RADARBANYUWANGI.ID – Arsenal kembali memasuki panggung Liga Champions dengan satu ambisi yang semakin sulit disembunyikan: mengangkat trofi Si Kuping Besar.
Rabu malam, The Gunners harus melewati ujian berat di Stadion Diego Armando Maradona saat bertandang ke markas Napoli pada pertandingan pembuka fase liga Liga Champions. Laga ini menjadi kesempatan Arsenal untuk mengawali perjalanan baru setelah kegagalan dramatis di final musim lalu.
Pasukan Mikel Arteta datang dengan modal sempurna. Arsenal memenangi seluruh empat pertandingan kompetitif pada awal musim 2026-2027.
Sebaliknya, Napoli sedang berada dalam situasi yang jauh lebih rumit. Tim asuhan Massimiliano Allegri menelan dua kekalahan beruntun dan kini terancam mencatat tiga kekalahan berturut-turut di semua kompetisi.
Arsenal Semakin Dekat dengan Trofi Liga Champions
Perjalanan Arsenal di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir menunjukkan perkembangan yang konsisten. The Gunners mencapai perempat final pada 2023-2024, semifinal pada 2024-2025, lalu melangkah hingga final pada 2025-2026. Namun, langkah terakhir kembali berujung kepahitan.
Arsenal harus menerima kenyataan gagal menjadi juara setelah Paris Saint-Germain mempertahankan trofi Liga Champions. Penalti Gabriel Magalhaes yang gagal menjadi salah satu momen pahit dalam pertandingan final di Budapest.
Kegagalan itu membuat Arsenal masih harus menunggu setelah dua kali menjadi runner-up Liga Champions, termasuk pada 2006. Meski demikian, ada alasan kuat bagi pendukung Arsenal untuk tetap optimistis.
Arsenal belum terkalahkan dalam 15 pertandingan Liga Champions terakhir selama waktu normal. Mereka juga menjadi tim dengan jumlah nirbobol terbanyak, yakni sembilan kali, sekaligus salah satu pertahanan paling sulit ditembus dengan hanya kebobolan tujuh gol sepanjang kompetisi tersebut.
Catatan lain juga menguntungkan Arsenal. Dalam sembilan pertandingan pembuka kompetisi Eropa terakhir, mereka tidak pernah kalah, dengan tujuh kemenangan dan dua hasil imbang.
Arsenal Sedang dalam Kepercayaan Diri Tinggi
Modal Arsenal semakin tebal setelah mengalahkan Chelsea 2-1 pada pertandingan Premier League, Minggu. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan keempat Arsenal dari empat pertandingan kompetitif musim ini.
Produktivitas mereka juga menjanjikan. Arsenal sudah mencetak sembilan gol dan hanya kebobolan satu kali dalam empat pertandingan tersebut. Arteta pun mulai mendapatkan bentuk terbaik dari skuadnya.
Kedalaman lini tengah dan lini serang menjadi salah satu senjata penting. Arsenal tidak hanya memiliki kualitas pada sebelas pemain utama, tetapi juga opsi dari bangku cadangan yang memungkinkan Arteta mengubah pendekatan permainan ketika situasi pertandingan berubah.
Napoli Datang dengan Masalah yang Berbeda
Napoli justru sedang menghadapi periode yang berlawanan. Partenopei memang membuka Serie A dengan kemenangan 2-0 atas Genoa. Namun, setelah itu mereka kehilangan momentum. Napoli kalah 1-2 dari Como dalam pertandingan kandang pertama musim ini sebelum kembali tumbang ketika menghadapi Inter Milan.
Pertandingan di San Siro bahkan menjadi gambaran jelas persoalan yang sedang dihadapi tim Allegri. Napoli sempat unggul 2-0 melalui Matteo Politano dan Rasmus Hojlund pada awal babak kedua. Namun, keunggulan tersebut menguap begitu saja.
Inter bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 3-2. Lautaro Martinez memastikan kemenangan tuan rumah lewat gol pada menit ke-91. Kekalahan itu bukan sekadar kehilangan tiga poin. Cara Napoli kehilangan keunggulan juga menjadi alarm bagi Allegri.
Pelatih yang dikenal mampu membangun tim dengan pertahanan kokoh bersama Juventus tersebut kini harus membuktikan bahwa Napoli dapat memiliki ketahanan mental dan organisasi permainan yang sama.
Tantangannya tidak ringan karena Arsenal datang dengan kepercayaan diri tinggi dan kualitas serangan yang sedang berkembang.
Rekor Eropa Napoli Mengkhawatirkan
Tekanan terhadap Allegri semakin besar jika melihat catatan Napoli di Liga Champions. Mereka hanya meraih dua kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir di kompetisi tersebut.
Lebih buruk lagi, Napoli kalah dalam tiga pertandingan terakhir melawan klub Inggris di Liga Champions. Arsenal juga memiliki kenangan positif ketika menghadapi Napoli.
Kedua tim pernah bertemu di fase grup Liga Champions 2013-2014 dengan masing-masing meraih satu kemenangan.
Arsenal kemudian kembali menghadapi Napoli pada perempat final Liga Europa 2018-2019 dan berhasil memenangkan kedua leg.
Arteta bahkan pernah menjadi bagian dari Arsenal ketika klub London tersebut kalah 0-2 di Italia pada 2013. Kini, ia kembali ke tempat yang sama, tetapi dengan status berbeda sebagai pelatih.
Berita Tim Arsenal dan Napoli
Arsenal relatif tidak mendapatkan masalah baru setelah kemenangan atas Chelsea. Cristhian Mosquera masih diragukan tampil karena masalah otot yang dialaminya ketika menghadapi Aston Villa.
Jurrien Timber yang mengalami masalah pangkal paha juga belum sepenuhnya dipastikan absen. Namun, jika dimainkan, kemungkinan besar ia hanya tersedia sebagai pemain pengganti. William Saliba masih harus menunggu beberapa pekan sebelum kembali karena cedera punggung serius.
Di lini tengah, Bruno Guimaraes sudah mengatasi gangguan kecil yang dialaminya dan masuk daftar pemain cadangan saat menghadapi Chelsea. Namun, Martin Zubimendi yang berada dalam kondisi bugar berpeluang tetap dipercaya sebagai gelandang sentral.
Napoli mendapatkan pukulan lebih besar.
Scott McTominay harus menepi sekitar satu bulan untuk menjalani prosedur medis terkait gangguan irama jantung ringan.
Absennya gelandang asal Skotlandia tersebut berpotensi menjadi kehilangan besar bagi Napoli. McTominay bukan hanya memberikan energi di lini tengah, tetapi juga memiliki kemampuan masuk ke kotak penalti dan membantu serangan.
Allegri juga kehilangan Alessandro Buongiorno dan Luca Marianucci karena cedera lutut. Keduanya bahkan tidak masuk skuad fase liga Liga Champions. Giovane juga belum tersedia karena masalah hernia.
Sementara itu, Kevin De Bruyne masih menunggu kesempatan menjadi starter. Pemain berusia 35 tahun tersebut tampil dari bangku cadangan ketika Napoli menghadapi Genoa dan langsung memberikan dampak melalui satu gol serta satu assist.
Performa tersebut bisa menjadi alasan Allegri mempertimbangkan De Bruyne untuk masuk sebelas pemain pertama ketika menghadapi Arsenal.
Prediksi Susunan Pemain Napoli vs Arsenal
Napoli: Meret; Di Lorenzo, Marin, Rrahmani, Spinazzola; De Bruyne, Lobotka, Anguissa; Politano, Hojlund, Santos.
Arsenal: Raya; White, Konsa, Gabriel, Hincapie; Zubimendi, Rice; Saka, Odegaard, Tzolis; Havertz.
Prediksi Skor: Napoli 1-2 Arsenal
Napoli memang memiliki keuntungan bermain di kandang. Atmosfer Stadion Diego Armando Maradona juga dapat menjadi faktor yang menyulitkan Arsenal. Namun, masalah Napoli saat ini terlalu banyak untuk diabaikan.
Absennya McTominay dapat mengurangi keseimbangan lini tengah, sementara keruntuhan pertahanan ketika menghadapi Inter menunjukkan bahwa Napoli belum menemukan stabilitas yang dibutuhkan untuk menghadapi lawan sekelas Arsenal. Sebaliknya, Arsenal datang dengan momentum luar biasa.
Empat kemenangan dari empat laga, pertahanan yang sulit ditembus, serta kedalaman skuad membuat The Gunners lebih siap menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Arteta juga memiliki cukup banyak alternatif untuk mengubah permainan, terutama di lini tengah dan depan. Karena itu, Arsenal diprediksi mampu mencuri kemenangan tipis 2-1 di Naples.
Jika prediksi tersebut terwujud, Arsenal tidak sekadar membuka kampanye Liga Champions dengan tiga poin. Kemenangan di markas Napoli juga bisa menjadi pernyataan awal bahwa kegagalan di final musim lalu tidak menghapus ambisi mereka untuk akhirnya menjadi juara Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi