Como vs RB Leipzig: Debut Liga Champions Wakil Italia Bisa Jadi Momen Kejutan

Niklaas Andries • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 08:48 WIB
DEBUT: Como akan hadapi RB Leipzig di laga perdana Liga Champions (Como 1907)
DEBUT: Como akan hadapi RB Leipzig di laga perdana Liga Champions (Como 1907)

RADARBANYUWANGI.ID - Panggung terbesar Eropa akhirnya tiba di tepi Danau Como. Untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, Como akan tampil di Liga Champions dan langsung menghadapi RB Leipzig di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis malam.

Laga ini bukan sekadar pertandingan pembuka bagi Como. Ini adalah penanda betapa cepat klub asal Lombardy tersebut mengubah nasib. Hanya beberapa tahun lalu mereka masih berkutat di Serie D. Kini, di bawah arahan Cesc Fabregas, Como sudah berada di antara elite sepak bola Eropa.

Menariknya, lawan yang datang memiliki kisah yang cukup mirip. RB Leipzig juga merupakan klub yang menanjak secara agresif dalam waktu singkat. Bedanya, Leipzig sudah lebih dahulu mencicipi kerasnya Liga Champions, bahkan mencapai semifinal pada 2020. Namun, pengalaman tersebut tidak otomatis membuat Leipzig menjadi favorit mutlak.

Como Datang dengan Modal Kejutan

Como mengamankan tiket Liga Champions setelah finis di posisi keempat Serie A musim lalu. Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena mereka hanya kembali ke kasta tertinggi Italia dua tahun sebelumnya.

Perjalanan menuju empat besar juga berlangsung dramatis. Como memenangkan empat dari lima pertandingan terakhir Serie A untuk menyalip klub-klub yang jauh lebih mapan, termasuk AC Milan dan Juventus.

Kebangkitan itu sekaligus memperlihatkan bahwa investasi besar pemilik klub mulai menghasilkan dampak nyata.

Dalam kalender tahun ini, hanya Inter Milan yang mengumpulkan poin lebih banyak daripada Como di Serie A. Mereka juga sudah menunjukkan kemampuan bersaing di laga besar dengan mengalahkan Napoli dan Genoa di kandang lawan.

Como bahkan melangkah hingga semifinal Coppa Italia untuk pertama kalinya. Langkah mereka baru terhenti setelah kalah agregat dari Inter Milan, yang kemudian menjadi juara.

Di bawah Fabregas, Como tidak hanya mengandalkan permainan menyerang. Mereka memiliki kreativitas Nico Paz dan ketajaman Tasos Douvikas, tetapi juga mencatat 19 clean sheet—terbanyak di Serie A musim lalu.

Kombinasi tersebut membuat Como bukan lagi tim promosi yang sekadar ingin bertahan. Mereka mulai membangun identitas sebagai tim yang berani memainkan sepak bola agresif sekaligus terorganisasi.

Fabregas Punya Alasan untuk Percaya Diri

Fabregas memahami panggung Liga Champions dengan sangat baik. Saat masih menjadi pemain, mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu mencatat 104 penampilan di kompetisi tersebut. Kini, ia berada di sisi lapangan sebagai pelatih.

Itulah yang membuat debut Como menjadi menarik. Fabregas tidak sedang membawa tim yang benar-benar mentah ke Eropa. Ia memiliki pengalaman pribadi di level tertinggi sekaligus skuad yang terus diperkuat dengan pemain-pemain menyerang.

Como juga memiliki target besar di fase liga. Selain Leipzig, mereka dijadwalkan menghadapi Sabah, LASK, dan Viking. Karena itu, tiga poin pada laga kandang pertama bisa menjadi modal penting untuk membangun momentum.

Leipzig Kembali, tetapi Datang dengan Masalah

RB Leipzig memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak di Liga Champions. Pertandingan melawan Como akan menjadi penampilan kedelapan mereka di kompetisi tersebut sejak pertama kali bermain di fase grup sembilan tahun lalu. Akan tetapi, musim terakhir mereka di Eropa berakhir mengecewakan.

Leipzig hanya menempati posisi ke-32 pada fase liga Liga Champions 2024-2025. Mereka menelan tujuh kekalahan dan hanya meraih satu kemenangan. Setelah finis ketiga di Bundesliga musim lalu, Ole Werner kehilangan pekerjaannya. Posisi pelatih kemudian dipercayakan kepada Martin Demichelis.

Bagi Demichelis, ini merupakan pengalaman pertama menangani tim sebagai pelatih di Liga Champions. Namun, ia bukan sosok asing dengan kompetisi tersebut. Saat masih bermain, Demichelis tampil 67 kali di Liga Champions bersama Bayern Munich, Manchester City, dan Malaga.

Menariknya, ia pernah berhadapan dengan Fabregas ketika Manchester City dikalahkan Barcelona. Awal musim domestik Leipzig sempat terlihat menjanjikan. Mereka mengalahkan Eintracht Trier di DFB-Pokal dan Borussia Monchengladbach di Bundesliga.

Namun, kekalahan 1-3 dari Werder Bremen pada pekan lalu menjadi peringatan. Pertahanan Leipzig akan kembali diuji ketika mereka bertandang ke markas Como. Apalagi, rekor tandang mereka di Liga Champions sedang buruk. Leipzig hanya mengumpulkan satu poin dari enam pertandingan tandang terakhir di kompetisi tersebut.

Moise Kean Jadi Senjata Baru Como

Como juga bergerak agresif di bursa transfer untuk memperkuat skuad. Salah satu nama paling mencolok adalah Moise Kean.

Penyerang Italia tersebut memiliki pengalaman Liga Champions dengan catatan lima gol dan satu assist dalam enam pertandingan sebelumnya. Kean sudah mendapatkan kesempatan tampil sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 4-1 Como atas Genoa pada Jumat lalu.

Namun, ia belum tentu langsung menjadi pilihan utama. Douvikas masih menjadi penyerang utama dan menunjukkan ketajaman luar biasa. Ia mencetak 14 gol di Serie A musim lalu dan sudah menambahkan dua gol pada musim ini.

Di belakangnya, Nico Paz menjadi salah satu pemain yang patut mendapat perhatian. Ia memang pernah tampil beberapa menit di Liga Champions ketika memperkuat Real Madrid, tetapi pertandingan ini akan menjadi kesempatan lebih besar bagi pemain Argentina tersebut untuk menunjukkan pengaruhnya.

Martin Baturina dan Assane Diao juga memberikan opsi tambahan di lini depan. Como hanya kehilangan Jayden Addai yang masih menjalani pemulihan jangka panjang. Artinya, Fabregas memiliki hampir seluruh pemain terbaiknya.

Kondisi itu menjadi semakin penting karena Como akhirnya kembali bermain di Sinigaglia setelah mengawali musim dengan tiga laga kandang yang harus dipindahkan akibat stadion menjalani peningkatan fasilitas agar memenuhi standar UEFA.

Leipzig Kehilangan Beberapa Pemain Penting

Di kubu Leipzig, Demichelis tidak bisa menurunkan Rocco Reitz, Romulo, dan Christoph Baumgartner. Absennya Baumgartner cukup merugikan karena pemain tersebut tampil produktif musim lalu dengan torehan 17 gol di semua kompetisi—rekor terbaik dalam kariernya. Brajan Gruda dan Assan Ouedraogo juga masih diragukan tampil.

Meski demikian, Leipzig memiliki tambahan kekuatan di lini depan. Marc Guiu baru bergabung dari Chelsea, sedangkan Christopher Nkunku kembali ke klub dengan status pinjaman dari AC Milan.

Di sektor sayap, Antonio Nusa masih menjadi ancaman. Pemain asal Norwegia itu pernah mencetak gol pada debutnya di Liga Champions bersama Club Brugge ketika masih berusia 17 tahun. Kepergian Yan Diomande memang mengurangi pilihan di lini serang, tetapi Leipzig tetap memiliki cukup banyak pemain yang mampu menciptakan masalah bagi pertahanan Como.

Prediksi Susunan Pemain Como vs RB Leipzig

Como: Butez; Couto, Chalobah, Ramon, Valle; Perrone, Da Cunha; Diao, Paz, Baturina; Douvikas.

RB Leipzig: Vandevoordt; Baku, Orban, Lukeba, Raum; El Aynaoui, Seiwald, Banzuzi; Bakayoko, Nkunku, Nusa.

Prediksi Skor Como vs RB Leipzig

Secara pengalaman, Leipzig jelas berada di atas Como. Mereka sudah menjalani banyak pertandingan Liga Champions dan pernah menembus semifinal. Namun, pertandingan ini memiliki konteks yang berbeda.

Como sedang berada dalam fase perkembangan yang sangat positif. Mereka mempunyai kepercayaan diri, kreativitas di lini tengah, penyerang yang produktif, serta keuntungan bermain di stadion sendiri.

Fabregas juga memiliki pemahaman mendalam tentang atmosfer Liga Champions. Dengan skuad yang hampir lengkap, Como berpeluang membuat debut mereka jauh lebih berkesan daripada sekadar tampil sebagai pendatang baru.

Leipzig tetap berbahaya, terutama melalui kecepatan pemain sayap dan pengalaman Nkunku. Tetapi masalah konsistensi dan buruknya rekor tandang Liga Champions membuat mereka sulit sepenuhnya dipercaya.

Prediksi: Como 2-1 RB Leipzig.

Jika Como mampu mengontrol tempo sejak awal dan tidak terlalu terbawa atmosfer debut, tiga poin bukan sesuatu yang mustahil. Justru laga ini bisa menjadi awal dari perjalanan Eropa yang lebih panjang bagi klub yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami transformasi luar biasa. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Como vs RB Leipzig prediksi como vs rb leipzig cesc fabregas Christopher Nkunku liga champions