Everton vs Manchester United: Michael Carrick Incar Rekor Elite Premier League

Niklaas Andries • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:49 WIB
PELUANG: Michael Carrick Incar Rekor Elite Premier League saat United hadapi tuan rumah Everton (Manchester United)
PELUANG: Michael Carrick Incar Rekor Elite Premier League saat United hadapi tuan rumah Everton (Manchester United)

RADARBANYUWANGI.ID – Michael Carrick berpeluang menempatkan namanya dalam kelompok elite manajer Premier League saat Manchester United bertandang menghadapi Everton di Hill Dickinson Stadium, Minggu.

Pertandingan ini bukan sekadar kesempatan bagi Manchester United untuk melanjutkan momentum kemenangan. Bagi Carrick, duel kontra Everton juga menjadi panggung penting untuk membuktikan bahwa kebangkitan Setan Merah di bawah kendalinya bukan sekadar efek sesaat.

Manchester United datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menghancurkan Ipswich Town 5-2 pada pekan sebelumnya. Hasil tersebut menjadi modal berharga ketika mereka harus menghadapi jadwal padat dengan lima pertandingan dalam kurun dua pekan, termasuk dimulainya perjalanan di Liga Champions dan Piala EFL.

Dengan pertandingan berikutnya melawan Sabah baru berlangsung pada Kamis, Carrick diperkirakan tidak akan melakukan banyak rotasi di Merseyside. Pelatih asal Inggris itu kemungkinan menurunkan kekuatan terbaiknya demi menjaga momentum sekaligus mengejar pencapaian personal yang cukup langka.

Carrick Selangkah dari Rekor Manajer Elite

Sejak ditunjuk sebagai manajer Manchester United pada Januari, Carrick telah mengumpulkan 42 poin dari 19 pertandingan Premier League.

Catatan tersebut sangat impresif. Tidak ada tim lain yang mampu mengoleksi poin lebih banyak dalam periode yang sama.

Namun, ada angka lain yang membuat pertandingan melawan Everton semakin menarik. Jika mampu membawa Manchester United meraih kemenangan, Carrick akan mencapai 45 poin dari 20 pertandingan pertama sebagai manajer.

Jika itu terjadi, Carrick akan menjadi manajer keenam dalam sejarah Premier League yang mampu mencapai angka tersebut dalam 20 laga awal masa kepemimpinannya.

Sebelumnya, hanya John Gregory bersama Aston Villa, Jose Mourinho, Carlo Ancelotti dan Antonio Conte bersama Chelsea, serta Arne Slot bersama Liverpool yang berhasil mencatat pencapaian serupa.

Artinya, tiga poin di Hill Dickinson Stadium memiliki nilai lebih besar daripada sekadar tambahan angka di klasemen. Carrick berkesempatan memasuki kelompok eksklusif yang menunjukkan konsistensi luar biasa sejak awal sebuah masa kepelatihan.

Rekor Pertemuan Memihak Manchester United Peluang Manchester United semakin terbuka jika melihat sejarah pertemuan kedua tim.

Setan Merah memenangi enam dari delapan pertandingan terakhir menghadapi Everton. Sebaliknya, The Toffees hanya mampu meraih tiga kemenangan dalam 22 pertemuan terakhir melawan Manchester United. Statistik tersebut memberikan keunggulan psikologis kepada tim tamu.

Namun, Carrick tetap memiliki persoalan yang perlu segera diselesaikan. Manchester United terancam kembali kebobolan lebih dulu pada awal musim.

Jika hal itu terjadi lagi, Setan Merah akan kebobolan gol pembuka dalam tiga pertandingan pertama mereka di Premier League. Catatan tersebut akan menjadi sesuatu yang belum pernah mereka alami sejak musim 2012/2013.

Masalah ini penting karena tim yang sedang mengejar konsistensi tidak bisa terus-menerus mengandalkan kemampuan membalikkan keadaan.

Kemenangan 5-2 atas Ipswich memang menunjukkan daya serang United, tetapi kebiasaan tertinggal lebih dulu dapat menjadi persoalan serius ketika menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.

David Moyes Mengejar Rekor yang Tak Diinginkan

Dari kubu Everton, David Moyes juga membawa cerita tersendiri. Mantan manajer Manchester United tersebut berada di ambang rekor yang tidak ingin dimilikinya.

Moyes kini hanya berjarak satu kekalahan dari menyamai Harry Redknapp sebagai manajer dengan jumlah kekalahan terbanyak melawan Manchester United di Premier League. Redknapp tercatat mengalami 24 kekalahan saat menghadapi Setan Merah.

Moyes sudah menelan 23 kekalahan. Jika Everton kembali kalah dari Manchester United, ia akan menyamai catatan tersebut.

Ironisnya, Moyes pernah berada di kursi manajer Manchester United. Kini, ia justru berpeluang menambah catatan negatif ketika menghadapi klub yang pernah dipercayakan kepadanya.

Duel yang Lebih dari Sekadar Tiga Poin

Pertandingan Everton kontra Manchester United memiliki dua kepentingan berbeda. Bagi Carrick, kemenangan dapat memperkuat klaim bahwa dirinya layak disejajarkan dengan manajer-manajer elite yang mampu membuat dampak instan di Premier League.

Sementara bagi Manchester United, laga ini menjadi ujian apakah performa produktif saat melawan Ipswich bisa diteruskan ketika tekanan meningkat.

Di sisi lain, Everton punya peluang mengacaukan momentum tersebut sekaligus memaksa United kembali bekerja keras setelah awal musim yang belum sepenuhnya meyakinkan.

Karena itu, Hill Dickinson Stadium berpotensi menjadi panggung bagi dua cerita sekaligus: Carrick mengejar sejarah, sementara Moyes berusaha menghindari sejarah buruk.

Pertandingan Everton vs Manchester United bukan hanya soal siapa yang meraih tiga poin. Bagi Carrick, laga ini bisa menjadi satu langkah penting menuju kelompok elite Premier League. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Everton vs Manchester United manchester united david moyes michael carrick