RADARBANYUWANGI.ID – Everton dan Manchester United akan berhadapan pada pekan ketiga Premier League 2026-2027. Pertandingan di Hill Dickinson Stadium, Minggu waktu setempat, ini bukan sekadar duel dua klub besar Inggris. Laga tersebut juga mempertemukan David Moyes dengan mantan klubnya dalam sebuah pertemuan yang sarat cerita.
Everton datang dengan modal belum terkalahkan. The Toffees mengawali musim dengan kemenangan atas Crystal Palace sebelum bermain imbang 1-1 di markas Bournemouth.
Manchester United memiliki perjalanan yang berbeda. Setelah secara mengejutkan kalah 0-2 dari tim promosi Hull City pada pertandingan pembuka, Setan Merah bangkit secara meyakinkan dengan menghancurkan Ipswich Town 5-2.
Performa itu membuat duel di Liverpool kali ini menjadi ujian menarik. Everton punya organisasi permainan yang mulai terlihat solid di bawah Moyes, sedangkan Manchester United sedang menemukan kembali ketajaman lini serangnya.
Manchester United Mulai Menemukan Momentum
Kekalahan dari Hull sempat membuat Manchester United kembali berada di bawah sorotan. Namun, respons mereka ketika menghadapi Ipswich menunjukkan bahwa tim asuhan Michael Carrick tidak mudah runtuh.
Ipswich bahkan sempat membuat kejutan ketika Leif Davis mencetak gol pembuka. Namun, situasi tersebut justru memantik reaksi keras Manchester United.
Bruno Fernandes menjadi pusat kebangkitan. Kapten asal Portugal itu mencetak hat-trick, sementara Jacob Greaves memasukkan bola ke gawang sendiri dan Bryan Mbeumo turut mencatatkan namanya di papan skor.
Lima gol tersebut bukan hanya memberi tiga poin. Kemenangan itu juga menunjukkan bahwa Manchester United memiliki kapasitas untuk mengubah pertandingan ketika lini depan mereka mendapatkan ruang.
Fernandes kembali menjadi figur penting. Mempertahankan pemain terbaik versi PFA tersebut bahkan bisa disebut sebagai salah satu keputusan paling bernilai bagi Manchester United di tengah bursa transfer yang dipenuhi transaksi bernilai lebih dari £100 juta.
Sejak Michael Carrick mengambil alih tim dari Ruben Amorim, Manchester United telah mengumpulkan 42 poin di Premier League. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan klub lain selama periode yang sama.
Carrick kini berpeluang mencatatkan prestasi istimewa. Jika meraih tiga poin lagi, ia dapat menjadi salah satu dari sedikit manajer Premier League yang mampu mengumpulkan setidaknya 45 poin dalam 20 pertandingan pertamanya bersama sebuah klub. Namun, Everton bukan lawan yang mudah.
Moyes dan Luka Lama Manchester United
Pertandingan ini memiliki bumbu tambahan karena sosok di kubu Everton. David Moyes pernah ditunjuk sebagai penerus Sir Alex Ferguson di Manchester United. Masa tersebut tidak berjalan sesuai harapan dan akhirnya menjadi salah satu periode paling sulit dalam kariernya. Kini Moyes justru berdiri di sisi yang berseberangan.
Catatan pertemuannya dengan Manchester United juga tidak terlalu bersahabat. Moyes telah menelan 23 kekalahan sebagai manajer melawan Setan Merah di Premier League. Hanya Harry Redknapp yang memiliki jumlah kekalahan lebih banyak. Meski demikian, Moyes memiliki alasan untuk percaya diri.
Everton mengawali musim dengan cukup menjanjikan. Mereka mengalahkan Crystal Palace, kemudian menang telak 4-0 atas Preston North End di Piala Liga Inggris sebelum bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth.
Yang lebih penting, Everton mulai menunjukkan karakter yang menjadi ciri khas tim Moyes: disiplin, agresif dalam duel, dan mampu bertahan dalam pertandingan yang berjalan ketat.
Everton juga berpeluang meraih kemenangan kandang beruntun di Hill Dickinson Stadium untuk kedua kalinya sepanjang sejarah mereka.
Namun, Manchester United memiliki kenangan bagus di stadion tersebut. Pertemuan terakhir kedua tim di sana pada Februari berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Setan Merah.
Jack Grealish Bisa Menjadi Pembeda Everton
Perhatian lain tertuju kepada aktivitas Everton pada hari terakhir bursa transfer. Jack Grealish bergabung dengan Everton dengan status pinjaman dari Manchester City. Pemain kreatif tersebut berpotensi langsung masuk ke dalam susunan pemain utama.
Kehadiran Grealish memberikan dimensi baru bagi serangan Everton. Kemampuannya membawa bola, mencari ruang di antara lini, dan menciptakan peluang dapat menjadi senjata penting ketika Manchester United bermain dengan garis pertahanan tinggi.
Ainsley Maitland-Niles juga berpeluang tampil setelah bergabung pada 1 September. Sementara itu, Christian Norgaard masih diragukan karena cedera yang belum dijelaskan secara spesifik.
Kepergian Iliman Ndiaye ke Manchester City turut mengubah komposisi lini serang Everton. Brennan Johnson berpeluang mengambil posisi di sisi kanan, sedangkan Thierno Barry kini memiliki peluang lebih besar menjadi ujung tombak setelah Beto pindah ke Fiorentina.
Kondisi Skuad Manchester United
Manchester United masih belum dapat menurunkan Carlos Baleba. Gelandang yang didatangkan dengan nilai £70 juta tersebut mengalami cedera pergelangan kaki dan diperkirakan masih membutuhkan beberapa pekan sebelum menjalani debut.
Manuel Ugarte juga absen karena masalah lutut, sedangkan Amad Diallo mengalami cedera pergelangan kaki. Matthijs de Ligt kemungkinan turut menepi karena masalah punggung.
Luke Shaw, Mason Mount, dan Tom Heaton masih harus menjalani pemeriksaan kebugaran menjelang pertandingan.
Di sisi lain, Bruno Fernandes memiliki catatan istimewa ketika menghadapi Everton. Ia telah terlibat langsung dalam 11 gol melawan The Toffees di Premier League, jumlah yang menyamai rekor Ryan Giggs dan David Beckham sebagai pemain Manchester United dengan kontribusi gol terbanyak melawan Everton.
Jika Fernandes kembali menjadi pusat permainan, Everton harus memberi perhatian ekstra terhadap pergerakan pemain Portugal tersebut.
Prediksi Susunan Pemain
Everton: Pickford; O'Brien, Tarkowski, Branthwaite, Mykolenko; Garner, Armstrong; Johnson, Dewsbury-Hall, Grealish; Barry.
Manchester United: Lammens; Dalot, Maguire, Martinez, Shaw; Mainoo, Tielemans; Mbeumo, Fernandes, Rashford; Cunha.
Prediksi skor: Everton 1-2 Manchester United.
Menariknya, Everton dan Manchester United sama-sama mencatat enam serangan langsung setelah dua pekan Premier League 2026-2027. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa pertandingan di Hill Dickinson Stadium berpotensi berlangsung terbuka.
Everton memiliki keuntungan bermain di kandang dan datang dengan fondasi permainan yang cukup stabil. Grealish juga bisa memberikan kejutan melalui kreativitasnya. Namun, Manchester United tampaknya memiliki daya ledak yang lebih besar.
Kemenangan 5-2 atas Ipswich bukan sekadar hasil besar. Pertandingan tersebut menunjukkan bagaimana Manchester United mampu merespons tekanan dan memanfaatkan kualitas individu pemain depan mereka.
Jika Fernandes kembali mendapatkan ruang untuk mengatur serangan, Everton akan menghadapi pekerjaan berat.
Manchester United diperkirakan mampu melanjutkan momentum kebangkitan sekaligus memberikan kekalahan pertama bagi Moyes pada musim ini. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi