RADARBANYUWANGI.ID – NEC Nijmegen akan menjamu SBV Excelsior di Goffertstadion, Nijmegen, Selasa (8/9). Laga Eredivisie ini menjadi pertandingan tunda yang semula dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus.
Penundaan terjadi setelah NEC melaju ke babak play-off Liga Champions. Namun, perjalanan mereka di kompetisi elite Eropa akhirnya terhenti setelah dihantam Bodo/Glimt dengan agregat 1-6.
Kini, NEC harus mengalihkan fokus ke Eredivisie dan Liga Europa. Persoalannya, tim besutan Dick Schreuder justru menghadapi Excelsior yang datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Excelsior telah memenangkan tiga dari empat pertandingan liga musim ini dan untuk sementara menempati posisi keempat klasemen. Sebaliknya, NEC masih mencari kemenangan kandang pertamanya di Eredivisie.
Situasi tersebut membuat pertandingan di Goffertstadion menjadi lebih menarik. NEC memiliki reputasi dan keunggulan dalam pertemuan sebelumnya, tetapi performa terkini justru mengarah kepada tim tamu.
NEC Masih Kesulitan di Kandang
NEC mengawali musim dengan hasil yang cukup kontras. Mereka kalah 1-2 dari Telstar di kandang pada pekan pembuka, tetapi kemudian bangkit dengan kemenangan telak 4-1 atas Willem II di markas lawan.
Kemenangan kembali diraih saat NEC bertandang ke markas PEC Zwolle. Mereka menang 3-1 sebelum Feyenoord datang ke Nijmegen dan membawa pulang kemenangan 3-1 pada 5 September. Artinya, dua kemenangan NEC di Eredivisie musim ini seluruhnya diraih di kandang lawan.
Catatan tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi Schreuder. NEC terlihat lebih lepas ketika bermain tandang, sementara tekanan di Goffertstadion justru belum mampu mereka ubah menjadi energi positif.
Saat menghancurkan Willem II, Adam Tahaui mencetak gol dalam debut penuhnya. Tjaronn Chery, Bryan Linssen, dan Kaj Sierhuis juga masuk daftar pencetak gol NEC.
Namun, persoalan NEC bukan sekadar produktivitas. Mereka juga harus segera memulihkan mental setelah kegagalan di Liga Champions.
Pada leg kedua melawan Bodo/Glimt di Norwegia, Gonzalo Crettaz mendapat kartu merah langsung ketika pertandingan baru berjalan tiga menit. NEC kemudian kesulitan mengimbangi permainan lawan dan akhirnya tersingkir dengan agregat telak.
Kegagalan tersebut memang mengecewakan, tetapi ada sisi positifnya. NEC kini mendapat kesempatan tampil di fase liga Liga Europa. Tantangan berikutnya bahkan cukup berat karena mereka dijadwalkan bertandang ke Allianz Stadium menghadapi Juventus pada 17 September.
Sebelum memikirkan Juventus, Schreuder harus memastikan timnya tidak kembali kehilangan poin di kandang.
Darko Nejasmic menjadi salah satu pemain yang bisa memberikan suntikan energi. Gelandang tersebut baru kembali dari cedera ketika NEC menghadapi Feyenoord dan langsung mencetak gol melalui tendangan voli first-time untuk membuat skor menjadi 1-1.
Excelsior Datang dengan Modal Meyakinkan
Berbeda dengan NEC, Excelsior menikmati awal musim yang jauh lebih positif. Di bawah Ruben den Uil, Excelsior memenangkan tiga dari empat pertandingan Eredivisie. Satu-satunya kekalahan terjadi ketika mereka menjamu juara bertahan PSV dan kalah tipis 1-2.
Pada laga pembuka, Excelsior bahkan tampil sangat meyakinkan dengan menghantam Cambuur 4-0 di kandang lawan. Kemenangan tersebut menyamai kemenangan tandang terbesar mereka dalam sejarah klub.
PSV kemudian menjadi satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Excelsior sejauh ini. Setelah itu, mereka kembali ke jalur kemenangan dengan menundukkan Sparta Rotterdam 2-1. Momentum tersebut berlanjut ketika Excelsior menghajar Willem II 3-0 pada 5 September.
David Garden membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan delapan menit. Rick Meissen kemudian mencetak gol pertamanya di level senior untuk menggandakan keunggulan sebelum turun minum.
Irakli Yegoian melengkapi kemenangan tiga gol Excelsior pada menit ke-85 setelah memanfaatkan bola panjang dari kiper Stijn van Gassel.
Kemenangan itu mengangkat Excelsior ke posisi keempat klasemen. Lebih penting lagi, permainan mereka memperlihatkan konsistensi yang belum dimiliki NEC.
Jahanbakhsh Jadi Sorotan
Pertandingan ini juga memiliki cerita personal yang menarik. Alireza Jahanbakhsh, pemain baru Excelsior yang pernah memperkuat NEC, akan kembali ke Nijmegen untuk pertama kalinya sebagai pemain lawan dalam pertandingan kompetitif.
Kehadiran Jahanbakhsh tentu menambah bumbu tersendiri. Ia memahami atmosfer Goffertstadion dan karakter klub yang pernah dibelanya.
Bagi Excelsior, pengalaman tersebut bisa menjadi keuntungan kecil. Setidaknya, Jahanbakhsh memiliki gambaran tentang lingkungan pertandingan dan tekanan yang mungkin dihadapi NEC.
Berita Tim NEC
Nejasmic diperkirakan kembali dipercaya sejak menit pertama setelah tampil sebagai pemain pengganti yang langsung mencetak gol ketika menghadapi Feyenoord. Namun, NEC masih dibayangi masalah kebugaran sejumlah pemain.
Sami Ouaissa, Ahmetcan Kaplan, Thomas Ouwejan, dan Yassin Moslih masih berada dalam daftar pemain yang mengalami cedera. Kondisi tersebut membuat pilihan Schreuder, khususnya di lini pertahanan dan tengah, menjadi lebih terbatas.
Prediksi susunan pemain NEC: Crettaz; Pereira, Fonville, Storm; Nejasmic, Tadic, Lebreton, Bischoff; Chery; Linssen, Sierhuis.
Berita Tim Excelsior
Di kubu Excelsior, Stijn van Gassel tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Kiper berusia 35 tahun itu telah tampil dalam seluruh empat pertandingan Eredivisie musim ini.
Garden dan Yegoian juga berpeluang kembali menjadi pilihan utama setelah keduanya mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir.
Meissen turut memberikan dilema positif bagi Den Uil. Gol pertamanya di level senior ketika melawan Willem II membuat persaingan di lini depan semakin terbuka.
Menariknya, Excelsior memang memiliki salah satu skuad termuda di Eredivisie. Pada pekan pertama, mereka bahkan menurunkan sebelas pemain dengan rata-rata usia yang menjadi salah satu yang termuda di kompetisi.
Prediksi susunan pemain Excelsior: Van Gassel; Janssen, Plug, Widell, Meissen; Yegoian, Hartjes, Vianen; Timas, Sliti, Groen.
Rekor Pertemuan Masih Memihak NEC
Secara historis, NEC masih memiliki alasan untuk percaya diri. Mereka memenangkan empat dari lima pertemuan terakhir melawan Excelsior. Akan tetapi, catatan tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Sebagian besar kemenangan itu terjadi ketika Excelsior sedang berjuang menghindari degradasi pada musim 2025-2026. Kondisi Excelsior saat ini sangat berbeda.
Tim Rotterdam tersebut memasuki musim baru dengan permainan yang lebih terorganisasi, hasil positif, dan kepercayaan diri yang terus meningkat.
Ada pula statistik menarik lain. Delapan dari sembilan pertemuan terakhir NEC dan Excelsior menghasilkan lebih dari 2,5 gol. Dengan kedua tim memiliki kecenderungan bermain menyerang, pertandingan terbuka kembali sangat mungkin terjadi.
Prediksi skor: NEC 1-2 SBV Excelsior
Di atas kertas, NEC mungkin terlihat lebih diunggulkan. Mereka memiliki pengalaman lebih besar dan masih memegang rekor pertemuan yang bagus. Namun, sepak bola tidak dimainkan berdasarkan statistik masa lalu.
Masalah terbesar NEC saat ini adalah inkonsistensi di kandang. Dua pertandingan Eredivisie di Goffertstadion berakhir dengan kekalahan. Sebaliknya, Excelsior justru telah menunjukkan kemampuan untuk bermain agresif baik di kandang maupun tandang.
Faktor kelelahan juga patut diperhitungkan. NEC baru saja melewati rangkaian pertandingan penting di Eropa sebelum kembali menghadapi jadwal domestik. Kegagalan melawan Bodo/Glimt bisa menjadi tambahan beban mental. Excelsior datang dengan situasi yang berlawanan: mereka sedang menikmati momentum.
Jika NEC mampu mencetak gol lebih dahulu, pertandingan bisa berubah menjadi milik tuan rumah. Namun, jika Excelsior mampu bertahan pada fase awal dan memanfaatkan celah di pertahanan NEC, peluang mereka membawa pulang tiga poin cukup besar.
NEC tetap berpeluang mencetak gol, terutama dengan keberadaan pemain seperti Chery, Linssen, dan Sierhuis. Akan tetapi, performa Excelsior dalam empat pertandingan awal membuat mereka layak dijagokan.
Kemenangan tandang atas Cambuur dan kemenangan 3-0 atas Willem II menjadi bukti bahwa Excelsior bukan sekadar tim yang sedang beruntung. Dengan tren tersebut, Excelsior diprediksi menang 2-1 atas NEC Nijmegen.
Pertandingan juga berpotensi menghasilkan banyak gol. Rekor pertemuan kedua klub dan karakter permainan mereka sama-sama mengarah pada duel terbuka di Goffertstadion. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi