RADARBANYUWANGI.ID – Chelsea akan menghadapi Leeds United pada putaran ketiga EFL Cup 2026-2027 di Stamford Bridge, Rabu malam waktu setempat. Duel ini menjadi pertemuan ulang yang menarik setelah kedua tim terakhir berhadapan di semifinal Piala FA musim lalu.
Chelsea datang dengan misi menjaga peluang meraih trofi sekaligus bangkit setelah menelan kekalahan pertama di bawah pelatih anyar Xabi Alonso. Sementara itu, Leeds membawa modal konsistensi karena belum terkalahkan dalam empat pertandingan awal musim ini.
Pertandingan diprediksi berlangsung ketat. Chelsea punya kualitas individu dan rekor kuat dalam kompetisi ini, tetapi Leeds telah menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Chelsea Berusaha Bangkit Setelah Tumbang dari Arsenal
Awal musim Chelsea sebenarnya berjalan menjanjikan. The Blues meraih kemenangan atas Fulham dan Brighton dalam dua pertandingan pertama Premier League. Namun, laju positif tersebut terhenti ketika mereka bertandang ke markas Arsenal pada Minggu lalu. Chelsea sempat unggul cepat melalui Morgan Rogers ketika pertandingan baru berjalan 77 detik.
Keunggulan itu tidak bertahan lama. Arsenal membalikkan keadaan melalui Kai Havertz dan Martin Odegaard sehingga Chelsea harus pulang dengan kekalahan 1-2. Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama Chelsea sejak Alonso mengambil alih tim.
Bagi Alonso, kekalahan itu tentu menjadi pelajaran penting. Chelsea mampu menciptakan awal pertandingan yang sangat agresif, tetapi kehilangan kendali setelah Arsenal meningkatkan tekanan. Kini, EFL Cup menjadi kesempatan bagi Chelsea untuk segera merespons.
Chelsea merupakan salah satu tim dengan sejarah kuat di kompetisi ini. Mereka telah lima kali menjadi juara, meski trofi terakhir diraih pada 2015. Musim lalu, langkah mereka terhenti di semifinal setelah kalah agregat 2-4 dari Arsenal. Menariknya, Chelsea memiliki catatan impresif pada putaran ketiga. Dalam 15 tahun terakhir, mereka hanya sekali tersingkir pada fase tersebut, yakni ketika kalah 0-2 dari Manchester City pada musim 2022-2023.
Faktor lain yang membuat Chelsea lebih percaya diri adalah rekor mereka melawan Leeds di kompetisi piala. The Blues memenangi 10 pertemuan terakhir kedua tim di EFL Cup dan Piala FA. Pertemuan terakhir di EFL Cup bahkan berakhir dengan kemenangan telak Chelsea 5-1 di kandang Leeds pada Desember 2012.
Leeds Datang dengan Modal Konsistensi
Leeds justru memasuki pertandingan ini dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi.
Jika menghitung sejak awal Maret musim lalu, Leeds hanya dua kali kalah dalam 16 pertandingan kompetitif. Mereka mencatat delapan kemenangan dan enam hasil imbang dalam periode tersebut. Awal musim 2026-2027 juga berjalan positif. Leeds belum terkalahkan dalam empat pertandingan pertama, dengan dua kemenangan dan dua hasil imbang.
Setelah menang dua kali berturut-turut tanpa kebobolan saat menghadapi Nottingham Forest, Leeds bermain imbang melawan Brentford dan Brighton di Premier League. Pada pertandingan terakhir kontra Brighton, Leeds sempat unggul melalui Jayden Bogle. Namun, Brighton mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua sehingga laga berakhir 1-1.
Bagi Daniel Farke, target utama tentu tetap mempertahankan Leeds di Premier League. Musim lalu mereka hanya finis di posisi ke-14 sehingga konsistensi di kasta tertinggi menjadi prioritas. Namun, EFL Cup menawarkan peluang berbeda.
Leeds baru sekali memenangkan kompetisi ini, yakni pada musim 1967-1968. Rekor mereka dalam beberapa musim terakhir juga kurang menggembirakan. Dalam 17 tahun terakhir, mereka gagal melewati putaran ketiga sebanyak 13 kali.
Musim lalu, perjalanan Leeds bahkan sudah berhenti di putaran kedua setelah kalah dari Sheffield Wednesday melalui adu penalti. Meski demikian, ada alasan bagi Leeds untuk optimistis ketika menghadapi Chelsea.
Mereka berhasil mengalahkan Chelsea 3-1 di Elland Road pada Desember tahun lalu dan kemudian bermain imbang 2-2 di Stamford Bridge pada Februari. Artinya, Leeds mengumpulkan empat poin dari dua pertemuan Premier League musim lalu.
Chelsea baru membalas dengan kemenangan tipis 1-0 pada semifinal Piala FA di Wembley April lalu.
Berita Tim Chelsea
Chelsea dipastikan belum bisa memainkan Jordan Henderson yang masih mengalami cedera pergelangan tangan. Moises Caicedo dan Marco Palestra juga diragukan tampil karena masalah kebugaran yang belum dijelaskan secara spesifik.
Dengan pertandingan Premier League menghadapi Hull City sudah menanti pada Sabtu, Alonso berpeluang melakukan rotasi. Mike Penders, Levi Colwill, Pep Chavarria, dan Malo Gusto menjadi beberapa pemain yang berpotensi masuk starting XI.
Gusto bahkan dapat dimainkan lebih ke depan sebagai gelandang apabila Alonso ingin mengubah struktur permainan. Di lini serang, trio Joao Pedro, Cole Palmer, dan Morgan Rogers kemungkinan tidak dimainkan bersamaan sejak awal.
Danny Welbeck, Estevao Willian, Jamie Gittens, dan Geovany Quenda menjadi kandidat untuk mendapatkan kesempatan tampil. Welbeck memiliki kenangan positif di EFL Cup setelah mencetak gol pertamanya untuk Chelsea ketika menghadapi Luton Town pada putaran sebelumnya.
Berita Tim Leeds United
Leeds juga menghadapi sejumlah persoalan kebugaran. Joe Rodon yang mengalami cedera hamstring dan Mateo Joseph akibat masalah lutut masih harus menepi dalam jangka panjang.
Ilia Gruev dan Daniel James akan menjalani pemeriksaan sebelum pertandingan. James bahkan mengalami masalah ketika melakukan pemanasan menjelang laga melawan Brighton akhir pekan lalu.
Gabriel Gudmundsson sudah pulih dari cedera hamstring dan tampil penuh selama 90 menit pada pertandingan terakhir. Namun, Farke dapat memberikan kesempatan kepada James Justin atau pemain baru Melvin Bard di posisi bek sayap kiri.
Dua pemain anyar, Michael Zetterer dan Jean-Matteo Bahoya, juga berpeluang menjalani debut bersama Leeds. Sementara itu, Jaka Bijol, Harry Wilson, Brendan Aaronson, dan Lukas Nmecha berharap bisa kembali masuk starting XI.
Perkiraan Susunan Pemain
Chelsea: Penders; Acheampong, Lacroix, Colwill; Gusto, Lavia, Barco, Chavarria; Estevao, Palmer; Welbeck.
Leeds United: Trafford; Elvedi, Bijol, Muharemovic; Bogle, Ampadu, Longstaff, Justin; Aaronson, Wilson; Nmecha.
Prediksi skor: Chelsea 1-1 Leeds United (Chelsea menang melalui adu penalti).
Chelsea tetap layak ditempatkan sebagai favorit, tetapi laga ini berpotensi jauh lebih sulit daripada yang terlihat di atas kertas.
Salah satu kunci pertandingan adalah kemampuan Leeds bertahan pada fase awal. Chelsea mencetak gol dalam lima menit pertama pada seluruh tiga pertandingan Premier League mereka musim ini. Jika Leeds kembali terlambat panas, tekanan besar bisa datang sejak awal.
Namun, Leeds memiliki karakter bertahan yang cukup kuat untuk membuat Chelsea frustrasi. Masalahnya, catatan tandang mereka ke Stamford Bridge masih mengkhawatirkan. Leeds gagal mencatatkan clean sheet dalam sembilan kunjungan terakhir ke markas Chelsea.
Karena itu, pertandingan berpeluang berjalan sampai waktu normal berakhir tanpa pemenang. Dengan mempertimbangkan kualitas Chelsea, kedalaman skuad, serta pengalaman mereka di EFL Cup, The Blues diprediksi memiliki keunggulan dalam adu penalti.
Chelsea mungkin tidak mendapatkan kemenangan mudah, tetapi pengalaman dan kualitas individu bisa menjadi pembeda ketika pertandingan memasuki situasi paling menentukan. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi