RADARBANYUWANGI.ID – Liverpool mengawali perjalanan di Liga Champions 2026/2027 dengan ujian berat. Atletico Madrid datang ke Anfield pada Rabu malam membawa reputasi sebagai salah satu tim paling sulit ditaklukkan di Eropa.
Pertandingan fase liga ini bukan sekadar pertemuan dua klub besar. Liverpool dan Atletico Madrid juga kembali dipertemukan setelah duel dramatis pada matchday pertama Liga Champions musim lalu. Ketika itu, Liverpool menang 3-2 berkat gol Virgil van Dijk pada menit ke-92.
Kini, atmosfer Anfield kembali menjadi panggung. Liverpool ingin memulai kampanye Eropa dengan kemenangan, sedangkan Atletico Madrid berusaha bangkit setelah mendapat pukulan telak di kompetisi domestik.
Liverpool Mulai Menemukan Momentum
Liverpool datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Ipswich Town. Hasil tersebut menjadi angin segar setelah The Reds hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United dan Nottingham Forest dalam dua pertandingan sebelumnya.
Alexander Isak menjadi pembeda. Penyerang asal Swedia itu mencetak dua gol hanya dalam sembilan menit pertama dan membantu Liverpool meraih kemenangan perdana di bawah pelatih Andoni Iraola.
Kemenangan tersebut terasa penting bukan hanya karena tambahan tiga poin. Liverpool juga membutuhkan kepercayaan diri sebelum memasuki atmosfer Liga Champions.
Iraola sendiri akan menjalani pengalaman pertamanya menangani tim di Liga Champions. Tantangannya jelas tidak ringan. Liverpool merupakan juara enam kali dan memiliki ambisi untuk memperbaiki pencapaian musim lalu ketika mereka terhenti di perempat final.
Sejak disingkirkan Paris Saint-Germain pada April lalu, Liverpool selalu mencetak gol dalam sembilan pertandingan kompetitif terakhir. Enam di antaranya bahkan menghasilkan sedikitnya dua gol.
Catatan tersebut memperlihatkan satu hal: Liverpool memiliki konsistensi dalam urusan menciptakan peluang dan mencetak gol. Di fase liga Liga Champions, The Reds juga punya rekor impresif. Mereka finis di tiga besar klasemen 36 tim dalam dua musim terakhir, termasuk menjadi pemuncak pada musim 2024-2025.
Liverpool juga memenangi enam pertandingan fase liga terakhir melawan klub asal Spanyol. Empat di antaranya berakhir tanpa kebobolan. Namun, catatan statistik tidak otomatis menjamin kemenangan. Atletico merupakan lawan yang punya kemampuan mengubah pertandingan melalui transisi cepat dan duel fisik.
Atletico Madrid Datang dengan Luka
Jika Liverpool memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri yang mulai tumbuh, situasi Atletico Madrid justru sebaliknya.
Pasukan Diego Simeone mengawali musim dengan tujuh poin dari tiga pertandingan La Liga. Namun, rekor tidak terkalahkan itu runtuh secara meyakinkan ketika Atletico dihantam Athletic Bilbao 0-3 pada Sabtu.
Kekalahan tersebut menjadi peringatan keras bagi Simeone. Pelatih asal Argentina itu menilai performa timnya pada babak kedua sebagai alarm yang harus segera ditindaklanjuti.
Masalah Atletico cukup jelas. Mereka telah kebobolan enam gol pada babak kedua dalam tiga pertandingan terakhir.
Bagi tim yang selama bertahun-tahun dikenal karena organisasi pertahanan dan disiplin taktik, statistik tersebut tentu mengkhawatirkan.
Simeone sendiri merupakan pelatih terlama di antara seluruh klub yang tampil di Liga Champions 2026-2027. Ia telah menangani Atletico sejak Desember 2011.
Misi berikutnya adalah membawa Los Rojiblancos melewati batas yang selama ini selalu gagal mereka lampaui. Atletico tiga kali menjadi runner-up Liga Champions dan musim lalu mencapai semifinal. Kemenangan di Anfield akan menjadi awal ideal untuk misi tersebut.
Sayangnya, sejarah Liga Champions tidak terlalu berpihak kepada Atletico ketika menghadapi klub Inggris. Dalam 10 pertandingan fase grup atau fase liga melawan tim Inggris, Atletico belum pernah menang. Mereka mencatat empat kali imbang dan enam kekalahan.
Meski demikian, Atletico tetap memiliki ancaman nyata di lini depan. Mereka hanya gagal mencetak gol dalam dua dari 24 pertandingan fase grup atau fase liga terakhir.
Rekor di Anfield juga tidak sepenuhnya buruk. Dalam lima lawatan terakhir ke markas Liverpool, Atletico hanya sekali gagal mencetak gol, dengan catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Berita Tim Liverpool
Liverpool tidak dapat menurunkan seluruh pemain terbaiknya. Federico Chiesa dan Wataru Endo tidak masuk dalam skuad Liga Champions. Hugo Ekitike juga masih menepi karena masalah tendon Achilles.
Conor Bradley dan Giovanni Leoni turut berada dalam daftar pemain yang absen akibat cedera lutut. Sementara itu, kondisi Joe Gomez masih diragukan karena masalah otot.
Setelah mencatatkan clean sheet melawan Ipswich, Iraola berpeluang mempertahankan Ronald Araujo sebagai bek kanan. Pemain pinjaman dari Barcelona itu dapat bergabung dengan Jeremy Jacquet, Virgil van Dijk, dan Milos Kerkez dalam formasi empat bek.
Ryan Gravenberch juga berpeluang masuk menggantikan Alexis Mac Allister di posisi gelandang bertahan.
Di sektor serangan, rekrutan mahal Bradley Barcola berpotensi menjalani debut sebagai starter di sisi kanan. Jika itu terjadi, Victor Munoz kemungkinan harus memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Cody Gakpo diperkirakan tetap menjadi pilihan di sisi kiri, sedangkan Florian Wirtz bermain di belakang Isak. Menariknya, Isak masih mencari konsistensi di Liga Champions. Dari 13 penampilannya di kompetisi tersebut, ia baru mencetak satu gol.
Berita Tim Atletico Madrid
Atletico juga memiliki persoalan tersendiri. Alexander Sorloth diperkirakan absen karena cedera paha. Arnau Ortiz juga tidak dapat dimainkan karena hukuman larangan bertanding.
Simeone menghadapi dilema di lini depan. Julian Alvarez berpeluang kembali menjadi starter setelah hanya tampil sebagai pemain pengganti ketika Atletico kalah dari Athletic Bilbao. Jonathan David juga menjadi kandidat untuk memimpin lini serang.
Sementara itu, Cristian Romero berharap mendapat kesempatan menjalani debut penuh sebagai bek tengah. Di lini tengah, kapten sekaligus legenda klub Koke berpeluang masuk menggantikan Morten Hjulmand atau Pablo Barrios.
Jika tampil di Anfield, Koke akan mencatat penampilan ke-150 di kompetisi antarklub UEFA. Ia akan menjadi pemain ke-28 yang mencapai pencapaian tersebut.
Perkiraan Susunan Pemain
Liverpool: Alisson; Araujo, Jacquet, Van Dijk, Kerkez; Szoboszlai, Gravenberch; Barcola, Wirtz, Gakpo; Isak.
Atletico Madrid: Oblak; Llorente, Pubill, Romero, Grimaldo; Koke, Hjulmand; Simeone, Baena, Lookman; David.
Prediksi skor: Liverpool 2-1 Atletico Madrid.
Pertandingan ini berpotensi menjadi salah satu duel paling menarik pada pekan pembuka Liga Champions.
Kedua tim sama-sama memperlihatkan celah di lini belakang pada awal musim. Liverpool memang baru mencatat clean sheet ketika menghadapi Ipswich, tetapi sebelumnya mereka dua kali kebobolan dua gol.
Atletico memiliki persoalan yang lebih mengkhawatirkan. Enam gol yang bersarang pada babak kedua dalam tiga pertandingan terakhir menunjukkan konsentrasi pertahanan mereka belum stabil.
Di sisi lain, kehadiran Barcola memberikan dimensi baru bagi serangan Liverpool. Kecepatan pemain Prancis tersebut dapat menjadi senjata penting untuk membongkar blok pertahanan Atletico, terutama jika Liverpool mampu mengalirkan bola dengan cepat dari lini tengah.
Atletico tentu tidak datang untuk bermain pasif. Dengan Alvarez, David, dan Lookman sebagai opsi serangan, tim Simeone tetap memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi ruang di belakang garis pertahanan Liverpool. Namun, faktor Anfield bisa menjadi pembeda.
Liverpool memiliki momentum yang lebih baik setelah meraih kemenangan perdana bersama Iraola. Dukungan suporter juga dapat meningkatkan intensitas permainan The Reds sejak menit awal.
Atletico kemungkinan mampu memberikan perlawanan ketat, bahkan mencetak gol. Akan tetapi, Liverpool dinilai memiliki cukup kualitas untuk mengamankan kemenangan tipis.
Jika prediksi tersebut terwujud, Liverpool akan memulai perjalanan Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan sekaligus mencatat empat kemenangan beruntun atas Atletico Madrid di kompetisi tersebut. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi