RADARBANYUWANGI.ID – Old Trafford kembali menjadi panggung pertarungan dua rival sekota. Manchester United dan Manchester City berjumpa pada pekan keempat Premier League 2026-2027, Minggu waktu setempat, dalam derby yang datang ketika kedua tim sama-sama membawa modal kemenangan di Liga Champions.
Manchester City lebih dulu mengamankan kemenangan 2-0 atas Porto. Manchester United kemudian tampil meyakinkan dengan melibas Sabah 4-0. Namun, jika melihat perjalanan mereka di Premier League, kondisi kedua klub justru berbanding terbalik.
Manchester City datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih tiga pertandingan liga. Sebaliknya, Manchester United baru mengoleksi empat poin dari tiga laga. Pasukan Michael Carrick bahkan sudah kehilangan poin ketika menghadapi lawan yang secara kualitas di atas kertas seharusnya bisa mereka atasi.
United mengawali musim dengan kekalahan mengejutkan 0-2 dari Hull City. Mereka kemudian bangkit dengan kemenangan telak 5-2 atas Ipswich Town, tetapi kembali gagal menang setelah ditahan Everton 2-2.
Hasil melawan Everton terasa menyakitkan karena United sempat berada dalam posisi yang lebih menguntungkan. Gol penyama kedudukan Ainsley Maitland-Niles pada menit-menit akhir membuat Setan Merah harus puas membawa pulang satu poin.
Masalah lain juga terlihat jelas. United telah kebobolan dua gol dalam tiga pertandingan Premier League pertama mereka. Itu merupakan kali kedua dalam 50 tahun terakhir mereka mengalami situasi tersebut. Sebelumnya, catatan serupa terjadi pada musim 2020-2021.
Menariknya, musim 2020-2021 justru berakhir dengan Manchester United sebagai runner-up Premier League. Artinya, statistik tersebut belum cukup untuk menjadi alasan menyimpulkan bahwa musim Carrick akan berjalan buruk. Tetapi ada satu persoalan yang tidak bisa diabaikan: konsistensi.
Kemenangan 4-0 atas Sabah menjadi respons yang sangat dibutuhkan. United mencatatkan clean sheet pertama musim ini dan mencetak setidaknya dua gol dalam tiga pertandingan berturut-turut di semua kompetisi. Momentum itu datang pada waktu yang tepat karena Carrick akan menghadapi ujian yang jauh lebih berat.
Carrick mengejar rekor 113 tahun
Derby Manchester kali ini juga menawarkan target sejarah bagi Carrick. Dalam periode keduanya sebagai pelatih Manchester United, Carrick memiliki catatan kandang yang impresif. Dia memenangkan sembilan dari 10 pertandingan Premier League di Old Trafford.
Kemenangan atas Manchester City akan membuat Carrick menjadi manajer Manchester United pertama dalam 113 tahun yang mampu memenangkan dua pertandingan derby liga pertamanya melawan City.
Sebelumnya, hanya A.H. Albut pada 1895 dan John Bentley pada 1913 yang mampu mencatatkan pencapaian tersebut. Ada alasan lain bagi United untuk percaya diri. Manchester City hanya memenangkan satu dari empat pertemuan terakhir melawan Manchester United di Premier League.
Bahkan pada pertemuan terakhir di Old Trafford musim lalu, United berhasil mengalahkan City 2-0 pada Januari. Namun, kondisi City saat ini jauh lebih mengkhawatirkan bagi tuan rumah.
Manchester City sempurna di Premier League
Jika Manchester United masih mencari stabilitas, Manchester City sudah menemukannya. Tim asuhan Enzo Maresca memenangkan tiga pertandingan pertama Premier League musim ini. Bournemouth ditundukkan 2-1, Crystal Palace dihajar 4-1, kemudian Coventry City dikalahkan 1-0.
Tiga kemenangan itu menempatkan City di puncak klasemen, dengan keunggulan tipis atas Arsenal berdasarkan jumlah gol yang dicetak. Kemenangan atas Coventry memang tidak spektakuler. City hanya mencetak satu gol melalui Erling Haaland.
Namun, pertandingan melawan Porto menunjukkan bahwa lini serang mereka tetap memiliki daya ledak. City menang 2-0 dan Haaland mencetak dua gol. Tambahan tersebut membuat penyerang Norwegia itu mengoleksi 42 gol dalam 39 pertandingan fase grup atau league phase Liga Champions.
Haaland juga memiliki catatan khusus ketika menghadapi Manchester United. Dia telah mencetak delapan gol dalam tujuh penampilan Premier League melawan Setan Merah. Hanya saja, dua gol di antaranya tercipta di Old Trafford.
Jika City kembali menang, mereka akan mengukir catatan baru. Ini akan menjadi kali ketujuh dalam sejarah klub mereka memulai musim Premier League dengan empat kemenangan beruntun. Catatan tersebut akan membuat City melewati Chelsea yang sebelumnya enam kali mampu melakukan hal serupa.
Luke Shaw berpeluang tampil pada laga ke-300
Manchester United mendapatkan kabar positif dari Luke Shaw. Bek kiri tersebut absen ketika United mengalahkan Sabah. Namun, Carrick menjelaskan bahwa Shaw mengalami kram, bukan cedera serius.
Shaw pun berpeluang kembali ke starting XI sekaligus menjalani pertandingan ke-300 di Premier League. Kendati demikian, United tetap kehilangan sejumlah pemain.
Carlos Baleba masih berkutat dengan masalah pergelangan kaki, Matthijs de Ligt mengalami cedera punggung, Manuel Ugarte bermasalah dengan lutut, Tom Heaton mengalami cedera hamstring, sedangkan Amad Diallo masih menjalani pemulihan cedera pergelangan kaki.
Di lini depan, Carrick menghadapi pilihan menarik antara Benjamin Sesko dan Matheus Cunha. Keduanya sama-sama mencetak gol ketika menghadapi Sabah. Marcus Rashford justru berpotensi menjadi pemain yang harus mengalah dan memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Komposisi itu menunjukkan bahwa Carrick memiliki beberapa opsi ofensif, tetapi pertanyaan utamanya tetap sama: apakah United mampu menjaga keseimbangan ketika menghadapi tekanan City?
City tanpa Doku, Haaland tetap jadi ancaman
Di kubu City, Jeremy Doku kemungkinan masih absen karena masalah betis. Sebaliknya, Nico O'Reilly telah pulih sepenuhnya dari cedera punggung yang membuatnya tidak masuk susunan pemain ketika melawan Coventry. Enzo Fernandez juga tampil sejak awal ketika menghadapi Coventry dan kemungkinan kembali dipercaya sebagai starter setelah tampil impresif saat melawan Porto.
Dia bahkan berperan langsung dalam terciptanya gol Haaland dengan memberikan umpan untuk sundulan penyerang tersebut. Ayyoub Bouaddi diperkirakan menjadi pemain yang keluar dari susunan utama untuk memberi tempat kepada Elliot Anderson.
Di depan, Haaland tetap menjadi pusat perhatian. Keberadaannya menjadi masalah besar bagi pertahanan United karena City memiliki kemampuan menciptakan ruang dan memasok bola kepada penyerang asal Norwegia tersebut dari berbagai area.
Adu produktivitas bisa membuat derby berlangsung terbuka
Ada satu statistik yang membuat prediksi pertandingan ini menarik. Manchester United dan Manchester City sama-sama melepaskan 19 tembakan tepat sasaran dalam tiga pertandingan pertama Premier League. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara tim-tim Premier League pada periode tersebut.
Artinya, kedua klub sama-sama memiliki kemampuan menciptakan ancaman ke gawang lawan. Perbedaannya terletak pada efektivitas dan kestabilan pertahanan.
United mencetak banyak gol, tetapi juga kebobolan terlalu mudah. City jauh lebih stabil dan belum kehilangan poin di liga. Karena itu, Manchester City secara matematis terlihat lebih layak diunggulkan. Namun, derby memiliki karakter berbeda.
United bermain di Old Trafford, memiliki momentum setelah menang 4-0 di Liga Champions, serta pernah mengalahkan City 2-0 di stadion yang sama musim lalu. Dengan kondisi tersebut, pertandingan berpotensi berlangsung terbuka sejak awal.
City memiliki kualitas untuk menghukum kesalahan United. Sebaliknya, lini serang Setan Merah juga cukup berbahaya untuk membuat pertahanan City bekerja keras.
Prediksi skor: Manchester United 2-2 Manchester City.
Hasil imbang menjadi skenario yang masuk akal. City mungkin lebih konsisten, tetapi United memiliki keuntungan kandang dan sejarah pertemuan terakhir yang cukup positif.
Derby Manchester kali ini bukan hanya soal siapa yang lebih kuat. Bagi United, pertandingan ini merupakan kesempatan membuktikan bahwa empat poin dari tiga pertandingan awal bukan pertanda krisis.
Bagi City, kemenangan akan membuka peluang mencatat start sempurna sekaligus menciptakan rekor baru dalam sejarah Premier League. Dan di Old Trafford, satu kesalahan kecil bisa menjadi pembeda antara tiga poin dan penyesalan.
Perkiraan Susunan Pemain
Manchester United (4-2-3-1):
Lammens; Dalot, Maguire, Martinez, Shaw; Tielemans, Mainoo; Mbeumo, Fernandes, Cunha; Sesko.
Manchester City (4-2-3-1):
Donnarumma; Nunes, Guehi, Dias, Gvardiol; Anderson, Fernandez; Semenyo, Cherki, Ndiaye; Haaland. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi