RADARBANYUWANGI.ID – Juventus dan AC Milan akhirnya bertemu dalam ujian besar pertama mereka di Serie A 2026-2027. Dua raksasa Italia itu sama-sama mengawali musim dengan rekor sempurna, sehingga duel di Turin pada Minggu malam bakal menjadi pertarungan untuk mempertahankan kesempurnaan sekaligus mengukur ambisi masing-masing.
Juventus datang dengan dua kemenangan dari dua pertandingan. AC Milan juga memiliki catatan identik. Bedanya, pertandingan kali ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Hasilnya bisa menjadi penanda awal mengenai siapa yang lebih siap bersaing di papan atas.
Juventus Mulai Menemukan Fondasi
Juventus punya alasan untuk tampil penuh keyakinan. Setelah gagal mengamankan tiket Liga Champions pada penghujung musim lalu, Bianconeri memasuki musim baru dengan misi membayar kegagalan tersebut.
Pasukan Luciano Spalletti memang belum tampil meyakinkan sepenuhnya. Mereka membuka musim dengan kemenangan tipis 1-0 di markas Frosinone sebelum mengalahkan Parma 2-0 di Turin.
Pada laga kontra Parma, Juventus sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan. Kebuntuan baru terpecahkan setelah Nico Gonzalez mencetak gol pertamanya di Serie A sejak Mei 2025. Teun Koopmeiners kemudian memastikan kemenangan dengan gol pertamanya sejak periode yang sama.
Dua kemenangan tanpa kebobolan memperlihatkan satu hal penting: Juventus mungkin belum eksplosif, tetapi mereka mulai memiliki fondasi pertahanan yang kuat.
Ini menjadi modal berharga bagi Spalletti. Sebab, dua pelatih sebelumnya, Thiago Motta dan Igor Tudor, sama-sama belum mampu mengubah awal positif menjadi konsistensi sepanjang musim.
Juventus kini tidak tampil di Liga Champions. Mereka harus memulai perjalanan Eropa melalui Liga Europa, dengan NEC Nijmegen sebagai lawan pertama. Karena itu, duel melawan Milan menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa target mereka musim ini jauh lebih besar.
Setelah menghadapi Milan, Juventus masih harus melawan Sassuolo. Artinya, pekan-pekan awal ini merupakan rangkaian ujian yang akan memperlihatkan seberapa kuat proyek Spalletti.
Milan Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Di kubu Milan, suasananya tidak kalah positif. Rossoneri mengawali era Ruben Amorim dengan dua kemenangan beruntun. Torino menjadi korban pertama dengan kekalahan 1-2, sebelum Venezia ditundukkan 2-0 di San Siro.
Salah satu sorotan terbesar adalah Goncalo Ramos. Penyerang yang didatangkan dengan status pembelian termahal dalam sejarah klub itu mencetak gol pertamanya di Serie A saat menghadapi Venezia.
Gol tersebut penting bukan hanya bagi Milan, tetapi juga bagi Ramos. Sebagai pemain dengan banderol besar, tekanan untuk segera memberikan kontribusi selalu melekat. Gol perdana dapat menjadi titik awal untuk membangun kepercayaan dirinya sekaligus hubungan dengan suporter.
Kini Ramos mendapat kesempatan berikutnya untuk membuktikan bahwa investasi besar Milan tidak salah arah.
Jika Milan kembali menang, Amorim akan mencatatkan prestasi istimewa. Ia bakal menjadi pelatih Milan pertama sejak 1958 yang mampu meraih kemenangan dalam tiga pertandingan Serie A pertamanya. Namun, tantangannya tidak ringan.
Juventus Masih Menjadi Tembok Sulit Milan
Rekor pertemuan terbaru menunjukkan mengapa laga ini berpotensi berlangsung ketat. Milan gagal mencetak gol dalam enam pertemuan terakhir melawan Juventus di Serie A. Bahkan, gol terakhir Rossoneri di Allianz Stadium sudah terjadi lebih dari tiga tahun lalu.
Meski begitu, Milan sebenarnya mulai memperbaiki rekor tandangnya. Mereka hanya kalah sekali dalam enam kunjungan terakhir ke markas Juventus dan mencatat empat clean sheet.
Kontrasnya cukup menarik. Sebelumnya, Milan sempat mengalami sembilan kekalahan beruntun di Turin. Kini mereka justru datang dengan pertahanan yang jauh lebih sulit ditembus.
Karena itu, duel kali ini kemungkinan besar akan ditentukan oleh detail-detail kecil, bukan sekadar siapa yang memiliki pemain dengan kualitas individu lebih tinggi.
Berita Tim Juventus
Juventus harus menghadapi persoalan cedera. Kenan Yildiz dan Khephren Thuram dipastikan menepi untuk jangka menengah.
Absennya Yildiz cukup signifikan karena pemain tersebut menjadi salah satu opsi penting di lini serang. Gonzalez, Jeremie Boga, dan pemain muda Kerim Alajbegovic berpeluang mendapatkan menit bermain lebih besar.
Juventus juga aktif menjelang penutupan bursa transfer. Nick Woltemade didatangkan untuk menggantikan Jonathan David yang menuju Atletico Madrid. Ia akan bersaing dengan Randal Kolo Muani untuk posisi penyerang.
Pape Matar Sarr juga bergabung dari Tottenham Hotspur. Namun, untuk mendapatkan tempat utama, ia harus bersaing dengan Douglas Luiz maupun kapten tim Manuel Locatelli, yang memiliki masa lalu bersama Milan. Andrea Cambiaso dan Weston McKennie juga masih diragukan tampil karena masalah kebugaran.
Berita Tim AC Milan
Situasi Milan relatif lebih tenang. Mattia Gabbia menjadi satu-satunya pemain yang masih menjadi perhatian dari sisi kebugaran.
Fikayo Tomori kembali ke skuad setelah gagal menemukan klub baru. Namun, Amorim diperkirakan tidak mengubah komposisi tiga bek yang sudah digunakannya.
Dua pemain anyar, Omari Hutchinson dan Diego Moreira, berpeluang menjalani debut. Sementara itu, Milan sudah kehilangan Rafael Leao, pemain yang ikut membantu klub memenangkan Scudetto 2021-2022.
Menariknya, Adrien Rabiot kemungkinan memainkan peran penting di belakang Ramos. Gelandang Prancis itu akan menghadapi mantan klubnya setelah sebelumnya mencatatkan 157 penampilan bersama Juventus.
Prediksi Susunan Pemain
Juventus: Vicario; Kalulu, Bremer, Lucumi, Celik; Locatelli, Luiz; Conceicao, Gonzalez, Boga; Kolo Muani.
AC Milan: Maignan; Gila, De Winter, Pavlovic; Chukwueze, Modric, Musah, Bartesaghi; Rabiot, Cisse; Ramos.
Prediksi akhir: Juventus 1-0 AC Milan.
Duel Juventus kontra Milan bukan pertandingan yang identik dengan pesta gol. Bahkan, empat dari lima pertemuan terakhir kedua klub di Serie A berakhir tanpa gol. Kecenderungan tersebut membuat pertandingan di Turin berpotensi kembali berlangsung ketat.
Juventus memiliki keuntungan berupa pertandingan kandang, pertahanan yang belum kebobolan, serta kedalaman skuad yang semakin baik setelah aktivitas mereka di bursa transfer.
Milan memang sedang berada dalam momentum positif. Dua kemenangan awal memberikan kepercayaan diri kepada Amorim dan para pemainnya. Namun, menghadapi Juventus di Turin akan menjadi ujian dengan tingkat kesulitan yang berbeda.
Kunci pertandingan kemungkinan berada pada kemampuan Milan memecahkan pertahanan Juventus. Jika Ramos mampu mendapatkan suplai bola secara konsisten, Rossoneri memiliki peluang mencuri hasil. Sebaliknya, apabila Juventus mampu memutus hubungan lini tengah dengan Ramos, pertandingan bisa berubah menjadi duel kesabaran.
Spalletti memiliki pengalaman lebih panjang dalam pertandingan besar dibandingkan Amorim. Faktor tersebut, ditambah keuntungan bermain di kandang, membuat Juventus sedikit lebih layak diunggulkan. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi