RADARBANYUWANGI.ID – Dua tim dengan start sempurna akan saling berhadapan ketika AS Roma menjamu Atalanta di Stadion Olimpico pada Sabtu malam. Sama-sama mengoleksi enam poin dari dua pertandingan, duel ini bukan sekadar perebutan kemenangan, tetapi juga ujian awal untuk melihat siapa yang lebih siap menjadi penantang serius di papan atas Serie A.
Roma datang dengan kepercayaan diri tinggi. Dua pertandingan pertama mereka berakhir dengan kemenangan telak 4-0. Tidak hanya produktif, skuad I Giallorossi juga belum sekali pun kebobolan.
Atalanta memiliki catatan yang tidak kalah mengesankan. La Dea juga menyapu bersih dua pertandingan Serie A dengan kemenangan dan hanya kemasukan satu gol dalam empat pertandingan di seluruh kompetisi.
Pertemuan di Olimpico pun menjanjikan pertarungan menarik antara pengalaman Gian Piero Gasperini di Roma dan pendekatan taktik Maurizio Sarri yang mulai diterapkan di Bergamo.
Roma Tampil Tajam Sejak Awal Musim
Roma langsung menunjukkan karakter sebagai salah satu kandidat penghuni papan atas. Dua kemenangan dengan skor identik 4-0 membuat mereka memimpin klasemen sementara Serie A berdasarkan produktivitas gol.
Performa tersebut menjadi kelanjutan positif dari pekerjaan Gasperini sejak mengambil alih tim. Menariknya, pelatih berusia 68 tahun itu sebelumnya menghabiskan hampir satu dekade menangani Atalanta dan membawa klub tersebut meraih trofi Liga Europa.
Roma membuka musim dengan kemenangan meyakinkan atas Fiorentina sebelum kembali berpesta gol ketika menghadapi Lecce akhir pekan lalu.
Saat melawan Lecce, Roma praktis sudah mengamankan pertandingan sejak babak awal. Donyell Malen mencetak dua gol, sementara Matias Soule ikut mencatatkan namanya di papan skor. Rodrigo Mora kemudian melengkapi pesta empat gol tersebut.
Malen menjadi salah satu alasan utama mengapa lini depan Roma terlihat begitu berbahaya. Penyerang asal Belanda itu mampu membangun kombinasi apik bersama Paulo Dybala.
Dalam 20 penampilan pertamanya di Serie A, Malen telah mencetak 19 gol. Catatan tersebut bahkan menjadi rekor baru klub.
Jika konsistensinya bertahan, Malen akan menjadi salah satu senjata penting Roma ketika mereka kembali tampil di Liga Champions pekan depan.
Namun, Roma memiliki satu persoalan yang tidak bisa diabaikan.
Rekor kandang mereka menghadapi Atalanta justru kurang meyakinkan. Dari 12 pertemuan terakhir di kandang pada kompetisi kasta tertinggi Italia, Roma hanya mampu memenangkan satu pertandingan. Pertemuan terakhir di Olimpico pada April lalu bahkan berakhir 1-1.
Secara keseluruhan, Atalanta juga belum terkalahkan dalam delapan pertemuan terakhir melawan Roma di Serie A. Meski demikian, sebagian besar periode tersebut terjadi ketika Gasperini masih berada di kubu Atalanta.
Sarri Mulai Menemukan Bentuk Permainan Atalanta
Atalanta memasuki pertandingan ini dengan momentum yang sama kuatnya. Setelah Gasperini meninggalkan klub lebih dari setahun lalu, Atalanta sempat mengalami pergantian pelatih. Kini, Maurizio Sarri dipercaya untuk mengembalikan stabilitas sekaligus membawa identitas permainan baru.
Sarri datang setelah meninggalkan Lazio dalam situasi yang penuh gejolak. Menariknya, Lazio merupakan rival sekota Roma.
Pelatih berpengalaman itu langsung memberikan hasil positif. Sarri membawa Atalanta melewati babak playoff Liga Conference dan kemudian memenangkan dua pertandingan awal Serie A. Dalam empat pertandingan di semua kompetisi, Atalanta hanya kebobolan satu gol.
Setelah mengalahkan Sassuolo pada pekan pembuka, Atalanta kembali meraih tiga poin ketika menghadapi Bologna. Kemenangan tersebut terasa lebih dramatis karena Lazar Samardzic mencetak gol penentu pada menit-menit akhir pertandingan. Kini tantangannya berbeda.
Atalanta harus menunjukkan bahwa performa tersebut bisa diterjemahkan ketika bermain di kandang lawan. Rekor tandang mereka sebenarnya cukup bagus. Dalam tujuh musim terakhir, La Dea mampu memenangkan pertandingan tandang pertama mereka di Serie A dalam enam musim.
Artinya, bermain di Olimpico bukan sesuatu yang otomatis membuat Atalanta kehilangan kepercayaan diri.
Berhadapan dengan Dua Identitas Taktik Pertandingan ini juga menarik karena mempertemukan dua pendekatan sepak bola yang berbeda.
Roma mulai menikmati permainan menyerang yang agresif. Kombinasi Dybala dan Malen membuat lini depan mereka mampu bergerak cair, sementara kedatangan pemain baru memberi kedalaman tambahan. Sebaliknya, Atalanta masih berada dalam proses menerjemahkan tuntutan permainan Sarri.
Sarri-ball membutuhkan sirkulasi bola yang cepat, struktur posisi yang disiplin, serta kemampuan pemain untuk bergerak secara otomatis ketika bola berpindah.
Jika proses adaptasi itu belum sempurna, Roma berpotensi mengeksploitasi ruang di antara lini Atalanta.
Namun, apabila Atalanta mampu mengontrol tempo dan memaksa Roma bermain lebih lambat, pertandingan bisa berubah menjadi duel yang jauh lebih sulit bagi tuan rumah.
Berita Tim Roma
Roma tidak banyak melakukan perubahan besar pada akhir bursa transfer. Robinio Vaz dan Neil El Aynaoui disebut berpeluang dipinjamkan, sementara Manu Kone tetap bertahan meski sempat mendapat ketertarikan kuat dari Chelsea.
Roma juga mendapatkan pemain berpengalaman dari Atalanta dengan mendatangkan Marten de Roon. Sang gelandang telah mencatatkan 340 penampilan di Serie A, dengan 270 di antaranya terjadi ketika bekerja bersama Gasperini.
Di lini belakang, Leonardo Balerdi berpeluang menjalani debut. Ia bisa menggantikan Evan Ndicka yang mengalami cedera ringan pada lutut.
Untuk lini depan, duet Dybala dan Malen diperkirakan kembali menjadi pilihan utama. Santiago Castro kemungkinan harus memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Perkiraan Susunan Pemain Roma: Svilar; Mancini, Balerdi, Hermoso; Molina, Kone, Cristante, Wesley; Dybala, Mora; Malen.
Berita Tim Atalanta
Atalanta mendatangkan dua nama menarik menjelang penutupan bursa transfer, yakni Franck Kessie dan winger Inggris Jonathan Rowe. Keduanya berpeluang langsung menjalani debut.
Rowe dapat ditempatkan untuk mendukung Nikola Krstovic atau Gianluca Scamacca di lini depan. Kedua penyerang tersebut sejauh ini berbagi menit bermain. Sementara itu, pemain muda Honest Ahanor telah meninggalkan klub menuju Premier League.
Di sektor pertahanan, Thomas Kristensen masih mengalami masalah pada pergelangan kaki yang didapatnya ketika menjalani leg pertama playoff Liga Conference. Ia berpotensi bergabung dengan Isak Hien dan Kamaldeen Sulemana di ruang perawatan.
Perkiraan Susunan Pemain Atalanta: Carnesecchi; Zappacosta, Kossounou, Scalvini, Bernasconi; Ederson, Gaetano, Samardzic; De Ketelaere, Scamacca, Rowe.
Prediksi skor: Roma 2-1 Atalanta
Atalanta memang memiliki keunggulan dalam rekor pertemuan terbaru. La Dea memenangkan lima dari enam pertemuan terakhir melawan Roma. Namun, pertandingan kali ini memiliki konteks berbeda.
Roma sedang berada dalam kondisi terbaik. Dua kemenangan 4-0 tanpa kebobolan menunjukkan bahwa tim Gasperini bukan hanya efektif dalam mencetak gol, tetapi juga mulai memiliki struktur pertahanan yang solid. Faktor Olimpico juga dapat memainkan peran penting.
Atalanta memang memiliki rekor tandang yang bagus, tetapi mereka masih berada dalam fase adaptasi terhadap filosofi Sarri. Melawan Roma yang sedang agresif di sepertiga akhir lapangan, sedikit kesalahan posisi bisa berakibat fatal.
Dybala dan Malen menjadi kombinasi yang layak diperhatikan. Jika keduanya kembali menemukan koneksi seperti pada dua pertandingan sebelumnya, Roma memiliki peluang besar untuk mematahkan tren negatif dalam duel melawan Atalanta.
Dengan kata lain, ini bukan sekadar pertandingan antara dua tim yang sama-sama mengoleksi enam poin.
Ini adalah ujian apakah Roma benar-benar telah berubah menjadi kandidat serius di papan atas, sekaligus ujian pertama bagi Sarri untuk membuktikan bahwa Atalanta siap meninggalkan masa Gasperini tanpa kehilangan daya saingnya. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi