebut menyapu bersih tiga pertandingan awal, termasuk kemenangan 2-1 atas Udinese pada laga terakhir.
Sementara itu, AC Milan mengantongi tujuh poin dan menempati peringkat keempat. Rossoneri belum terkalahkan dan baru saja membawa pulang satu poin dari markas Juventus setelah bermain 1-1.
Pertandingan Lazio kontra Milan dijadwalkan berlangsung di Stadio Olimpico pada Sabtu (12/9) pukul 18.00 waktu Italia atau sekitar pukul 23.00 WIB.
Gattuso Menghadapi Bayang-Bayang Milan
Duel ini memiliki cerita tersendiri bagi Gattuso. Pelatih Lazio tersebut pernah menjadi bagian penting dari AC Milan sebagai pemain.
Kini, ia justru berdiri di sisi berlawanan dan membawa Lazio menghadapi klub yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Statistik yang dicantumkan dalam data pertandingan menunjukkan Gattuso sudah tiga kali menghadapi Milan sebagai pelatih. Rekornya berimbang, dengan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Namun, situasi kali ini berbeda. Lazio sedang berada dalam momentum terbaiknya setelah meraih tiga kemenangan beruntun di awal musim.
Kemenangan 1-0 atas Genoa kemudian dilanjutkan dengan kemenangan 2-1 di markas Udinese. Sebelumnya, Lazio juga membuka musim dengan kemenangan 1-0 atas Bologna.
Milan Belum Kalah, tetapi Lazio Lebih Sempurna
AC Milan memang belum terkalahkan, tetapi catatan mereka belum sesempurna Lazio.
Dari tiga pertandingan, Milan mengoleksi dua kemenangan dan satu hasil imbang. Hasil imbang terakhir didapat ketika menghadapi Juventus dengan skor 1-1.
Meski demikian, ada modal penting yang dibawa Milan ke Olimpico. Rossoneri sedang menjalani tren tiga pertandingan tanpa kekalahan sekaligus mencetak gol dalam tiga laga beruntun.
Milan juga memiliki catatan tandang yang cukup menjanjikan. Mereka belum terkalahkan dalam dua pertandingan tandang terakhir.
Artinya, laga ini bukan sekadar duel peringkat ketiga melawan peringkat keempat. Pertandingan juga mempertemukan dua tim yang sama-sama sedang membangun fondasi kuat di awal musim.
Rekor Pertemuan Masih Milik Milan
Secara historis, Milan memiliki keunggulan atas Lazio.
Kedua tim telah bertemu sebanyak 195 kali. Milan mencatat 86 kemenangan, sedangkan Lazio meraih 43 kemenangan.
Di kompetisi Liga Italia, pertemuan keduanya juga lebih banyak dimenangi Milan. Dari 168 pertandingan, Milan meraih 74 kemenangan, Lazio menang 34 kali, sementara 60 laga lainnya berakhir imbang.
Namun, sejarah tersebut tidak otomatis menjadi jaminan.
Pertemuan terakhir justru menjadi milik Lazio. Pada 15 Maret 2026, Lazio mengalahkan Milan dengan skor 1-0.
Menariknya, rekor kandang Lazio melawan Milan juga relatif berimbang. Dari 94 pertandingan di Olimpico, masing-masing tim tercatat meraih 27 kemenangan.
Lazio Kehilangan Sejumlah Pemain
Lazio menghadapi pertandingan ini dengan sejumlah masalah kebugaran.
Nicolò Rovella tercatat mengalami cedera betis. Alessio Furlanetto masih menjalani pemulihan cedera ligamen cruciatum, sementara Patríc Gil mengalami cedera otot.
Andrea Pinamonti juga dilaporkan mengalami masalah pada pergelangan kaki.
Kondisi tersebut bisa menjadi tantangan bagi Gattuso dalam menentukan komposisi terbaiknya.
Meski begitu, Lazio tetap memiliki sejumlah pemain yang menjadi tumpuan, termasuk Mattia Zaccagni, Gustav Isaksen, Davide Frattesi, Kenneth Taylor, dan Reda Belahyane.
Modric Jadi Sorotan di Kubu Milan
Di sisi Milan, perhatian juga tertuju kepada Luka Modrić.
Gelandang berpengalaman tersebut masuk dalam susunan pemain terakhir Milan ketika menghadapi Juventus. Ia menjadi salah satu figur penting dalam lini tengah Rossoneri bersama Yunus Musah dan Adrien Rabiot.
Milan juga memiliki Mike Maignan di bawah mistar, sementara lini depan berpotensi mengandalkan Gonçalo Ramos.
Dengan komposisi tersebut, Milan memiliki kombinasi pengalaman dan tenaga muda yang bisa menjadi pembeda ketika menghadapi Lazio di Olimpico.
Duel yang Bisa Menentukan Momentum
Pertandingan ini menjadi lebih penting karena kedua tim sedang berada dalam fase awal membangun posisi di papan atas.
Lazio memiliki keunggulan tiga poin dan momentum tiga kemenangan beruntun. Milan hanya tertinggal dua poin, tetapi membawa kepercayaan diri setelah mampu menahan Juventus.
Karena itu, duel di Olimpico berpotensi menjadi pertandingan yang menentukan siapa yang mampu menjaga konsistensi lebih lama.
Lazio datang dengan sembilan poin sempurna, Milan mengejar dengan tujuh poin tanpa kekalahan. Dengan sejarah yang lebih berpihak kepada Milan tetapi momentum terkini milik Lazio, duel ini menjadi pertarungan antara pengalaman, tren positif, dan ambisi merebut papan atas Serie A. (*)
Editor : Ali Sodiqin