RADARBANYUWANGI.ID – Pertarungan dua raksasa Italia kembali tersaji ketika Inter Milan menjamu Napoli pada lanjutan Serie A di San Siro, Minggu. Duel ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi ujian awal bagi ambisi kedua tim dalam perburuan Scudetto.
Inter datang dengan modal sempurna setelah memenangkan dua pertandingan pembuka. Sebaliknya, Napoli harus bangkit setelah secara mengejutkan tumbang dari Como pada pekan sebelumnya.
Situasi tersebut membuat Inter berada dalam posisi lebih menguntungkan. Namun, sejarah pertemuan kedua tim menunjukkan bahwa Napoli bukan lawan yang mudah ditaklukkan, terutama setelah mereka mampu menjaga rekor tak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir.
Inter Milan Mulai Menunjukkan Kekuatan
Musim lalu menjadi milik Inter. Nerazzurri menutup kompetisi dengan keunggulan 11 poin atas Napoli yang menjadi pesaing terdekat mereka. Kesuksesan itu sekaligus membawa Inter meraih gelar domestik ganda pertama sejak 2010. Kini, pasukan Cristian Chivu kembali memulai musim dengan langkah meyakinkan.
Inter membuka kompetisi dengan kemenangan telak 4-1 atas Monza. Mereka kemudian mengamankan kemenangan tipis 1-0 ketika bertandang ke markas Cagliari.
Hakan Calhanoglu kembali menjadi salah satu pembeda. Gelandang asal Turki tersebut mencetak gol melalui tembakan dari luar kotak penalti untuk membawa Inter unggul.
Namun, kemenangan atas Cagliari juga memperlihatkan satu pekerjaan rumah. Inter memiliki sejumlah peluang untuk memperbesar keunggulan, tetapi penyelesaian akhir mereka belum cukup klinis. Hal itu tentu harus diperbaiki sebelum menghadapi Napoli.
Sebab, setelah pertandingan ini, Inter langsung menghadapi tantangan besar di Eropa. Mereka akan bertandang ke markas Real Madrid dalam laga pembuka Liga Champions.
Artinya, duel kontra Napoli menjadi kesempatan penting bagi Chivu untuk menjaga momentum sekaligus menguji kedalaman skuadnya sebelum memasuki jadwal padat.
Napoli Datang dengan Luka
Napoli mempunyai cerita berbeda. Setelah mengawali musim dengan kemenangan 2-0 atas Genoa, tim asuhan Massimiliano Allegri justru kehilangan kendali ketika menghadapi Como.
Bermain di kandang sendiri di Stadion Diego Armando Maradona, Napoli kesulitan mengimbangi permainan lawan. Como bahkan lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Kekalahan tersebut menjadi alarm bagi Allegri.
Napoli memang masih memiliki kualitas individu yang sangat besar, tetapi permainan mereka belum terlihat stabil. Kepergian Antonio Conte juga membuat tim harus menemukan kembali keseimbangan antara agresivitas menyerang dan organisasi permainan. Kini, tantangan menjadi lebih berat karena mereka harus menghadapi Inter di San Siro.
Secara historis, Inter memang layak menjadi favorit. Napoli sudah lebih dari sembilan tahun tidak mampu memenangkan pertandingan liga melawan Inter di San Siro.
Namun, statistik tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan persaingan kedua tim. Tiga pertemuan terakhir di Milan berakhir imbang, sementara Napoli tidak terkalahkan dalam lima duel terakhir melawan Inter.
Pertemuan pada Januari lalu bahkan berlangsung sengit. Federico Dimarco dan Calhanoglu dua kali membawa Inter memimpin, tetapi Scott McTominay selalu mampu menyamakan kedudukan. Sayangnya bagi Napoli, McTominay kali ini tidak tersedia.
McTominay Absen, De Bruyne Jadi Perhatian
Absennya McTominay menjadi pukulan serius bagi Napoli. Gelandang asal Skotlandia tersebut dijadwalkan menjalani prosedur jantung dan diperkirakan harus menepi selama beberapa pekan. Kehilangannya membuat Napoli kehilangan pemain yang mampu memberikan tenaga, duel fisik, sekaligus ancaman dari lini kedua.
Allegri kemungkinan dapat mengandalkan Kevin De Bruyne untuk mengisi ruang yang ditinggalkan McTominay.
De Bruyne baru masuk dari bangku cadangan ketika Napoli menghadapi Como. Pengalamannya menjadi modal penting untuk menghadapi Inter, meski gelandang Belgia tersebut tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem permainan barunya.
Di sisi lain, Napoli juga kehilangan Alessandro Buongiorno dan Luca Marianucci akibat masalah lutut serta penyerang Giovane yang mengalami cedera hernia.
Situasi tersebut membuat kedalaman skuad menjadi salah satu faktor yang berpotensi menentukan hasil pertandingan.
Inter Juga Tidak Sepenuhnya Tanpa Masalah
Inter tidak menghadapi badai cedera sebesar Napoli, tetapi Djed Spence masih diragukan tampil karena persoalan kebugaran.
John Stones dan Curtis Jones sudah mendapatkan tambahan menit bermain ketika menghadapi Cagliari. Kehadiran keduanya memberikan opsi lebih banyak bagi Chivu untuk melakukan rotasi, terutama karena Inter harus segera bersiap menghadapi Real Madrid.
Federico Dimarco juga sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi. Bek sayap tersebut baru saja menerima penghargaan sebagai MVP Serie A musim 2025-2026. Sementara itu, Calhanoglu tetap menjadi pemain yang patut diperhatikan.
Dalam sembilan pertandingan liga menghadapi Napoli bersama Inter, ia telah terlibat langsung dalam enam gol. Kemampuannya menciptakan ancaman dari lini kedua dapat menjadi senjata penting untuk membongkar pertahanan Napoli.
Perkiraan Susunan Pemain Inter Milan
Inter Milan: J. Martinez; Bisseck, Stones, Bastoni; Diouf, Barella, Calhanoglu, Zielinski, Dimarco; Esposito, L. Martinez.
Perkiraan Susunan Pemain Napoli: Napoli: Meret; Di Lorenzo, Rrahmani, Marin, Spinazzola; Anguissa, Lobotka, De Bruyne; Politano, Hojlund, Vergara.
Prediksi skor: Inter Milan 2-0 Napoli
Inter lebih pantas ditempatkan sebagai favorit dalam pertandingan ini. Nerazzurri memiliki keuntungan bermain di San Siro, sedang berada dalam tren positif, serta menunjukkan struktur permainan yang lebih stabil. Dua kemenangan dari dua pertandingan juga memberi mereka kepercayaan diri tambahan.
Sebaliknya, Napoli masih mencari bentuk terbaik setelah kepergian Conte. Kekalahan dari Como memperlihatkan bahwa mereka belum sepenuhnya menemukan konsistensi, sementara absennya McTominay membuat lini tengah kehilangan salah satu pemain penting.
Faktor jadwal juga menarik. Kedua tim memang sama-sama harus menghadapi lawan besar di Eropa pekan depan. Namun, Inter memiliki momentum yang lebih baik sehingga berpeluang mengelola pertandingan dengan lebih tenang.
Napoli kemungkinan akan mencoba bermain lebih rapat dan mengandalkan transisi cepat. Masalahnya, jika Inter mampu menguasai lini tengah melalui Barella dan Calhanoglu, tekanan terhadap pertahanan Napoli bisa berlangsung sepanjang pertandingan.
Karena itu, kemenangan 2-0 untuk Inter menjadi skenario yang cukup masuk akal. Jika prediksi tersebut terealisasi, Inter akan mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan dan semakin menunjukkan bahwa mereka siap mempertahankan Scudetto.
Form Serie A
Inter Milan: Menang – Menang
Napoli: Menang – Kalah. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi