RADARBANYUWANGI.ID – AEK Athens akan mengawali perjalanan mereka di fase liga Liga Champions dengan menjamu LASK Linz di AEK Arena, Selasa. Pertandingan ini mempertemukan dua klub dari Pot 4 yang sama-sama harus melewati babak playoff untuk mencapai panggung utama kompetisi elite Eropa.
Namun, ada perbedaan besar di balik perjalanan kedua tim. AEK Athens datang dengan pengalaman dan momentum sebagai juara Yunani, sedangkan LASK Linz membawa cerita dramatis setelah secara luar biasa membalikkan keadaan melawan Celtic.
Bagi LASK, laga ini bahkan menjadi tonggak sejarah. Klub Austria tersebut untuk pertama kalinya berhasil menembus fase utama Liga Champions.
AEK Athens Kembali ke Panggung Elite
AEK Athens akhirnya kembali ke kompetisi antarklub tertinggi Eropa setelah hampir satu dekade menunggu. Terakhir kali mereka tampil di Liga Champions adalah pada musim 2018/2019.
Tim asuhan Marko Nikolic melangkah ke fase liga dengan meyakinkan. Menghadapi Levski Sofia pada babak playoff, AEK mencatat dua clean sheet dan menang agregat 4-0.
Kemenangan 4-0 di Athena menjadi pernyataan penting. AEK bukan sekadar lolos karena keberuntungan, melainkan menunjukkan kemampuan mengontrol pertandingan sekaligus memanfaatkan peluang.
Performa mereka di awal musim juga cukup menjanjikan. AEK belum kalah dalam 90 menit pada seluruh pertandingan musim ini. Dari tujuh laga di berbagai kompetisi, mereka mencatat empat clean sheet dan lima kali mencetak setidaknya dua gol.
Modal tersebut semakin kuat setelah AEK menghancurkan Aris dengan skor telak 5-0 pada akhir pekan.
Yang menarik, AEK tidak hanya mengandalkan lini depan. Keseimbangan antara produktivitas dan pertahanan membuat mereka terlihat lebih siap menghadapi tekanan Liga Champions.
Tantangan berikutnya tentu jauh lebih berat. Dalam fase liga, AEK sudah ditunggu lawan-lawan seperti Real Madrid, Manchester City, Roma, dan Borussia Dortmund. Karena itu, tiga poin melawan LASK bisa menjadi modal psikologis yang sangat penting.
LASK Linz dan Comeback yang Nyaris Mustahil
Jika AEK lolos dengan relatif nyaman, perjalanan LASK justru berbanding terbalik. Klub Austria tersebut sempat berada di ambang eliminasi setelah kalah 0-3 dari Celtic pada leg pertama. Masalah semakin pelik ketika LASK kembali tertinggal pada pertandingan leg kedua sehingga agregat berubah menjadi 0-4.
Dalam situasi tersebut, peluang mereka nyaris tidak terlihat. Tetapi LASK kemudian melakukan sesuatu yang sulit dipercaya.
Moses Usor memperkecil ketertinggalan sebelum jeda. Setelah itu, LASK mencetak tiga gol tambahan tanpa balas sehingga pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.
Samuel Adeniran akhirnya menjadi pahlawan. Golnya pada menit ke-109 memastikan LASK menang dan membalikkan agregat menjadi 5-4.
Performa tersebut bukan sekadar keberuntungan. LASK menghasilkan 40 tembakan dan menciptakan 10 peluang besar selama 120 menit. Angka itu menggambarkan agresivitas mereka ketika berada dalam posisi tertekan. Momentum tersebut juga berlanjut di kompetisi domestik.
LASK memenangkan tiga pertandingan beruntun setelah menyingkirkan Celtic. Mereka mengalahkan Altach 3-0, Wolfsberger 3-1, serta menghancurkan DSC dengan skor 6-1 di Piala Austria.
Artinya, LASK datang ke Athena dengan kepercayaan diri tinggi dan produktivitas yang sedang menanjak. Namun, menghadapi AEK di kandangnya adalah ujian berbeda.
Adu Ketajaman Varga dan Jovic Vs LASK
AEK memiliki dua ancaman utama di lini depan, Barnabas Varga dan Luka Jovic. Varga menjadi pemain yang paling mencolok. Penyerang tersebut mencetak gol dalam empat pertandingan berturut-turut menjelang laga melawan LASK, termasuk dua gol ketika AEK menghantam Levski Sofia 4-0.
Kehadiran Jovic juga memberikan dimensi berbeda. Pengalaman penyerang Serbia tersebut di level sepak bola Eropa dapat menjadi faktor penting ketika AEK menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Di kubu LASK, Christoph Lang menjadi pencetak gol terbanyak klub di kompetisi domestik dengan lima gol.
Akan tetapi, perhatian justru tertuju kepada Usor dan Adeniran. Keduanya menjadi aktor penting dalam comeback luar biasa melawan Celtic.
Jika LASK mampu mempertahankan agresivitas seperti saat menghadapi Celtic, AEK tidak akan mendapatkan kemenangan dengan mudah.
Berita Tim AEK Athens
AEK tidak memiliki pemain yang terkena skorsing untuk pertandingan ini.
Namun, Dereck Kutesa, Frantzdy Pierrot, Martin Georgiev, Christos Alexiou, dan Hakim Sahabo tidak dapat dimainkan karena tidak masuk dalam skuad untuk fase liga Liga Champions. Dengan pemain yang tersedia, Varga dan Jovic diperkirakan menjadi duet utama di lini depan.
Prediksi Susunan Pemain AEK Athens: Strakosha; Rota, Moukoudi, Relvas, Pilios; Majer, Marin, Vitalis, Koita; Varga, Jovic.
Berita Tim LASK Linz
LASK kehilangan Ramiz Harakate yang masih menjalani pemulihan dari cedera lutut jangka panjang sejak Juli.
Art Smakaj dan Cheikne Kebe juga tidak dapat dimainkan karena berstatus tidak memenuhi syarat untuk pertandingan ini.
Christoph Lang diperkirakan tetap menjadi salah satu pemain utama di lini depan, dengan Usor menjadi kandidat pendampingnya.
Prediksi Susunan Pemain LASK Linz: Jungwirth; Mbuyamba, Tornich, Andrade; Jorgensen, Ljubicic, Bogarde, Horvath, Bello; Usor, Lang.
Prediksi skor: AEK Athens 3-1 LASK Linz.
LASK memiliki alasan kuat untuk datang ke Athena dengan penuh keyakinan. Comeback melawan Celtic menunjukkan karakter luar biasa sekaligus kemampuan mereka mencetak gol dalam situasi sulit.
Namun, Liga Champions menghadirkan level persaingan yang berbeda. AEK memiliki keuntungan bermain di kandang, pengalaman lebih matang di kompetisi Eropa, pertahanan yang solid, serta lini depan yang sedang produktif.
Faktor paling menentukan kemungkinan berada pada kemampuan AEK mengendalikan tempo. LASK terbukti sangat berbahaya ketika pertandingan berubah menjadi terbuka dan penuh transisi. Karena itu, AEK perlu menghindari permainan yang terlalu liar.
Jika Varga dan Jovic mendapatkan suplai bola secara konsisten, pertahanan LASK berpotensi mengalami masalah. AEK diperkirakan mampu mengawali fase liga dengan kemenangan, meski LASK berpeluang memberikan perlawanan dan mencetak gol.
Bagi klub Yunani tersebut, tiga poin bukan sekadar hasil positif, melainkan fondasi penting sebelum mereka menghadapi lawan-lawan raksasa seperti Real Madrid dan Manchester City. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi