RADARBANYUWANGI.ID – Barcelona mengawali perjalanan di fase liga Liga Champions 2026-2027 dengan target yang tidak main-main. Bermain di kandang sendiri menghadapi Feyenoord pada Rabu malam, Blaugrana datang dengan modal sempurna setelah menyapu bersih empat pertandingan awal La Liga.
Barcelona bukan sekadar mengejar kemenangan pembuka. Klub Catalan itu kembali membidik trofi Eropa yang terakhir mereka angkat pada 2015. Setelah beberapa musim terakhir gagal melangkah jauh, Liga Champions menjadi panggung utama bagi pasukan Hansi Flick untuk membuktikan bahwa mereka telah kembali menjadi salah satu kekuatan elite Eropa.
Di sisi lain, Feyenoord datang tanpa rasa minder. Klub Belanda tersebut juga mengawali musim dengan catatan positif dan belum terkalahkan dalam lima pertandingan. Mereka tentu sadar kualitas Barcelona berada satu tingkat di atas, tetapi performa awal musim membuat Feyenoord punya alasan untuk percaya diri.
Barcelona Sedang Panas
Barcelona langsung menunjukkan ketajamannya sejak musim 2026-2027 dimulai. Empat pertandingan La Liga berakhir dengan empat kemenangan atas Elche, Athletic Bilbao, Rayo Vallecano, dan Valencia.
Yang membuat catatan tersebut semakin mengesankan adalah produktivitas mereka. Barcelona telah mencetak 17 gol dalam empat laga tersebut dan kini berada di puncak klasemen. Namun, Liga Champions menghadirkan tantangan yang berbeda.
Flick tentu tidak akan puas hanya dengan dominasi di kompetisi domestik. Barcelona sudah lama menjadikan gelar Eropa sebagai ukuran utama keberhasilan sebuah musim.
Terakhir kali Barcelona menjadi juara Liga Champions terjadi pada 2015. Itu merupakan gelar kelima mereka di kompetisi tersebut. Setelah itu, perjalanan Blaugrana lebih sering berakhir dengan kekecewaan.
Musim 2024-2025 menjadi salah satu contohnya. Barcelona mampu mencapai semifinal, tetapi pertahanan yang rapuh menjadi salah satu faktor yang membuat mereka gagal melangkah ke final.
Pada musim 2025-2026, langkah mereka bahkan terhenti di perempat final setelah disingkirkan Atletico Madrid.
Masalah itu menjadi pertanyaan terbesar Barcelona musim ini. Lini depan mereka terlihat sangat menjanjikan, tetapi kemampuan bertahan ketika menghadapi lawan dengan kualitas setara akan menjadi penentu sejauh mana mereka bisa melaju.
Rekor Pertemuan Berpihak kepada Barcelona
Barcelona dan Feyenoord bukan lawan yang sering bertemu. Kedua tim baru dua kali berhadapan, seluruhnya terjadi pada babak 16 besar Liga Champions musim 1974-1975. Barcelona ketika itu berhasil memenangkan duel dengan agregat 3-0.
Lebih dari lima dekade kemudian, kedua klub kembali dipertemukan dalam kompetisi elite Eropa. Namun, situasinya tentu sudah berubah total.
Barcelona memiliki skuad dengan kualitas individu yang sangat tinggi. Feyenoord harus mampu bertahan secara kolektif jika ingin mengimbangi permainan tuan rumah.
Feyenoord Datang dengan Modal Positif
Feyenoord memang bukan unggulan utama, tetapi mereka tidak datang ke Barcelona hanya untuk bertahan.
Tim asuhan Giovanni van Bronckhorst tersebut belum terkalahkan dalam lima pertandingan awal musim dengan tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Kemenangan 3-1 atas Nijmegen menjadi bekal terbaru sebelum pertandingan Liga Champions ini.
Bahkan, Feyenoord tercatat belum terkalahkan di semua kompetisi sejak awal Maret. Konsistensi tersebut menjadi modal penting ketika mereka harus menghadapi salah satu klub terbesar Eropa.
Feyenoord juga memiliki sejarah panjang di kompetisi ini. Pada 1970, mereka menjadi klub Belanda pertama yang memenangkan Piala Eropa setelah mengalahkan Celtic 2-1 di final. Namun, sejarah itu belum banyak membantu mereka dalam beberapa musim terakhir.
Pada musim 2025-2026, Feyenoord gagal melewati fase liga Liga Europa. Mereka juga tersingkir pada babak ketiga kualifikasi Liga Champions.
Penampilan terakhir mereka di fase utama Liga Champions terjadi pada 2024-2025. Saat itu, Feyenoord berhasil mencapai babak 16 besar sebelum kalah agregat 1-4 dari Inter Milan.
Berita Tim Barcelona
Barcelona harus tampil tanpa Frenkie de Jong yang mengalami cedera lutut. Roony Bardghji juga masih menepi karena masalah serupa. Selain itu, Eric Garcia dipastikan absen karena menjalani hukuman skorsing.
Jesse Bisiwu masih diragukan tampil meski pemain anyar tersebut sudah kembali mengikuti latihan. Absennya beberapa pemain membuat Flick harus menentukan komposisi terbaik sejak awal pertandingan.
Marc Bernal, Dani Olmo, dan Karim Adeyemi disebut berpeluang mendapatkan menit bermain. Namun, ketiganya kemungkinan masih harus memulai pertandingan dari bangku cadangan. Ketiadaan Eric Garcia diperkirakan membuka peluang Jules Kounde untuk mengisi posisi bek kanan.
Di lini depan, Lamine Yamal, Anthony Gordon, dan Fermin Lopez diproyeksikan membantu Raphinha menjadi tumpuan serangan Barcelona.
Prediksi susunan pemain Barcelona: J Garcia; Kounde, Cubarsi, Christensen, Espart; Rodri, Pedri; Yamal, Fermin, Gordon; Raphinha.
Berita Tim Feyenoord
Feyenoord juga menghadapi sejumlah masalah cedera. Thomas Beelen, Bart Nieuwkoop, Gjis Smal, Jakub Moder, dan Jordan Bos dipastikan tidak tersedia untuk pertandingan ini karena berbagai masalah kebugaran. Salah satu pemain yang patut mendapat perhatian adalah Gjivai Zechiel.
Gelandang tersebut tampil impresif pada awal musim dengan mencetak empat gol dan menyumbang tiga assist dalam lima penampilan. Produktivitasnya membuat Zechiel menjadi salah satu pemain penting Feyenoord di lini tengah. Luciano Valente juga menunjukkan performa menjanjikan dengan tiga gol dari lima penampilan.
Sementara itu, Nacho Ferri diperkirakan mengisi salah satu posisi di lini depan. Shaqueel van Persie, putra Robin van Persie, kemungkinan memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Prediksi susunan pemain Feyenoord: Ernst; Read, Juste, Watanabe, Marmol; Vanhoutte, Zechiel, Targhalline; Valente, Ferri, Diarra.
Prediksi skor: Barcelona 3-1 Feyenoord.
Feyenoord punya cukup modal untuk membuat Barcelona bekerja keras. Mereka belum terkalahkan dalam lima pertandingan dan memiliki beberapa pemain yang sedang berada dalam performa terbaik.
Namun, bermain di kandang Barcelona menghadirkan tantangan berbeda.
Produktivitas Blaugrana menjadi alasan utama mengapa tuan rumah lebih layak diunggulkan. Empat kemenangan beruntun di La Liga dengan 17 gol menunjukkan bahwa Barcelona memiliki daya gedor yang sulit dihentikan.
Pertanyaan besarnya bukan apakah Barcelona mampu menciptakan peluang, melainkan apakah pertahanan mereka cukup solid untuk mengendalikan serangan balik Feyenoord.
Jika Barcelona mampu menghindari kesalahan di lini belakang, kualitas mereka di sepertiga akhir lapangan seharusnya menjadi pembeda.
Barcelona diperkirakan mengawali fase liga Liga Champions 2026-2027 dengan kemenangan. Feyenoord berpotensi memberikan perlawanan, tetapi kedalaman skuad dan kualitas individu Barcelona membuat Blaugrana tetap menjadi favorit kuat. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi