RADARBANYUWANGI.ID – Venezia dan Fiorentina sama-sama datang dengan modal buruk ketika bertemu pada pekan lanjutan Serie A. Kedua tim belum mengoleksi satu pun poin dari tiga pertandingan awal, sehingga duel di Stadio Penzo pada Jumat menjadi kesempatan penting untuk mengakhiri paceklik.
Fiorentina bahkan membawa persoalan yang lebih besar. Start buruk membuat manajemen bergerak cepat dengan mengganti pelatih Fabio Grosso yang hanya bertahan dalam empat pertandingan kompetitif.
Paolo Vanoli kemudian kembali dipercaya menangani Fiorentina. Ia bukan sosok asing karena musim lalu pernah menjadi pelatih interim yang membantu klub tersebut keluar dari ancaman degradasi.
Kini Vanoli menghadapi pekerjaan yang tidak sederhana. Fiorentina melakukan perombakan besar pada skuad, sekaligus mendatangkan sejumlah pemain baru seperti Beto, Pedro Goncalves, dan Willy Gnonto.
Pergantian pelatih di awal musim memang bisa menjadi perjudian. Namun, bagi Fiorentina, perubahan tersebut diharapkan mampu mengembalikan organisasi permainan yang hilang dalam tiga laga pertama Serie A.
Fiorentina Terpuruk Sejak Awal Musim
Fiorentina mengawali kompetisi dengan cara yang jauh dari harapan. Mereka kalah 0-4 dari Roma, kemudian kembali dipermalukan di kandang sendiri setelah takluk 0-3 dari tim promosi Frosinone.
Kekalahan berikutnya datang ketika Torino mencuri kemenangan 2-1. Fiorentina sebenarnya mampu mencetak gol, tetapi kembali gagal menjaga keunggulan dan kehilangan poin pada fase akhir pertandingan.
Rangkaian hasil tersebut membuat Grosso kehilangan pekerjaannya meski baru ditunjuk pada musim panas.
Vanoli kini dituntut segera menemukan formula yang tepat. Salah satu persoalan terbesar Fiorentina adalah keseimbangan antara lini belakang dan lini depan. Mereka memiliki banyak pemain menyerang dengan kualitas individu, tetapi belum mampu mengubah potensi tersebut menjadi permainan yang konsisten.
Kehadiran Beto menjadi salah satu sorotan. Penyerang tersebut didatangkan sebagai pengganti Moise Kean dan harus bersaing dengan Mateo Pellegrino untuk mendapatkan tempat utama.
Pellegrino memiliki modal setelah mencetak gol melalui tembakan dari luar kotak penalti saat melawan Torino. Vanoli harus menentukan apakah pengalaman Beto atau momentum Pellegrino yang lebih cocok untuk pertandingan di Venezia.
Venezia Tak Kalah Mengkhawatirkan
Situasi Venezia sebenarnya lebih mudah dipahami. Setelah menjadi juara Serie B pada Mei, mereka kembali ke kasta tertinggi dengan target utama bertahan. Namun, tiga pertandingan awal justru berakhir dengan tiga kekalahan.
Venezia kalah 0-2 dari Lecce, kemudian takluk 0-2 di markas AC Milan. Pada pertandingan terakhir, Giovanni Stroppa dan anak asuhnya kembali gagal meraih poin setelah kalah dramatis 2-3 dari Frosinone.
Padahal, Venezia sempat menunjukkan perlawanan kuat setelah John Yeboah dan Richie Sagrado membawa mereka kembali ke pertandingan pada babak kedua. Sayangnya, gol kemenangan Frosinone pada menit-menit akhir membuat perjuangan tersebut sia-sia.
Kekalahan itu terasa semakin menyakitkan karena Frosinone merupakan salah satu tim yang berpotensi menjadi pesaing langsung dalam perebutan keselamatan dari degradasi. Venezia juga harus segera menemukan solusi. Setelah menghadapi Fiorentina, jadwal mereka semakin berat karena harus berhadapan dengan Lazio, Atalanta, dan Napoli.
Artinya, pertandingan melawan Fiorentina bukan sekadar perebutan tiga poin. Ini merupakan kesempatan bagi Venezia untuk mendapatkan momentum sebelum memasuki rangkaian laga yang jauh lebih sulit.
Pertahanan Jadi Titik Lemah Kedua Tim
Jika melihat tiga pertandingan awal Serie A, satu kesamaan mencolok terlihat dari kedua kubu: pertahanan mereka belum meyakinkan. Venezia sudah kebobolan enam gol dalam tiga laga, sedangkan Fiorentina kemasukan sembilan gol.
Fiorentina bahkan gagal mencetak gol dalam dua pertandingan pertamanya. Masalah mereka bukan hanya produktivitas, tetapi juga kemampuan menjaga struktur ketika kehilangan bola. Vanoli kemungkinan tidak akan langsung mengubah seluruh sistem secara ekstrem. Pendekatan pragmatis justru lebih masuk akal mengingat ia baru kembali menangani tim.
Sementara itu, Venezia harus memanfaatkan situasi transisi. Kecepatan John Yeboah dapat menjadi senjata penting untuk mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan Fiorentina. Pertarungan di lini tengah juga berpotensi menentukan. Tim yang mampu memenangkan perebutan bola kedua akan memiliki peluang lebih besar mengendalikan tempo pertandingan.
Berita Tim Venezia vs Fiorentina
Venezia masih kehilangan Marin Sverko, Bartol Franjic, dan Andrea Adorante karena cedera. Toma Basic juga masih diragukan tampil. Armel Bella-Kotchap turut menjadi perhatian setelah ditarik keluar pada pertandingan sebelumnya akibat masalah otot.
Pasquale Mazzocchi dan Juan Jesus belum berada dalam kondisi kebugaran terbaik. Stroppa sebelumnya mengisyaratkan keduanya kemungkinan belum siap bermain sejak menit awal, sehingga lebih mungkin memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Di kubu Fiorentina, Fabiano Parisi menjadi satu-satunya pemain yang dipastikan absen karena cedera jangka panjang.
Fiorentina terus melakukan aktivitas transfer hingga hari terakhir. Beberapa pemain baru bahkan sudah mendapatkan kesempatan debut pada pertandingan sebelumnya, termasuk Beto, Gnonto, dan Alieu Njie. Pergantian Grosso ke Vanoli juga membuka kemungkinan perubahan susunan pemain. Namun, Vanoli dikenal lebih pragmatis sehingga perubahan besar-besaran belum tentu langsung dilakukan.
Prediksi Susunan Pemain
Venezia: Stankovic; Schingtienne, Halhal, Moreno; Hainaut, Sohm, Busio, Perez, Haps; Yeboah, Adams.
Fiorentina: De Gea; Mario, Dragusin, Ranieri, Valdepenas; Fagioli, Ndour; Mastantuono, Atta, Njie; Pellegrino.
Prediksi skor: Venezia 1-2 Fiorentina.
Pertandingan ini berpotensi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama mengejar poin pertama di Serie A. Venezia memiliki keuntungan bermain di kandang dan bisa tampil tanpa beban besar setelah menyadari bahwa lawannya juga sedang mengalami krisis.
Namun, Fiorentina memiliki kedalaman skuad dan kualitas individu yang lebih menjanjikan. Jika Vanoli mampu membuat lini belakang lebih disiplin sekaligus memaksimalkan pemain-pemain barunya, Fiorentina seharusnya memiliki cukup modal untuk membawa pulang kemenangan.
Venezia kemungkinan mampu memberikan perlawanan, terutama melalui serangan balik. Akan tetapi, kualitas lini depan Fiorentina menjadi pembeda.
Kemenangan akan menjadi lebih dari sekadar tiga poin bagi Fiorentina. Hasil tersebut bisa menjadi titik awal bagi Vanoli untuk memulihkan kepercayaan diri tim setelah awal musim yang berantakan. Sebaliknya, Venezia harus menghindari kekalahan jika tidak ingin semakin dini terjebak dalam persaingan zona degradasi. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi