RADARBANYUWANGI.ID – Liga Champions 2026-2027 langsung menyajikan pertarungan menarik ketika Porto menjamu Manchester City di Estadio do Dragao, Selasa malam. Dua tim datang dengan modal berbeda, tetapi sama-sama membawa catatan impresif di kompetisi domestik.
Porto bahkan menyapu bersih seluruh pertandingan awal musim. Manchester City juga belum kehilangan poin di Premier League setelah menjalani tiga pertandingan.
Namun, Liga Champions memiliki cerita berbeda. Rekor sempurna di kompetisi domestik belum tentu berarti apa-apa ketika atmosfer Eropa mulai berbicara.
Bagi Manchester City, laga ini juga menjadi penanda era baru. Untuk pertama kalinya sejak musim 2015-2016, The Citizens menjalani petualangan Liga Champions tanpa Pep Guardiola sebagai pelatih. Kini, sorotan tertuju kepada Enzo Maresca.
Pelatih asal Italia itu sebelumnya sudah merasakan sukses di kompetisi Eropa setelah membawa Chelsea menjuarai Conference League 2024-2025. Tantangan bersama Manchester City tentu berada di level berbeda.
Maresca tidak hanya dituntut memenangkan pertandingan. Ia juga harus membuktikan bahwa Manchester City tetap mampu menjadi kekuatan utama Eropa setelah era Guardiola berakhir.
Manchester City Mulai Menemukan Ritme
Kekalahan telak 0-3 dari Arsenal pada Community Shield sempat menjadi alarm bagi Manchester City. Namun, respons mereka setelah pertandingan tersebut cukup meyakinkan. City kemudian mengalahkan Bournemouth 2-1, Crystal Palace 4-1, dan Coventry City 1-0. Sembilan poin dari tiga pertandingan menjadi bukti bahwa tim Maresca mulai menemukan stabilitas.
Erling Haaland menjadi salah satu pusat perhatian. Penyerang Norwegia itu mencetak gol ke-300 sepanjang kariernya ketika menghadapi Coventry. Gol tersebut sekaligus menempatkan Haaland di atas Sergio Aguero dalam salah satu catatan penting produktivitas Manchester City.
Namun, kemenangan atas Coventry juga menunjukkan sisi lain City. Mereka masih dapat ditekan lawan dan membutuhkan penampilan gemilang Gianluigi Donnarumma untuk mempertahankan keunggulan. Setidaknya, clean sheet tersebut menjadi yang pertama bagi City musim ini di semua kompetisi.
Masalahnya, performa tandang City di Liga Champions masih mengkhawatirkan. Dalam sembilan laga tandang terakhir di kompetisi tersebut, mereka hanya meraih dua kemenangan dan menelan enam kekalahan. Statistik itu menjadi celah yang bisa dimanfaatkan Porto.
Porto Kembali ke Panggung Elite Eropa
Porto kembali ke Liga Champions setelah absen selama dua musim. Terakhir kali mereka tampil di kompetisi ini adalah musim 2023-2024 ketika langkah mereka dihentikan Arsenal pada babak 16 besar melalui adu penalti.
Setelah itu, perjalanan Porto di Liga Europa juga tidak terlalu mengesankan. Mereka tersingkir dari Roma pada playoff fase gugur 2024-2025 dan kemudian dikalahkan Nottingham Forest di perempat final musim lalu.
Namun, keberhasilan merebut kembali gelar Primeira Liga 2025-2026 membawa Porto kembali ke panggung terbesar Eropa. Francesco Farioli kini memiliki pekerjaan besar. Porto telah menunjukkan konsistensi luar biasa sejak awal musim 2026-2027.
Setelah menang 1-0 atas Torreense di Piala Super Portugal, Porto menyapu lima pertandingan Primeira Liga dengan kemenangan. Mereka mengalahkan Alverca, Rio Ave, Arouca, Viseu, dan Moreirense. Dalam lima pertandingan tersebut, Porto mencetak 11 gol dan hanya kebobolan satu kali.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Porto bukan sekadar mengandalkan pengalaman Eropa. Mereka memiliki fondasi permainan yang cukup solid. Namun, ada satu persoalan besar: kualitas lawan.
Porto belum menghadapi tim yang benar-benar berada di level penantang gelar Eropa musim ini. Manchester City akan menjadi ujian pertama yang sesungguhnya. Rekor Pertemuan Menguntungkan Manchester City Porto belum pernah mengalahkan Manchester City dalam pertandingan kompetitif.
Dari empat pertemuan sebelumnya di kompetisi Eropa, City memenangkan tiga pertandingan. Satu laga lainnya berakhir tanpa gol pada fase grup Liga Champions Desember 2020.
Rekor tersebut memang tidak otomatis menentukan hasil pertandingan kali ini. Porto bermain di kandang sendiri dan memiliki momentum positif. Namun, pengalaman City di pertandingan berintensitas tinggi tetap menjadi keunggulan penting.
Berita Tim Porto vs Manchester City
Manchester City kemungkinan harus menghadapi pertandingan tanpa Nico O'Reilly. Sang pemain mengalami masalah punggung saat pemanasan sebelum menghadapi Coventry dan akhirnya digantikan Enzo Fernandez dalam susunan pemain.
Maresca memang tidak menganggap cedera tersebut serius, tetapi O'Reilly masih diragukan tampil. Jeremy Doku juga hampir pasti absen akibat cedera betis.
Iliman Ndiaye sempat membuat tim pelatih cemas setelah ditarik keluar pada menit ke-87 dalam laga debutnya. Namun, pemain tersebut menyebut masalahnya hanya kram.
Jika Ndiaye tidak bisa tampil maksimal, Phil Foden menjadi salah satu opsi yang dapat diandalkan Maresca. Di kubu Porto, masalah justru muncul di lini pertahanan.
Jan Bednarek harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan setelah menerima kartu merah pada leg kedua perempat final Liga Europa musim lalu melawan Nottingham Forest. Nehuen Perez diperkirakan akan berduet dengan mantan bek Arsenal, Jakub Kiwior.
Porto juga kehilangan Victor Froholdt. Gelandang berusia 20 tahun itu sempat tidak sadarkan diri ketika menghadapi Moreirense dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Kondisinya kini membaik, tetapi Froholdt dipastikan belum tersedia. Selain itu, Vasco Sousa, Oskar Pietuszewski, Gabriel Mec, Zaidu Sanusi, dan Samu Aghehowa juga berada dalam daftar pemain yang absen.
Perkiraan Susunan Pemain
Porto: D. Costa; A. Costa, Perez, Kiwior, Moura; Fofana, Rosario, Veiga; Gomes, Silva, Pepe.
Manchester City: Donnarumma; Nunes, Guehi, Dias, Ait-Nouri; Anderson, Bouaddi; Semenyo, Cherki, Foden; Haaland.
Porto Bisa Merepotkan, tetapi City Punya Pembeda
Porto memiliki alasan untuk percaya diri. Mereka datang dengan enam kemenangan beruntun di semua kompetisi, pertahanan yang baru kebobolan satu gol di lima pertandingan liga, serta dukungan penuh publik Estadio do Dragao.
Tetapi Liga Champions akan menguji apakah statistik tersebut benar-benar mencerminkan kekuatan Porto. Manchester City mungkin belum sepenuhnya solid. Lini belakang mereka masih dapat dieksploitasi, terutama ketika menghadapi tim yang berani bermain agresif.
Di sisi lain, City memiliki sesuatu yang sulit ditandingi Porto: kedalaman kualitas dan daya ledak di lini depan. Kehadiran Haaland, ditambah kreativitas Foden dan Cherki, membuat City memiliki banyak cara untuk membongkar pertahanan tuan rumah.
Prediksi skor: Porto 1-2 Manchester City.
Porto kemungkinan akan mencoba memanfaatkan tekanan publik dan bermain agresif sejak awal. Jika City mampu melewati fase tersebut, pertandingan bisa berubah menjadi duel efisiensi.
Di sinilah pengalaman dan kualitas individu Manchester City berpotensi menjadi pembeda.
Porto berpeluang mencetak gol, tetapi Manchester City diprediksi memiliki cukup kualitas untuk membawa pulang tiga poin dari Portugal.
Laga ini sekaligus menjadi ujian awal bagi Maresca. Jika mampu menaklukkan Porto di Dragao, kepercayaan terhadap era baru Manchester City akan semakin kuat. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi