Fulham vs Crystal Palace: Adu Nasib Dua Tim yang Sama-Sama Memburu Kemenangan Perdana

Niklaas Andries • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 11:45 WIB
BURU TIGA POIN: Fulham dan Crystal Palace berambisi raih kemenangan (Crystal Palace)
BURU TIGA POIN: Fulham dan Crystal Palace berambisi raih kemenangan (Crystal Palace)

RADARBANYUWANGI.ID – Craven Cottage menjadi panggung penting bagi Fulham dan Crystal Palace ketika kedua tim bertemu pada pekan awal Premier League 2026-2027, Sabtu sore. Bukan sekadar duel sesama tim London, pertandingan ini menjadi kesempatan bagi keduanya untuk mengakhiri start buruk dan mengamankan kemenangan perdana musim ini.

Fulham maupun Crystal Palace datang dengan modal yang nyaris identik. Keduanya belum meraih satu pun poin dari dua pertandingan awal. Bedanya, Fulham setidaknya sudah menunjukkan produktivitas ketika menghadapi Chelsea, sedangkan Palace masih kesulitan menemukan keseimbangan permainan setelah kehilangan sejumlah pemain penting pada bursa transfer musim panas.

Fulham kini berada di peringkat ke-16 tanpa poin. Sementara itu, Crystal Palace terpuruk di posisi ke-18. Posisi tersebut memang belum bisa dijadikan ukuran mutlak pada fase awal musim, tetapi tekanan untuk segera meraih kemenangan mulai terasa.

Fulham Tak Boleh Terlambat Bangkit

Pasukan Alvaro Arbeloa mengawali musim dengan kekalahan tipis 2-3 dari Chelsea dalam pertandingan yang memperlihatkan potensi ofensif mereka. Namun, kekalahan 0-1 dari Sunderland pada laga berikutnya menjadi alarm yang lebih serius.

Fulham sebenarnya mampu merespons dengan baik di ajang Piala Liga Inggris. Mereka menang 3-0 atas AFC Wimbledon pada 27 Agustus. Hasil itu setidaknya memberikan suntikan kepercayaan diri sebelum kembali menghadapi persaingan Premier League.

Namun, jadwal berat sudah menanti. Setelah Crystal Palace, Fulham harus menghadapi Liverpool dan Manchester United. Artinya, laga di Craven Cottage menjadi peluang yang terlalu penting untuk dilewatkan. Jika gagal menang, Fulham berpotensi memasuki rangkaian pertandingan berikutnya dengan tekanan yang semakin besar.

Masalahnya, sejarah pertemuan justru tidak terlalu berpihak kepada The Cottagers. Fulham hanya sekali menang dalam delapan pertemuan terakhir melawan Palace. Mereka juga kalah dalam tiga dari empat pertemuan terbaru, termasuk kekalahan 1-2 di Craven Cottage pada musim lalu.

Bahkan, Palace belum pernah kalah dari Fulham di kandang lawannya tersebut sejak Januari 2005. Dalam tiga kunjungan terakhir ke markas Fulham di semua kompetisi, The Eagles selalu pulang membawa kemenangan. Catatan tersebut tentu menjadi tantangan mental bagi Arbeloa.

Crystal Palace Juga Sedang Mencari Identitas

Di kubu Palace, Pierre Sage menghadapi persoalan yang tidak kalah rumit. The Eagles kalah 0-2 dari Everton pada pertandingan pembuka sebelum dihantam Manchester City 1-4 pada laga berikutnya. Dua kekalahan tersebut menempatkan Palace di posisi ke-18 dengan koleksi nol poin.

Perubahan besar pada skuad musim panas membuat Sage harus bekerja lebih keras menemukan formula terbaik.

Palace mendatangkan 10 pemain baru. Adam Wharton bertahan, tetapi mereka kehilangan beberapa figur penting seperti Maxence Lacroix dan Daniel Munoz.

Situasi tersebut membuat laga melawan Fulham bukan hanya tentang tiga poin. Pertandingan ini juga menjadi ujian apakah Palace mampu membangun fondasi permainan yang cukup stabil sebelum memasuki periode yang jauh lebih padat.

Agenda mereka akan segera bertambah berat. Palace akan menghadapi Middlesbrough di Piala Liga Inggris pada 8 September, kemudian memulai perjalanan di fase liga Liga Europa menghadapi Lech pada 17 September. Setelah itu, mereka dijadwalkan menghadapi Ipswich Town di Premier League.

Dengan demikian, kemenangan di Craven Cottage bisa menjadi modal berharga sebelum jadwal mereka semakin padat.

Gonzalo Garcia Jadi Senjata Fulham

Arbeloa diperkirakan tidak melakukan perubahan besar terhadap susunan pemain Fulham. Tom Cairney masih harus menepi karena cedera lutut jangka panjang. Shea Charles berpeluang masuk ke sebelas awal, dengan Oscar Bobb menjadi salah satu kandidat yang harus memberikan tempat. Perhatian utama tentu tertuju kepada Gonzalo Garcia.

Penyerang yang datang dari Real Madrid tersebut sudah mencetak dua gol dalam tiga penampilan pertamanya bersama Fulham. Performa awal itu membuat Garcia berpeluang kembali menjadi ujung tombak. David Affengruber, Manuel Angel, dan Hugo Larsson juga berpotensi menjalani debut.

Jika Garcia mampu mempertahankan ketajamannya, Fulham memiliki alasan untuk percaya bahwa mereka bisa memanfaatkan kelemahan lini belakang Palace.

Palace Berpeluang Menurunkan Rekrutan Baru

Sage juga mendapat tambahan opsi setelah beberapa pemain datang pada hari terakhir bursa transfer. Honest Ahanor, Ben Chilwell, Quentin Timber, dan Dario Osorio berpeluang masuk skuad untuk menghadapi Fulham.

Dwight McNeil juga diprediksi bisa menggantikan Eddie Nketiah dalam susunan pemain utama. Namun, Sage kemungkinan tidak akan melakukan perubahan secara berlebihan.

Jacob Larsen berpeluang kembali menjadi penyerang utama, sementara Wharton akan memainkan peran penting di lini tengah.

Keputusan mempertahankan Wharton menjadi salah satu perkembangan menarik Palace. Gelandang Inggris tersebut sempat dikaitkan dengan kepindahan dari Selhurst Park sepanjang musim panas, tetapi akhirnya tetap menjadi bagian dari proyek Sage.

Sayangnya, Palace masih kehilangan beberapa pemain karena cedera. Chadi Riad mengalami masalah lutut, Jean-Philippe Mateta mengalami cedera paha, sedangkan Ismaila Sarr menderita cedera pangkal paha.

Absennya Mateta dan Sarr berpotensi mengurangi variasi serangan Palace, terutama ketika mereka harus menghadapi tim tuan rumah yang kemungkinan bermain lebih agresif sejak menit awal.

Prediksi Susunan Pemain

Fulham: Leno; Castagne, Andersen, Bassey, Robinson; Berge, Charles; Iwobi, King, Palacios; Gonzalo Garcia.

Crystal Palace: Henderson; Canvot, Richards, Tomiyasu; Khalaili, Kamada, Wharton, Mitchell; McNeil, Larsen, Pino.

Prediksi skor: Fulham 2-1 Crystal Palace.

Pertandingan ini berpotensi berjalan ketat. Kedua tim memiliki alasan yang sama untuk mengejar kemenangan, tetapi tekanan yang mereka rasakan juga dapat membuat permainan berlangsung lebih berhati-hati.

Fulham memiliki keuntungan bermain di Craven Cottage. Faktor kandang bisa menjadi pembeda, terutama jika mereka mampu memanfaatkan momentum positif setelah kemenangan atas AFC Wimbledon.

Crystal Palace memang memiliki rekor pertemuan yang lebih baik. Namun, performa mereka dalam dua pertandingan awal belum menunjukkan konsistensi yang meyakinkan.

Kunci laga kemungkinan berada pada kemampuan kedua tim mengontrol lini tengah. Jika Fulham mampu memberi ruang kepada Garcia dan pemain-pemain kreatif di belakangnya, Palace bisa kesulitan meredam tekanan.

Sebaliknya, Palace punya peluang mencuri hasil jika mampu memanfaatkan transisi cepat dan pengalaman Wharton di area tengah.

Fulham diperkirakan mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang untuk meraih kemenangan pertama musim ini. Palace tetap berpeluang mencetak gol, tetapi absennya beberapa pemain penting membuat peluang mereka membawa pulang tiga poin sedikit lebih kecil. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
premier league 2026-2027 Susunan pemain Crystal Palace Fulham vs Crystal Palace prediksi Fulham vs Crystal Palace susunan pemain Fulham