RADAR BANYUWANGI - Lazio vs AC Milan bukan sekadar pertarungan tiga poin di Serie A. Ruben Amorim justru menyoroti mentalitas Gennaro Gattuso sebagai contoh yang harus ditiru Milan, sementara Christian Pulisic dipastikan mendapat menit bermain dalam duel di Stadio Olimpico, Sabtu (12/9/2026).
Pertandingan Serie A antara Lazio vs AC Milan akan berlangsung pada hari Sabtu, 12 September 2026 pukul 23.00 WIB (siaran langsung televisi dimulai pukul 22.30 WIB).
Milan datang dengan peluang merebut puncak klasemen Serie A. Syaratnya jelas: mengalahkan Lazio.
Namun, Amorim memilih tidak terjebak pada hitung-hitungan klasemen. Pelatih Milan itu lebih tertarik membedah kekuatan lawan sekaligus mencari karakter yang menurutnya masih dibutuhkan skuad Rossoneri.
Lazio sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Di bawah Gennaro Gattuso, Biancocelesti menyapu bersih tiga pertandingan Serie A dengan kemenangan.
Bagi Amorim, performa tersebut bukan kebetulan.
Lazio Punya Identitas dan Kecepatan
Amorim menilai Lazio memiliki identitas permainan yang jelas. Tim berjuluk Elang tersebut disebut agresif dan mempunyai sejumlah pemain dengan kecepatan yang bisa merepotkan pertahanan Milan.
Kehadiran Davide Frattesi dari Inter Milan juga menjadi perhatian khusus.
"Frattesi merupakan tambahan sangat baik, memberinya banyak kemajuan di sepertiga akhir," kata Amorim seperti dikutip Football Italia.
Menurut dia, Lazio mampu membangun serangan dengan empat pemain di lini belakang dan tiga gelandang.
Dua pemain sayap Lazio juga dinilai memiliki kemampuan penguasaan bola yang baik. Ditambah penyerang anyar, kekuatan Lazio semakin komplet.
"Mereka nyaman, telah meraih tiga kemenangan. Mereka kalah di Coppa Italia, lalu memulai musim dengan sangat kuat," ujar Amorim.
Bagi Amorim, situasi tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola bisa berubah sangat cepat.
"Sepak bola memang lucu seperti itu," katanya.
Gattuso Jadi Contoh untuk Milan
Yang paling menarik dari pernyataan Amorim justru bukan soal taktik Lazio.
Pelatih Milan itu menjadikan Gattuso sebagai gambaran karakter yang ingin dia lihat dalam timnya sendiri.
Gattuso merupakan legenda Milan ketika masih menjadi pemain. Kini, ia berdiri di sisi berlawanan sebagai pelatih Lazio.
Namun, bagi Amorim, status tersebut tidak mengurangi rasa hormatnya.
"Gattuso adalah legenda Milan, dan saya pikir itu adalah citra yang sangat penting untuk tim kami saat ini," tutur Amorim.
Ada alasan khusus.
Amorim melihat semangat, agresivitas, dan daya juang Gattuso ketika masih bermain sebagai kualitas yang harus dimiliki Milan saat ini.
"Bakat saja tidak cukup. Semangat yang dia miliki saat bermain sepak bola, agresi, adalah sesuatu yang perlu kami tiru dalam cara kami bermain," tegasnya.
Amorim Akui Milan Kehilangan Semangat
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi evaluasi tersirat terhadap Milan.
Amorim menilai kemampuan individu saja tidak cukup untuk membawa sebuah tim menuju level yang diharapkan.
"Terkadang, lebih dari sekadar bakat, apa yang kami lewatkan dalam beberapa tahun terakhir adalah semangat itu," ujarnya.
Karena itu, duel melawan Lazio bisa menjadi ujian penting bagi karakter Milan.
Bukan hanya soal siapa yang memiliki pemain lebih berkualitas, tetapi tim mana yang mampu bermain lebih agresif, disiplin, dan berani ketika pertandingan memasuki fase sulit.
Christian Pulisic Kembali, Starter Masih Misteri
Kabar lain yang menjadi sorotan adalah kondisi Christian Pulisic.
Bintang Timnas Amerika Serikat tersebut belum mencatatkan menit kompetitif untuk Milan musim ini. Namun, Amorim memberikan sinyal kuat bahwa Pulisic akan kembali tampil menghadapi Lazio.
"Saya rasa kalian akan melihat Pulisic; saya tidak tahu apakah dia akan mulai atau masuk dari bangku cadangan. Saya rasa dia akan bermain setidaknya beberapa menit," kata Amorim.
Pulisic sebelumnya mengalami cedera. Persiapannya kemudian kembali terganggu setelah mengalami masalah pada sesi latihan pertama.
Situasi itu membuat Amorim tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan sang pemain tampil sebelum benar-benar siap.
Namun, sang pelatih juga menyukai satu hal dari Pulisic: rasa frustrasinya karena belum bisa bermain.
"Pulisic merasa marah saat ini karena dia belum bermain sama sekali, dan saya menyukainya," ujar Amorim.
Bagi Amorim, rasa lapar untuk kembali bermain merupakan sinyal positif.
Amorim Tak Mau Mengorbankan Pemain yang Tampil Bagus
Kembalinya Pulisic juga tidak otomatis membuatnya mendapat tempat utama.
Amorim menegaskan, pemain yang sedang tampil bagus tidak akan disingkirkan hanya karena ada nama besar yang kembali dari cedera.
"Tidak peduli seberapa hebat seorang pemain. Saya tidak akan mengeluarkan pemain yang tampil bagus untuk memasukkan pemain lain dari seluruh dunia," tegasnya.
Prinsip itu menjadi bagian dari cara kerja Amorim.
Terlebih setelah jeda internasional, Milan akan menghadapi jadwal padat. Dalam periode tersebut, skuad diperkirakan harus menjalani tiga pertandingan setiap pekan selama beberapa pekan.
Kondisi itu membuat rotasi menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan.
"Pulisic sangat penting bagi kami. Setelah jeda internasional, kami akan memiliki delapan minggu dengan tiga pertandingan per pekan," jelas Amorim.
Dengan jadwal sepadat itu, semua pemain kemungkinan mendapat kesempatan.
Milan Bisa ke Puncak, tetapi Amorim Tak Peduli Klasemen
Duel Lazio vs AC Milan juga memiliki konsekuensi besar bagi posisi klasemen.
Milan akan naik ke puncak Serie A apabila mampu mengalahkan Lazio. Sebab, Inter Milan dan Roma baru akan bermain pada Senin waktu setempat.
Meski begitu, Amorim mengaku tidak menjadikan posisi klasemen sebagai fokus utama.
"Tabel tidak penting sekarang. Saya bahkan tidak melihat tabel," katanya.
Pelatih asal Portugal tersebut mengaku tahu Lazio sudah mengoleksi sembilan poin. Namun, perhatian utamanya tetap tertuju pada pertandingan.
"Saya sangat fokus pada Lazio, tetapi pada saat ini itu tidak penting," tegas Amorim.
Dan itulah yang membuat laga di Stadio Olimpico menjadi lebih menarik.
Milan bukan hanya mengejar tiga poin atau peluang naik ke puncak klasemen. Amorim juga ingin melihat apakah timnya mampu menunjukkan semangat, agresivitas, dan karakter seperti yang ia kagumi dari Gattuso.
Sementara itu, kembalinya Pulisic memberi tambahan opsi di lini depan—meski belum ada kepastian apakah ia langsung menjadi starter.
Lazio sudah menunjukkan tiga kemenangan beruntun. Milan kini ditantang menjawabnya dengan kualitas yang lebih penting dari sekadar bakat: mentalitas pemenang. (*)
Editor : Ali Sodiqin