RADARBANYUWANGI.ID - Stadion Santiago Bernabeu kembali menjadi panggung duel elite Eropa. Real Madrid akan menjamu Inter Milan pada laga fase liga Liga Champions, Selasa, dalam pertandingan yang mempertemukan dua raksasa dengan ambisi besar sekaligus luka lama di kompetisi antarklub paling bergengsi Eropa.
Pertandingan ini juga menjadi momen istimewa bagi Jose Mourinho. Enam belas tahun lalu, pelatih asal Portugal itu membawa Inter Milan meraih kejayaan Liga Champions 2010. Kini, Mourinho memiliki tugas berbeda: mengantar Real Madrid mengejar gelar Eropa ke-16.
Ambisi tersebut tidak akan mudah diwujudkan.
Real Madrid datang dengan reputasi sebagai penguasa Liga Champions, tetapi perjalanan mereka pada musim 2025-2026 kembali terhenti di perempat final setelah disingkirkan Bayern Munchen. Bahkan, dalam dua musim terakhir, Los Blancos selalu gagal melewati babak delapan besar.
Inter Milan juga memiliki cerita pahit. Musim lalu, perjalanan mereka justru berakhir lebih cepat setelah secara mengejutkan disingkirkan Bodo/Glimt pada fase playoff. Kekalahan agregat 2-5 dari klub Norwegia tersebut menjadi salah satu noda terbesar dalam perjalanan Eropa Inter.
Namun, performa domestik memberikan alasan bagi Inter untuk datang ke Madrid dengan kepercayaan diri tinggi.
Di bawah Cristian Chivu, Nerazzurri sukses merebut gelar Serie A dan Coppa Italia sekaligus, pencapaian yang mengingatkan pada kejayaan era Mourinho pada musim 2009/2010.
Awal musim baru juga berjalan positif. Inter mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan melawan Monza, Cagliari, dan Napoli. Kemenangan atas Napoli bahkan diraih secara dramatis. Sempat tertinggal, Inter bangkit dan memastikan kemenangan 3-2 melalui gol Lautaro Martinez pada masa tambahan waktu.
Real Madrid, sebaliknya, mengalami sedikit gangguan momentum. Los Blancos sempat membuka musim dengan tiga kemenangan beruntun atas Espanyol, Real Sociedad, dan Malaga. Namun, kekalahan 0-1 dari Real Betis pada pertandingan terakhir memperlihatkan bahwa mesin Madrid belum sepenuhnya bekerja sempurna. Kylian Mbappe bahkan gagal mengeksekusi penalti dalam laga tersebut.
Masalah Madrid bukan sekadar hasil akhir. Lini tengah mereka menghadapi persoalan serius akibat absennya sejumlah pemain. Situasi itu berpotensi membuat Mourinho harus mengubah komposisi permainan ketika menghadapi Inter.
Rekor kandang dan modal Madrid
Salah satu modal terbesar Real Madrid adalah pengalaman mereka di pertandingan pembuka Liga Champions.
Los Blancos memenangkan 17 dari 19 pertandingan matchday pertama Liga Champions terakhir mereka. Lima kemenangan terakhir secara beruntun bahkan terjadi setelah kekalahan 2-3 dari Shakhtar Donetsk pada 2020.
Statistik tersebut menunjukkan satu hal: Real Madrid hampir selalu tahu bagaimana memulai perjalanan Eropa dengan kuat. Tetapi Inter memiliki alasan untuk tidak gentar.
Nerazzurri memang belum pernah mengalahkan Real Madrid pada abad ke-21. Mereka menelan empat kekalahan beruntun, termasuk tiga pertandingan terakhir tanpa mencetak gol.
Kemenangan terakhir Inter atas Madrid terjadi pada fase grup musim 1998/1999 dengan skor 3-1. Rekor tersebut menjadi beban psikologis sekaligus motivasi bagi tim Chivu.
Berita tim Real Madrid
Real Madrid menghadapi persoalan cukup serius karena beberapa pemain harus absen akibat hukuman yang terbawa dari musim sebelumnya. Eduardo Camavinga, Arda Guler, dan Bernardo Silva tidak dapat tampil karena skorsing.
Situasi lini tengah semakin rumit karena Aurelien Tchouameni masih diragukan akibat masalah otot. Jika tidak cukup fit, Jude Bellingham berpeluang dimainkan lebih dalam untuk berduet dengan Federico Valverde.
Dari sektor pertahanan dan pemain lainnya, Eder Militao mengalami cedera hamstring, Rodrygo bermasalah dengan lutut, sedangkan Ferland Mendy juga harus menepi akibat cedera hamstring.
Thiago Pitarch masih mengalami masalah lutut. Raul Asencio, Endrick, dan Marc Cucurella juga perlu menjalani pemeriksaan sebelum keputusan akhir mengenai keterlibatan mereka dibuat.
Kondisi tersebut membuat kedalaman skuad Madrid menjadi sorotan. Dengan lini tengah yang kehilangan beberapa opsi, keseimbangan antara kreativitas dan perlindungan terhadap pertahanan bisa menjadi titik krusial.
Inter Milan tanpa banyak masalah
Inter berada dalam situasi yang lebih menguntungkan dari sisi kebugaran. Tidak ada masalah cedera besar dalam skuad Chivu, kecuali Djed Spence yang masih mengembalikan kondisi fisiknya setelah mengalami cedera yang tidak disebutkan secara spesifik.
Chivu juga memiliki dilema menarik setelah beberapa pemain pengganti tampil menentukan ketika menghadapi Napoli.
Curtis Jones menjadi salah satu nama yang paling mencuri perhatian. Penampilan gelandang asal Inggris tersebut mendapat pujian dari media Italia dan membuka peluang baginya untuk masuk starting XI menggantikan Petar Sucic.
Marcus Thuram juga berpeluang menjadi starter setelah mencetak gol penyama kedudukan melawan Napoli. Ia bisa mengambil tempat Pio Esposito.
Sementara itu, Hakan Calhanoglu berpotensi kembali mengisi lini tengah menggantikan Piotr Zielinski.
Prediksi susunan pemain
Real Madrid: Courtois; Dumfries, Konate, Huijsen, Cucurella; Bellingham, Valverde; Diomande, Diaz, Vinicius Jr; Mbappe.
Inter Milan: Martinez; Bastoni, Bisseck, Akanji; Diouf, Barella, Jones, Calhanoglu, Dimarco; Martinez, Thuram.
Prediksi skor: Real Madrid 2-2 Inter Milan.
Inter memiliki catatan buruk ketika bermain tandang menghadapi klub Spanyol. Mereka tidak pernah menang dalam 13 pertandingan tandang terakhir melawan tim-tim Spanyol. Kemenangan terakhir terjadi ketika mengalahkan Valencia pada fase grup musim 2004/2005.
Namun, situasi Real Madrid yang kehilangan sejumlah pemain, khususnya di lini tengah, membuat peluang Inter terbuka lebar.
Chivu dapat memanfaatkan celah tersebut dengan pressing dan transisi cepat. Inter memiliki pemain yang cukup untuk membuat Madrid kesulitan jika mampu memenangkan duel di tengah lapangan.
Masalahnya, pertahanan Inter tidak lagi sekuat generasi sebelumnya. Celah di lini belakang bisa menjadi makanan empuk bagi Vinicius Junior dan Mbappe.
Di sisi lain, Madrid memiliki kualitas individu yang mampu mengubah pertandingan hanya melalui satu momen.
Karena itu, laga di Bernabeu berpotensi berlangsung terbuka. Inter punya kemampuan untuk mengeksploitasi masalah Madrid, tetapi Los Blancos juga memiliki cukup banyak senjata untuk menghukum kelemahan pertahanan Nerazzurri.
Hasil imbang menjadi skenario yang cukup masuk akal. Madrid memiliki keuntungan bermain di kandang, sementara Inter datang dengan performa domestik yang lebih stabil. Pertandingan ini berpotensi menjadi duel taktik antara pengalaman Mourinho dan pendekatan agresif Chivu.
Jika laga berlangsung dalam tempo tinggi, bukan tidak mungkin Bernabeu menyaksikan salah satu pertandingan paling menarik pada awal fase liga Liga Champions musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi