RADARBANYUWANGI.ID – SLavia Praha akan mengawali perjalanan mereka di fase liga Liga Champions 2026-2027 dengan menjamu Lens di Fortuna Arena, Praha, Kamis malam. Duel ini berpotensi berlangsung terbuka karena kedua tim memiliki lini depan agresif, tetapi datang dengan modal dan persoalan yang berbeda.
Pertemuan SLavia Praha dan Lens sebenarnya bukan kali pertama. Kedua klub pernah berhadapan pada putaran ketiga Piala UEFA musim 1995-1996. Saat itu, SLavia Praha keluar sebagai pemenang dengan keunggulan agregat 1-0.
Kini, lebih dari tiga dekade berselang, keduanya kembali bertemu di panggung Eropa dengan taruhan yang jauh lebih besar.
SLavia Praha Ingin Mengakhiri Kutukan Liga Champions
SLavia Praha tampil di fase utama Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun. Ini juga menjadi penampilan keempat mereka sepanjang sejarah kompetisi setelah berhasil mempertahankan gelar Liga Ceko pada musim 2025-2026.
Performa domestik Slavia musim lalu cukup mengesankan. Mereka hanya menelan satu kekalahan dalam 30 pertandingan dan mengakhiri kompetisi dengan keunggulan delapan poin atas rival sekota, Sparta Prague. Ketangguhan itu berlanjut pada awal musim baru.
Di bawah asuhan Jindrich Trpisovsky, Slavia belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan liga. Mereka mengoleksi 17 poin dari lima kemenangan dan dua hasil imbang, sekaligus bertengger di puncak klasemen. Modal terakhir mereka juga sangat meyakinkan. Slavia menghancurkan Brno dengan skor 4-0 di kandang pada akhir pekan lalu.
Produktivitas tiga gol per pertandingan dalam tujuh laga awal memperlihatkan betapa agresifnya permainan mereka. Lebih menarik lagi, pertahanan Slavia baru kebobolan lima kali di kompetisi domestik musim ini. Namun, Liga Champions menghadirkan cerita berbeda.
SLavia Praha belum meraih kemenangan dalam 19 pertandingan terakhir mereka di kompetisi tersebut. Rinciannya, mereka tujuh kali bermain imbang dan 12 kali kalah.
Kemenangan terakhir Slavia di Liga Champions bahkan terjadi pada September 2007 ketika mereka mengalahkan Steaua Bucharest 1-0.
Musim lalu, Slavia juga menjalani fase liga yang mengecewakan. Mereka hanya mampu finis di posisi ke-33 dari 36 tim setelah mengakhiri delapan pertandingan dengan tiga hasil imbang dan lima kekalahan.
Karena itu, pertandingan melawan Lens bukan sekadar laga pembuka. Ini menjadi kesempatan bagi Slavia untuk mengubah narasi buruk mereka di level elite Eropa.
Ada satu statistik yang bisa membuat tuan rumah lebih percaya diri. Slavia memenangkan empat dari enam pertandingan terakhir melawan klub Prancis. Mereka hanya dua kali kalah dalam periode tersebut.
Lens Datang dengan Kepercayaan Diri yang Belum Stabil
Lens juga memiliki alasan kuat untuk percaya diri. Musim lalu, Les Sang et Or secara mengejutkan finis sebagai runner-up Ligue 1. Mereka bahkan mampu memberikan tekanan serius kepada Paris Saint-Germain dalam perebutan gelar.
Tidak berhenti di sana, Lens kemudian memenangkan Coupe de France untuk pertama kalinya pada Mei sebelum menambah trofi Trophée des Champions pada Agustus. Namun, pergantian pelatih membuat awal musim 2026-2027 mereka belum sepenuhnya mulus.
Dino Toppmöller kini menjadi juru taktik Lens setelah menggantikan Pierre Sage. Pelatih asal Jerman itu mengawali kiprahnya dengan kemenangan telak 5-2 atas Auxerre. Sayangnya, hasil tersebut tidak berlanjut.
Lens kemudian kalah 1-2 dari Strasbourg dan kembali tumbang 0-1 ketika menghadapi Lorient pada akhir pekan lalu. Liga Champions datang di saat Lens sedang berusaha menemukan kembali stabilitas permainan.
Menariknya, Lens memiliki catatan cukup positif dalam pertandingan pembuka kompetisi Eropa. Dalam empat kampanye besar Eropa terakhir, mereka selalu terhindar dari kekalahan pada laga pertama, meski seluruh pertandingan berakhir imbang.
Produktivitas juga menjadi kekuatan mereka. Dari 18 pertandingan fase grup Liga Champions sepanjang sejarah, Lens hanya tiga kali gagal mencetak gol. Masalah terbesar justru muncul ketika mereka bermain tandang.
Lens tidak pernah menang dalam 13 pertandingan tandang terakhir di kompetisi Eropa level utama. Dalam periode tersebut, mereka mencatat lima hasil imbang dan delapan kekalahan. Kemenangan tandang terakhir mereka terjadi pada September 2005 ketika mengalahkan Grodzisk dengan skor 4-2 di putaran pertama Piala UEFA.
Berita Tim SLavia Praha
SLavia Praha diperkirakan tidak dapat menurunkan Lukas Provod dan David Zima karena masing-masing mengalami masalah pada pergelangan kaki dan gegar otak. Tomas Holes juga masih berada dalam daftar pemain yang absen.
Mojmir Chytil menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan. Penyerang tersebut telah mencetak empat gol musim ini dan semuanya lahir ketika bermain di kandang. Namun, Chytil harus bersaing dengan Tomas Chory untuk mendapatkan tempat di lini depan setelah Chory mencetak dua gol saat menghadapi Brno.
David Jurasek dan Emmanuel Ayaosi juga berpeluang kembali menjadi starter setelah keduanya mencetak gol sebagai pemain pengganti pada pertandingan sebelumnya. Di lini tengah, Michal Sadilek dan Wiktor Nowak diperkirakan menjadi pasangan yang menjaga keseimbangan permainan Slavia.
Berita Tim Lens
Lens memiliki persoalan cedera yang lebih berat.
Maik Nawrocki mengalami cedera ligamen anterior, sedangkan Jonathan Gradit, Samson Baidoo, Nidal Celik, dan Jhoanner Chavez juga masih menjalani pemulihan dari cedera masing-masing. Yacine Titraoui diragukan tampil akibat cedera paha yang didapat saat menghadapi Lorient. Kondisi Matthieu Udol juga masih harus diperiksa menjelang pertandingan.
Di tengah masalah tersebut, Florian Thauvin menjadi salah satu sumber optimisme Lens. Sang kapten mengawali musim dengan impresif. Ia telah mencetak empat gol dalam empat pertandingan, termasuk tiga gol pembuka pertandingan.
Thauvin diperkirakan kembali dimainkan di belakang penyerang bersama Thorgan Hazard. Sementara itu, Abdallah Sima berpeluang memimpin lini depan menghadapi mantan klubnya.
Lens juga berpotensi memberikan debut kepada Jean-Clair Todibo. Bek tersebut dipinjam dari West Ham United pada bursa transfer musim panas dan dapat langsung ditempatkan dalam skema tiga bek bersama Ismaelo Ganiou serta Kyllian Antonio.
Perkiraan Susunan Pemain
SLavia Praha: Markovic; Chaloupek, N'Guessan, Zima; Isife, Sadilek, Nowak, Jurasek; Ayaosi, Chytil, Sturm.
Lens: Risser; Todibo, Ganiou, Antonio; Aguilar, Haidara, Cuisance, Skoras; Thauvin, Hazard; Sima.
Prediksi skor: SLavia Praha 2-2 Lens.
Pertandingan ini memiliki semua bahan untuk menjadi salah satu laga pembuka fase liga yang menarik. SLavia Praha sedang berada dalam kondisi sangat produktif. Rata-rata tiga gol per pertandingan dalam tujuh laga domestik menunjukkan bahwa mereka memiliki daya gedor yang sulit diabaikan, terlebih pertandingan dimainkan di Fortuna Arena.
Lens, di sisi lain, memiliki fleksibilitas taktik yang memungkinkan mereka meredam agresivitas tuan rumah. Kehadiran Thauvin dan Hazard juga memberikan variasi dalam membangun serangan dari lini kedua. Persoalannya, kedua tim memiliki titik lemah masing-masing.
Slavia membawa beban psikologis dari 19 pertandingan tanpa kemenangan di Liga Champions. Lens sementara itu harus mematahkan catatan buruk 13 pertandingan tandang tanpa kemenangan di kompetisi Eropa level utama. Karena itu, pertandingan kemungkinan tidak akan berjalan satu arah.
Slavia punya keuntungan kandang dan produktivitas yang sedang tinggi. Lens memiliki pengalaman serta kualitas individu untuk memberikan perlawanan. Dengan kedua tim sama-sama memiliki kemampuan mencetak gol, hasil imbang menjadi skenario yang cukup masuk akal.
Jika prediksi tersebut terwujud, laga di Praha berpotensi menjadi duel terbuka dengan jual beli serangan hingga menit akhir. Bagi Slavia, satu poin belum tentu terasa memuaskan, tetapi bagi Lens, membawa pulang hasil positif dari kandang lawan bisa menjadi fondasi penting untuk membangun momentum di fase liga Liga Champions musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi