Manchester United vs Sabah: Setan Merah Bidik Start Manis di Liga Champions

Niklaas Andries • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 10:48 WIB
COMEBACK EROPA: Manchester United akan hadapi Sabah di laga perdana LIga Champions (Manchester United)
COMEBACK EROPA: Manchester United akan hadapi Sabah di laga perdana LIga Champions (Manchester United)

RADARBANYUWANGI.ID – Manchester United menghadapi Sabah pada laga pembuka fase liga Liga Champions 2026-2027 di Old Trafford, Kamis malam. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Setan Merah tidak sekadar memburu tiga poin, tetapi juga membutuhkan awal meyakinkan untuk mengembalikan reputasi mereka di panggung elite Eropa.

Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Manchester United. Setelah absen dari kompetisi Eropa pada musim 2025-2026, klub Inggris tersebut akhirnya kembali ke Liga Champions.

Sebaliknya, Sabah datang dengan cerita yang jauh berbeda. Klub asal Azerbaijan itu untuk pertama kalinya menembus fase liga Liga Champions setelah melewati perjalanan panjang di babak kualifikasi. Di atas kertas, Manchester United tetap lebih diunggulkan. Namun, performa Sabah sepanjang kualifikasi membuat laga ini tidak layak dianggap sebagai formalitas.

Manchester United Dibebani Ekspektasi Besar

Manchester United memasuki Liga Champions dengan tekanan yang tidak kecil. Ini merupakan penampilan ke-26 mereka di kompetisi tersebut, sekaligus rekor terbanyak bagi klub Inggris.

Musim terakhir mereka di Liga Champions terjadi pada 2023-2024. Saat itu, Manchester United justru gagal melewati fase grup setelah hanya finis di posisi keempat dalam persaingan yang melibatkan Bayern Munich, Copenhagen, dan Galatasaray. Kini, Michael Carrick dituntut membawa perubahan.

Target realistis Manchester United bukan sekadar lolos ke fase gugur. Mereka harus menunjukkan bahwa tim ini mampu kembali bersaing di level tertinggi Eropa setelah beberapa musim mengalami inkonsistensi. Masalahnya, performa domestik mereka belum sepenuhnya meyakinkan.

Manchester United hanya mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan Premier League musim ini. Hasil imbang 2-2 melawan Everton pada akhir pekan membuat mereka berada di posisi ke-11 klasemen, tertinggal lima poin dari pemuncak sementara, Manchester City. Situasi tersebut membuat pertandingan melawan Sabah menjadi penting.

Kemenangan dengan performa meyakinkan dapat menjadi fondasi psikologis sebelum mereka menghadapi pertandingan besar melawan Manchester City pada akhir pekan. Manchester United memang memiliki sejarah panjang di kompetisi ini. Mereka telah tiga kali mengangkat trofi Piala Eropa/Liga Champions, yakni pada 1968, 1999, dan 2008.

Namun, masa kejayaan tersebut kini terasa jauh. Penampilan terakhir mereka di fase gugur terjadi pada 2021-2022. Saat itu, perjalanan mereka terhenti di babak 16 besar setelah disingkirkan Atletico Madrid.

Pada fase liga musim ini, tantangan Manchester United juga tidak ringan. Mereka masih harus menghadapi Atletico Madrid, Como, Roma, Sporting Lisbon, RB Leipzig, Bayern Munich, dan Villarreal. Artinya, laga melawan Sabah merupakan salah satu kesempatan terbaik untuk mengamankan tiga poin sejak awal.

Sabah Bukan Lawan yang Datang untuk Bertahan

Jika Manchester United baru memulai perjalanan mereka, Sabah sudah melewati delapan pertandingan di kompetisi ini sejak awal Juli. Perjalanan klub Azerbaijan tersebut terbilang impresif. Sabah berhasil melewati TNS, KuPS, Aarhus, dan Hapoel Be'er Sheva pada babak kualifikasi untuk memastikan tempat bersejarah di fase liga.

Mereka juga datang ke Old Trafford dengan kepercayaan diri tinggi setelah menghancurkan Zira 5-0 dalam pertandingan liga domestik. Di kompetisi Azerbaijan, Sabah bahkan mengawali musim dengan sempurna. Mereka meraih sembilan poin dari tiga pertandingan dan kini berada di puncak klasemen.

Tim asuhan Valdas Dambrauskas itu juga memiliki catatan menarik di Liga Champions. Dari delapan pertandingan yang dimainkan musim ini, Sabah meraih enam kemenangan dan mencatat empat clean sheet. Statistik tersebut menjadi peringatan bagi Manchester United.

Sabah memang tidak memiliki pengalaman sebesar tuan rumah, tetapi mereka datang dengan ritme pertandingan yang jauh lebih tinggi.

Selain itu, Manchester United memiliki catatan buruk dalam beberapa pertandingan terakhir di fase grup/fase liga Liga Champions. Mereka hanya memenangkan satu dari tujuh pertandingan terakhir pada tahap tersebut dan menelan empat kekalahan. Pertahanan menjadi salah satu titik yang paling mungkin dieksploitasi Sabah.

Joy-Lance Mickels Jadi Ancaman

Sabah memiliki beberapa pemain yang patut diperhatikan Manchester United. Joy-Lance Mickels menjadi salah satu pemain paling produktif. Pemain berusia 32 tahun tersebut telah mencetak delapan gol dan memberikan satu assist dalam 11 penampilan musim ini.

Veljko Simic juga tidak kalah berbahaya. Ia telah mengemas tujuh gol dan satu assist. Keduanya berpotensi menguji lini belakang Manchester United yang belum sepenuhnya stabil.

Karena itu, Manchester United tidak boleh terlalu larut dalam dominasi penguasaan bola. Mereka harus mampu mengontrol transisi permainan dan mencegah Sabah memperoleh ruang di sekitar kotak penalti.

Manchester United Tanpa Sejumlah Pemain

Manchester United dipastikan belum dapat menurunkan sejumlah pemain karena masalah kebugaran. Matthijs de Ligt, Manuel Ugarte, Carlos Baleba, Amad Diallo, dan Tom Heaton masih berada dalam daftar pemain yang absen.

Marcus Rashford juga harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut setelah ditarik keluar ketika menghadapi Everton karena mengalami masalah ringan.

Carrick diperkirakan melakukan rotasi karena Manchester United akan menghadapi Manchester City pada pertandingan berikutnya. Leny Yoro, Noussair Mazraoui, Andrey Santos, dan Benjamin Sesko berpeluang masuk starting XI.

Sesko sendiri menunjukkan perkembangan positif. Penyerang tersebut kembali mendapatkan menit bermain sebagai pemain pengganti saat menghadapi Everton dan berhasil mencetak gol pada penghujung pertandingan. Kini, ia berpeluang dipercaya sejak menit pertama.

Perkiraan Susunan Pemain

Manchester United: Lammens; Dalot, Yoro, Martinez, Mazraoui; Santos, Mainoo; Mbeumo, Fernandes, Cunha; Sesko.

Sabah: Pokatilov; Solvet, Dashdamirov, Puchacz, Zedadka; Rakhmonaliev, Isaev, Lepinjica, Parris; Mickels, Simic.

Prediksi skor: Manchester United 3-1 Sabah.

Manchester United seharusnya memiliki kualitas individu dan kedalaman skuad yang lebih baik. Bermain di Old Trafford juga memberikan keuntungan besar bagi pasukan Carrick. Namun, clean sheet bukan sesuatu yang mudah diprediksi.

Masalah pertahanan Manchester United masih menjadi tanda tanya, sedangkan Sabah memiliki pemain-pemain yang sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi. Karena itu, pertandingan berpotensi berlangsung lebih terbuka daripada yang diperkirakan.

Manchester United kemungkinan mendominasi permainan dan menciptakan lebih banyak peluang, tetapi Sabah punya kapasitas untuk mencuri gol melalui serangan balik.

Bagi Manchester United, kemenangan adalah kewajiban. Namun, cara mereka meraih kemenangan akan menjadi indikator yang jauh lebih penting.

Jika mampu menang sekaligus memperbaiki organisasi pertahanan, laga ini bisa menjadi titik awal kebangkitan di Eropa. Sebaliknya, jika kembali kebobolan dengan mudah, persoalan lama Setan Merah akan terus membayangi perjalanan mereka di Liga Champions. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Liga Champions 2026-2027 berita Manchester United Manchester United vs Sabah prediksi Manchester United vs Sabah benjamin sesko