Fenerbahce vs Roma: Duel Comeback Liga Champions, Siapa Lebih Diunggulkan?

Niklaas Andries • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 09:46 WIB
PELUANG MENANG: Fenerbahce akan jamu AS Roma di laga awal Liga Champions (Fenerbahce)
PELUANG MENANG: Fenerbahce akan jamu AS Roma di laga awal Liga Champions (Fenerbahce)

RADARBANYUWANGI.ID – Setelah menunggu bertahun-tahun, Fenerbahce dan AS Roma akhirnya kembali merasakan atmosfer Liga Champions. Dua klub yang selama ini lebih akrab dengan kompetisi Eropa kasta kedua dan ketiga itu akan berhadapan di Stadion Sukru Saracoglu, Kamis.

Pertandingan ini bukan sekadar duel dua klub besar. Bagi Fenerbahce dan Roma, laga tersebut menjadi penanda bahwa mereka kembali berada di panggung utama sepak bola Eropa.

Fenerbahce terakhir kali tampil di fase utama Liga Champions pada 2008. Setelah itu, perjalanan menuju kompetisi elite UEFA berkali-kali kandas di babak kualifikasi.

Sementara itu, Roma harus menunggu sekitar tujuh tahun untuk kembali ke Liga Champions. Dalam periode tersebut, klub ibu kota Italia itu sempat mengukir sejarah dengan menjadi juara perdana Liga Konferensi Europa. Kini, kedua tim datang dengan situasi yang cukup kontras.

Fenerbahce Akhirnya Menembus Liga Champions

Perjalanan Fenerbahce menuju fase liga musim ini tidak mudah. Klub Turki tersebut sudah sembilan kali tersingkir di babak kualifikasi sejak terakhir kali tampil di Liga Champions pada 2008.

Kegagalan musim lalu bahkan menjadi salah satu titik balik penting. Fenerbahce disingkirkan Benfica, hasil yang kemudian diikuti kepergian Jose Mourinho.

Domenico Tedesco sempat dipercaya membangun kembali tim. Namun, Fenerbahce tetap gagal merebut gelar Super Lig karena harus mengakui keunggulan rival sekota, Galatasaray. Situasi itu kemudian membuat Ismail Kartal kembali dipercaya menangani tim.

Di bawah Kartal, Fenerbahce berhasil melewati Gornik Zabrze dan Sturm Graz sebelum menghadapi Lyon di babak playoff. Duel tersebut berlangsung panas dan penuh tekanan, tetapi Fenerbahce akhirnya memastikan tiket ke fase liga. Penantian panjang pun berakhir.

Selama menunggu kembali ke Liga Champions, Fenerbahce telah memainkan 154 pertandingan di kompetisi UEFA. Angka tersebut menunjukkan betapa panjang perjalanan mereka sebelum akhirnya kembali duduk di meja utama sepak bola Eropa. Namun, ada satu persoalan yang mengganjal.

Fenerbahce mengawali kompetisi domestik dengan buruk. Mereka langsung kalah dari Genclerbirligi pada pekan pembuka. Dua kemenangan beruntun sempat mengangkat kepercayaan diri, tetapi kekalahan kandang dari Besiktas pada Sabtu kembali menjadi peringatan.

Artinya, Fenerbahce datang ke laga ini dengan modal kandang yang kuat, tetapi performa terkini belum sepenuhnya meyakinkan.

Roma Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Jika Fenerbahce masih mencari stabilitas, Roma justru tiba di Istanbul dengan momentum yang sangat positif. Musim lalu, Roma menutup Serie A dengan lima kemenangan beruntun. Mereka mencetak sedikitnya dua gol dalam setiap laga tersebut dan hanya kebobolan dua kali.

Performa itu membawa Roma finis di posisi ketiga Serie A, sekaligus menjadi awal yang sangat menjanjikan bagi Gian Piero Gasperini dalam musim pertamanya sebagai pelatih klub tersebut. Pengalaman Gasperini di level Eropa juga menjadi modal penting.

Ia pernah membawa Atalanta menjuarai Liga Europa pada 2024. Ketika menangani Atalanta, Gasperini juga hanya mengalami empat kekalahan dalam 23 pertandingan fase grup Liga Champions terakhirnya. Kini, sentuhan tangan pelatih berusia tersebut mulai terlihat di Roma.

Giallorossi mengawali musim baru dengan tiga kemenangan berturut-turut. Mereka telah mencetak 10 gol dan belum kehilangan satu poin pun. Donyell Malen menjadi salah satu alasan utama mengapa Roma begitu berbahaya. Penyerang tersebut sudah mencetak lima gol dan langsung menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan.

Roma juga baru saja mencatatkan kemenangan dramatis atas mantan klub Gasperini, Atalanta. Comeback tersebut semakin mempertebal keyakinan bahwa tim ibu kota Italia itu sedang berada dalam fase terbaik.

Duel Dybala-Malen Jadi Ancaman Utama Roma

Salah satu pertarungan menarik dalam laga ini berada di lini depan Roma. Paulo Dybala diprediksi menjadi pemain yang beroperasi di belakang Malen. Kombinasi kreativitas Dybala dan ketajaman Malen dapat menjadi masalah besar bagi pertahanan Fenerbahce.

Dybala memiliki catatan impresif di Liga Champions. Ia terlibat langsung dalam 12 gol dari 16 penampilan terakhirnya sebagai starter di kompetisi tersebut.

Namun, catatan itu sudah cukup lama tidak diperbarui karena penampilan terakhirnya sebagai starter di Liga Champions terjadi pada Maret 2022. Kini, panggung besar kembali terbuka untuknya.

Di sisi lain, Fenerbahce memiliki Romelu Lukaku yang berpotensi menghadapi mantan klubnya. Namun, Vedat Muriqi juga berpeluang menjadi pilihan utama setelah tampil sejak awal ketika Fenerbahce menghadapi Besiktas.

Berita Tim Fenerbahce vs Roma

Fenerbahce harus kehilangan Matteo Guendouzi akibat sanksi setelah terlibat keributan seusai pertandingan playoff melawan Lyon. Hukuman Mason Greenwood memang ditangguhkan selama satu tahun, tetapi Guendouzi tetap harus menjalani larangan bermain.

Jayden Oosterwolde juga absen setelah menjalani operasi akibat cedera hamstring. Kondisinya semakin menarik perhatian karena ia sebelumnya gagal melewati pemeriksaan medis ketika dikaitkan dengan Roma. Marco Asensio juga masih diragukan tampil karena mengalami masalah pada paha.

Sementara itu, Talisca yang menjadi pencetak gol terbanyak Fenerbahce selama babak kualifikasi telah bergabung dengan Al Jazira. Kepergiannya membuat lini serang tuan rumah kehilangan salah satu sumber gol penting. Roma berada dalam situasi lebih nyaman.

Hanya Lorenzo Pellegrini yang dipastikan belum tersedia karena masih memulihkan diri dari cedera paha. Gasperini pun memiliki hampir seluruh pemain utama untuk dipilih.

Prediksi susunan pemain Fenerbahce

Ederson; Muldur, Skriniar, Ake, Brown; Kante, Yuksek; Aydin, Akturkoglu, Greenwood; Muriqi.

Prediksi susunan pemain Roma: Svilar; Mancini, Ndicka, Hermoso; Molina, Cristante, Kone, Wesley; Dybala, Mora; Malen.

Prediksi skor: Fenerbahce 2-2 Roma.

Fenerbahce memiliki satu alasan kuat untuk percaya diri: mereka sangat sulit dikalahkan di kandang dalam kompetisi Eropa.

Jika pertandingan kualifikasi ikut dihitung, Fenerbahce hanya menelan lima kekalahan dalam 32 pertandingan kandang terakhir di kompetisi Eropa. Mereka bahkan meraih 20 kemenangan dalam periode tersebut. Namun, statistik itu memiliki catatan penting.

Musim lalu, Aston Villa dan Nottingham Forest mampu membawa pulang kemenangan dari Stadion Sukru Saracoglu. Lyon juga berhasil memaksakan hasil imbang ketika bertandang dalam babak playoff. Roma tentu melihat catatan tersebut sebagai peluang.

Dengan lini depan yang sedang panas dan rekor sempurna di awal Serie A, tim Gasperini memiliki cukup senjata untuk mengimbangi tekanan suporter tuan rumah.

Fenerbahce kemungkinan akan bermain agresif sejak awal untuk memanfaatkan atmosfer kandang. Akan tetapi, pendekatan tersebut juga bisa membuka ruang bagi Dybala dan Malen untuk melakukan serangan balik. Karena itu, laga ini berpotensi berjalan terbuka.

Hasil imbang menjadi skenario yang masuk akal. Fenerbahce punya kekuatan kandang dan pengalaman menghadapi tekanan kualifikasi, sedangkan Roma datang dengan momentum, produktivitas gol, serta kepercayaan diri yang sedang tinggi.

Bagi kedua klub, satu poin mungkin belum menjadi hasil ideal. Namun, dalam laga comeback Liga Champions seperti ini, menghindari kekalahan bisa menjadi fondasi penting untuk perjalanan panjang di fase liga. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
paulo dybala Fenerbahce vs Roma prediksi Fenerbahce vs Roma Donyell Malen liga champions