RADARBANYUWANGI.ID - Lille akan menjamu Real Betis pada laga fase liga Liga Champions, Selasa. Pertandingan ini menjadi momen spesial bagi Betis karena mereka kembali tampil di kompetisi elite Eropa tersebut untuk pertama kalinya dalam 21 tahun.
Di sisi lain, Lille datang dengan modal yang tak kalah menarik. Klub Prancis itu belum terkalahkan sejak Davide Ancelotti mengambil alih kursi pelatih. Duel di Prancis pun diperkirakan berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama memiliki alasan kuat untuk mengawali kiprah di Liga Champions dengan hasil positif.
Lille dalam tren positif bersama Davide Ancelotti
Lille memasuki fase liga Liga Champions setelah mengakhiri kompetisi Ligue 1 2025-2026 di posisi ketiga. Pencapaian tersebut membawa mereka kembali ke panggung terbesar sepak bola Eropa.
Namun, musim baru membawa perubahan di kursi pelatih. Bruno Genesio meninggalkan Lille untuk menangani Marseille. Posisinya kemudian ditempati Davide Ancelotti, yang menjalani pekerjaan sebagai pelatih kepala utama untuk pertama kalinya di sepak bola Eropa.
Ancelotti muda langsung memberikan sinyal positif.
Dalam tiga pertandingan awalnya, Lille belum terkalahkan. Mereka membuka musim dengan kemenangan 2-0 atas Angers, sebelum bermain imbang 2-2 melawan Paris Saint-Germain.
Hasil melawan PSG bahkan terasa pahit. Lille sempat berada di ambang kemenangan 2-0 sebelum dua gol PSG pada masa tambahan waktu mengubah pertandingan menjadi 2-2.
Meski demikian, Lille tidak larut dalam kekecewaan. Mereka kembali meraih kemenangan ketika menghadapi Toulouse. Ayase Ueda menjadi penentu kemenangan 1-0 melalui gol pada menit ke-73. Catatan tersebut membuat Lille memiliki kepercayaan diri tinggi menjelang kedatangan Betis.
Secara historis, mereka juga cukup nyaman menghadapi klub Spanyol di kandang. Dari sembilan pertandingan kandang melawan tim Spanyol, Lille hanya sekali kalah, dengan tiga kemenangan dan lima hasil imbang.
Menariknya, Ancelotti sudah pernah merasakan atmosfer pertandingan Lille melawan klub Spanyol. Ketika Lille mengalahkan Real Madrid 1-0 di Liga Champions 2024-2025, Ancelotti masih bertugas sebagai asisten pelatih Madrid. Kini, ia justru berada di kubu Lille.
Real Betis datang dengan kepercayaan diri tinggi
Betis kembali ke Liga Champions setelah penantian panjang. Terakhir kali mereka tampil di kompetisi tersebut adalah pada musim 2005-2006, ketika perjalanan mereka terhenti di fase grup. Posisi kelima di La Liga 2025-2026 memastikan tiket Betis ke fase liga musim ini.
Tantangan mereka tidak ringan. Selain Lille, Betis juga akan berhadapan dengan Borussia Dortmund, Arsenal, Bayern Munchen, Porto, dan Feyenoord dalam rangkaian pertandingan fase liga.
Karena itu, tiga pertandingan awal melawan Lille, Porto, dan Feyenoord menjadi sangat penting. Betis harus mengumpulkan sebanyak mungkin poin sebelum menghadapi lawan-lawan dengan reputasi lebih besar.
Modal sejarah juga cukup menguntungkan. Betis hanya dua kali kalah dalam tujuh pertandingan terakhir melawan klub Prancis, dengan tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Yang lebih penting, Manuel Pellegrini dan anak asuhnya baru saja mendapatkan suntikan moral besar.
Betis mengalahkan Real Madrid 1-0 pada Jumat. Kemenangan itu sekaligus menjadi kekalahan pertama tim asuhan Jose Mourinho pada musim ini.
Troy Parrott menjadi pahlawan setelah mencetak gol pertamanya untuk Betis. Setelah itu, Alvaro Valles tampil gemilang dengan menggagalkan penalti Kylian Mbappe pada masa tambahan waktu.
Betis sebelumnya memang sempat mendapat pukulan ketika kalah mengejutkan 2-5 dari Levante. Namun, kemenangan atas Madrid menunjukkan bahwa mereka mampu merespons tekanan dengan cepat.
Dari empat pertandingan awal musim, Betis sudah mencatat tiga kemenangan. Tiga di antaranya bahkan berakhir dengan skor identik 1-0.
Perkiraan susunan pemain Lille vs Real Betis
Lille tidak dapat menurunkan Hamza Igamane karena masih menjalani pemulihan cedera panjang. Loun Srdanovic, Tanguy Nianzou, dan Soriba Diaoune juga diragukan tampil akibat masalah kebugaran. Romain Perraud berpeluang kembali menjadi starter setelah masuk pada babak kedua ketika menghadapi Toulouse.
Di kubu Betis, Diego Llorente dipastikan absen karena cedera, sedangkan Abde Ezzalzouli tidak ikut terbang ke Prancis karena sakit. Diego Conde dan Giovani Lo Celso telah pulih dari cedera dan tersedia untuk pertama kalinya musim ini.
Dani Ceballos juga berpeluang masuk skuad setelah kembali ke Betis dari Real Madrid. Namun, minimnya waktu bermain membuatnya kemungkinan besar hanya memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Lille: Ozer; Santos, Ngoy, Alexsandro, Verdonk; Andre, Bentaleb; Mbappe, Haraldsson, Sahraoui; Giroud.
Real Betis: Valles; Bellerin, Bartra, Natan, Garcia; Bernal, Roca; Antony, Isco, Fornals; Parrott.
Lille punya keuntungan kandang
Pertandingan ini berpotensi menjadi duel antara dua tim yang sama-sama sedang membangun momentum.
Lille memiliki keunggulan karena bermain di kandang dan belum terkalahkan di bawah Davide Ancelotti. Struktur permainan mereka juga mulai terlihat lebih stabil setelah mampu meraih kemenangan atas Angers dan Toulouse serta menahan PSG.
Namun, Betis membawa kualitas pengalaman dan kepercayaan diri yang sedang tinggi. Mengalahkan Real Madrid bukan sekadar tambahan tiga poin. Hasil tersebut dapat menjadi suntikan mental menjelang kembali ke Liga Champions setelah dua dekade absen.
Kunci pertandingan kemungkinan berada pada kemampuan kedua tim menjaga konsistensi sepanjang 90 menit.
Lille harus berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan saat menghadapi PSG, ketika keunggulan yang sudah berada di tangan mereka hilang pada menit-menit akhir. Sementara itu, Betis perlu menjaga kedisiplinan menghadapi tekanan tuan rumah.
Jika pertandingan berjalan terbuka, pengalaman pemain seperti Isco dan ketajaman Troy Parrott bisa menjadi pembeda. Namun, faktor kandang membuat Lille memiliki peluang besar untuk setidaknya menghindari kekalahan.
Prediksi: Lille 1-1 Real Betis.
Pertandingan diperkirakan berlangsung seimbang. Lille belum terkalahkan sejak Ancelotti mengambil alih, sedangkan Betis datang dengan momentum besar setelah menumbangkan Real Madrid.
Kedua tim memiliki kualitas untuk mencetak gol, tetapi perbedaan kekuatan yang relatif tipis membuat hasil imbang menjadi skenario paling masuk akal. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi