Real Madrid Krisis Gelandang, Mourinho Hadapi Masalah Besar Jelang Lawan Inter di Liga Champions

Niklaas Andries • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:45 WIB
KRISIS: Jose Mourinho dipusingkan krisis gelandang jelang Real Madrid kontra Inter Milan di Liga Champions (Real Madrid)
KRISIS: Jose Mourinho dipusingkan krisis gelandang jelang Real Madrid kontra Inter Milan di Liga Champions (Real Madrid)

RADARBANYUWANGI.ID – Real Madrid belum sempat benar-benar bangkit dari kekalahan mengejutkan di markas Real Betis. Masalah yang lebih besar kini menunggu Jose Mourinho, lini tengah Los Blancos nyaris kehilangan seluruh pilihan utamanya saat Inter Milan datang dalam laga pembuka Liga Champions 2026-2027.

Kekalahan 0-1 dari Betis pada Jumat malam menjadi peringatan keras bagi Madrid. Setelah mengawali Liga Spanyol dengan tiga kemenangan beruntun, tim asuhan Mourinho akhirnya tersandung ketika menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi.

Hasil tersebut sebenarnya bisa saja berbeda. Madrid memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol, termasuk kesempatan emas melalui tendangan penalti pada penghujung pertandingan yang gagal dikonversi. Namun, persoalannya bukan semata-mata hasil akhir.

Dalam sejumlah fase pertandingan, permainan Madrid kembali memperlihatkan persoalan yang mengingatkan publik pada musim-musim sebelumnya. Sirkulasi bola tidak selalu mengalir, kreativitas di lini tengah tersendat, dan dominasi permainan belum konsisten ketika menghadapi tekanan lawan.

Mourinho tentu memiliki pandangan berbeda. Pelatih asal Portugal itu menilai Madrid seharusnya keluar sebagai pemenang dan turut menyoroti sejumlah keputusan wasit.

Akan tetapi, laga melawan Inter pada Selasa malam menjadi ujian yang jauh lebih penting. Pertandingan tersebut merupakan tes besar pertama Madrid pada musim 2026/2027 sekaligus kesempatan bagi Mourinho membuktikan bahwa timnya siap bersaing di level Eropa.

Mourinho Kehabisan Pilihan di Lini Tengah

Persoalan terbesar Madrid justru berada di area yang sangat vital: lini tengah. Menurut laporan media Spanyol, Mourinho menghadapi situasi sulit karena sejumlah pemain harus absen ketika Madrid menjamu Inter.

Bernardo Silva dipastikan tidak tersedia karena menjalani hukuman akibat kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Madrid pada musim lalu. Eduardo Camavinga juga harus menjalani skorsing setelah mendapat kartu merah ketika berhadapan dengan Bayern Munich. Situasi semakin rumit karena Aurélien Tchouaméni belum sepenuhnya pulih dari masalah kebugaran.

Arda Güler, yang sebenarnya bisa menjadi alternatif dalam skema dua gelandang bertahan, juga tidak dapat dimainkan karena hukuman dari pertandingan melawan Bayern. Sementara itu, Thiago Pitarch masih berada dalam ruang perawatan akibat cedera.

Artinya, Mourinho praktis hanya memiliki Fede Valverde sebagai gelandang senior yang benar-benar siap dimainkan. Ini bukan sekadar persoalan jumlah pemain. Absennya mereka membuat Mourinho kehilangan banyak karakter berbeda di tengah lapangan.

Valverde menawarkan energi, mobilitas, dan kemampuan membawa bola. Namun, seorang diri ia tidak mungkin menanggung seluruh pekerjaan lini tengah Madrid selama 90 menit menghadapi Inter.

Bellingham Bisa Jadi Solusi, tetapi Bukan Pilihan Ideal

Salah satu solusi yang paling masuk akal adalah menarik Jude Bellingham lebih dalam. Gelandang Inggris itu memiliki kemampuan fisik, teknik, serta pengalaman untuk bermain dari area yang lebih rendah. Masalahnya, Bellingham justru tampil lebih dekat dengan kotak penalti pada awal musim ini. Perubahan posisi berpotensi mengurangi salah satu senjata utama Madrid.

Mourinho diketahui lebih menyukai Bellingham berada di sekitar kotak penalti karena pergerakannya dari lini kedua dapat menciptakan ancaman langsung. Jika terlalu jauh dari gawang, kemampuan Bellingham dalam melakukan penetrasi dan mencetak gol bisa ikut berkurang. Alternatif lain juga cukup mengejutkan.

Trent Alexander-Arnold berpeluang digeser ke lini tengah. Pemain Inggris tersebut memiliki kualitas distribusi bola yang memungkinkan dirinya menjalankan peran sebagai penghubung dari belakang ke depan.

Nama Dean Huijsen juga disebut sebagai opsi darurat. Bek tersebut dapat didorong lebih maju apabila Mourinho membutuhkan pemain dengan kemampuan bertahan dan distribusi bola yang cukup baik.

Jika semua pilihan tersebut dianggap terlalu berisiko, Mourinho bahkan bisa memberikan kesempatan kepada pemain muda Jorge Cestero.

Inter Datang di Saat yang Tidak Ideal

Di sinilah tantangan Mourinho menjadi semakin menarik. Menghadapi Inter dalam kondisi lini tengah yang compang-camping berarti Madrid tidak hanya membutuhkan kualitas individu, tetapi juga disiplin taktik. Inter dapat memanfaatkan ruang di antara lini jika Madrid gagal menjaga keseimbangan.

Mourinho harus menentukan apakah lebih penting mempertahankan Bellingham di dekat kotak penalti atau mengorbankan sebagian daya gedornya demi memperkuat kontrol permainan. Pilihan itu akan sangat menentukan.

Jika Madrid kehilangan penguasaan bola di tengah, Valverde berpotensi bekerja terlalu keras. Sebaliknya, apabila Bellingham ditarik terlalu dalam, Madrid bisa kehilangan pemain yang paling berbahaya dalam melakukan penetrasi dari lini kedua.

Dengan kata lain, absennya sejumlah gelandang membuat Mourinho menghadapi dilema klasik: memilih keseimbangan atau mempertahankan daya serang.

Laga melawan Inter pun menjadi lebih dari sekadar pertandingan pembuka Liga Champions. Ini adalah ujian pertama terhadap kedalaman skuad Madrid sekaligus kemampuan Mourinho beradaptasi ketika rencana idealnya berantakan.

Setelah kekalahan dari Betis, Madrid membutuhkan respons. Namun, respons itu harus diberikan ketika pilihan pemain justru sangat terbatas.

Selasa malam akan menjadi panggung bagi Mourinho. Madrid tidak hanya dituntut menang, tetapi juga menunjukkan bahwa krisis di lini tengah tidak cukup untuk mengguncang ambisi mereka di Liga Champions. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Liga Champions 2026-2027 real madrid inter milan jose mourinho Jude Bellingham