RADARBANYUWANGI.ID – Nottingham Forest dan Tottenham Hotspur sama-sama datang dengan satu masalah besar: belum merasakan kemenangan di Premier League musim ini. Namun, duel di City Ground, Sabtu sore, bukan sekadar perebutan tiga poin. Pertandingan ini bisa menjadi momentum kebangkitan atau justru memperpanjang krisis salah satu dari mereka.
Forest setidaknya membawa modal berupa satu poin setelah menahan Liverpool 2-2 di Anfield pada pekan lalu. Tottenham justru semakin tertekan setelah tumbang 0-2 dari Newcastle United di kandang sendiri. Bagi Tottenham, situasinya bahkan mulai mengkhawatirkan.
Tottenham Terancam Mengawali Musim dengan Tiga Kekalahan
Musim baru seharusnya menjadi lembaran baru bagi Tottenham. Tetapi dua pertandingan pertama justru menghadirkan cerita lama dengan tekanan yang lebih besar.
Tim asuhan Roberto De Zerbi itu kalah dalam dua laga pembuka Premier League tanpa sekalipun mencetak gol. Ini menjadi kali pertama Tottenham mengalami start seburuk tersebut sepanjang era Premier League.
Kekalahan 0-3 dari Brentford pada pekan pertama memperlihatkan rapuhnya organisasi permainan Spurs. Saat menghadapi Newcastle, sejumlah perbaikan mulai terlihat. Namun, begitu kebobolan, Tottenham kembali kesulitan menemukan respons. Anthony Elanga dan Yoane Wissa menjadi pembeda bagi Newcastle. Tottenham kembali pulang tanpa gol.
Dua pertandingan, dua kekalahan, lima gol bersarang di gawang, dan belum ada satu pun gol yang dicetak. Kombinasi itu membuat Tottenham terperosok ke zona degradasi. Persoalannya bukan hanya hasil buruk. Ada kecenderungan yang jauh lebih mengkhawatirkan.
Sejak awal musim 2025-2026, Tottenham sudah 22 kali kebobolan lebih dahulu. Tidak satu pun pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan. Bahkan, 16 di antaranya berujung kekalahan.
Artinya, masalah Spurs bukan semata bagaimana mencetak gol. Mereka harus menemukan cara agar tidak selalu bermain dalam situasi tertinggal.
Tottenham memang belum pernah membuka musim Premier League dengan tiga kekalahan beruntun. Terakhir kali mereka mengalami start semacam itu terjadi pada musim 1979-1980. Jika kalah lagi di City Ground, sejarah buruk tersebut akan kembali menjadi bahan pembicaraan.
Forest Juga Belum Stabil
Nottingham Forest memang lebih baik daripada Tottenham dalam hal momentum, tetapi kondisi mereka juga belum sepenuhnya meyakinkan.
Sebelum bermain melawan Liverpool, Forest dua kali dipermalukan Leeds United di City Ground. Kekalahan 0-1 di Premier League kemudian disusul hasil 0-2 di ajang EFL Cup. Namun, pertandingan di Anfield memberikan sinyal berbeda.
Forest dua kali unggul melalui Dan Ndoye dan Morgan Gibbs-White. Sayangnya, keunggulan itu tidak mampu dipertahankan setelah Alexander Isak dan Victor Munoz membawa Liverpool bangkit.
Hasil imbang 2-2 tersebut menjadi poin pertama Forest musim ini sekaligus memberikan gambaran bahwa tim asuhan Oliver Glasner masih memiliki ancaman ketika mendapatkan ruang untuk menyerang. Masalahnya, performa kandang justru menjadi titik lemah.
Forest belum memenangkan satu pun pertandingan di City Ground musim ini. Lebih buruk lagi, mereka hanya meraih satu kemenangan dalam 12 pertandingan kandang terakhir di Premier League. Satu-satunya kemenangan tersebut didapat saat menghadapi Burnley yang kemudian terdegradasi pada April. Jadi, City Ground belum otomatis menjadi benteng yang sulit ditembus.
Rekor Pertemuan Bisa Menguntungkan Forest
Ada satu alasan kuat bagi Forest untuk tetap percaya diri. Tottenham belakangan menjadi lawan yang sangat nyaman bagi mereka.
Forest memenangkan empat pertemuan terakhir melawan Spurs di Premier League. Belum pernah sebelumnya mereka mengalahkan Tottenham dalam lima pertandingan beruntun di kompetisi tersebut. Rekor itu membuat duel kali ini menarik.
Tottenham datang dengan kebutuhan mendesak untuk menang, sedangkan Forest memiliki kepercayaan diri dari hasil di Anfield sekaligus keuntungan psikologis dari dominasi mereka atas Spurs dalam beberapa pertemuan terakhir. Pertanyaannya adalah siapa yang mampu mengendalikan tekanan lebih baik.
Kabar Tim Nottingham Forest dan Tottenham
Tottenham memperkuat lini serang pada hari terakhir bursa transfer dengan mendatangkan Mykhaylo Mudryk dari Chelsea dengan status pinjaman. De Zerbi juga mendapatkan tambahan pemain di lini belakang setelah Tosin Adarabioyo bergabung secara permanen. Keduanya berpeluang menjalani debut menghadapi Forest.
Savio yang mengalami masalah otot dan James Maddison dengan cedera bahu juga berpeluang kembali. Namun, Wilson Odobert, Xavi Simons, dan Dejan Kulusevski masih absen.
Mohammed Kudus memberikan kabar positif setelah masuk sebagai pemain pengganti saat melawan Newcastle. Itu merupakan penampilan pertamanya sejak Januari. Kendati demikian, De Zerbi kemungkinan belum mengambil risiko dengan menurunkannya sejak menit pertama.
Di kubu Forest, Daniel Munoz menjadi rekrutan akhir Agustus setelah sebelumnya bekerja bersama Glasner di Crystal Palace. Bek asal Kolombia tersebut bahkan berpeluang langsung dimainkan sebagai bek sayap kanan meski baru menjalani operasi hidung. Jika Munoz tampil, Ola Aina kemungkinan harus keluar dari susunan utama.
Forest juga masih menunggu perkembangan kondisi Nicolo Savona yang mengalami cedera lutut. Ibrahim Sangare juga diragukan karena masalah betis, meski gelandang Pantai Gading tersebut sudah terlihat mengikuti latihan. Sementara itu, Morgan Gibbs-White menjadi salah satu pemain yang patut mendapat perhatian.
Setelah mengonversi penalti yang diperoleh Neco Williams di Anfield, Gibbs-White tercatat terlibat dalam 17 gol Premier League sepanjang 2026. Catatan tersebut hanya kalah dari Bruno Fernandes yang telah terlibat dalam 22 gol.
Prediksi Susunan Pemain
Nottingham Forest: Sels; Milenkovic, Cunha, Murillo; Munoz, Schlager, McAtee, Williams; Gibbs-White, Ndoye; Jesus.
Tottenham Hotspur: Kinsky; Gray, Van Hecke, Van de Ven, Robertson; Tonali, Bentancur; Porro, Fernandes, Tel; Marmoush.
Prediksi skor: Nottingham Forest 1-1 Tottenham Hotspur.
Pertandingan ini berpotensi menjadi duel yang lebih ketat daripada posisi kedua klub di klasemen. Tottenham memiliki kualitas individu dan investasi besar pada musim panas. Namun, kualitas tersebut belum berubah menjadi stabilitas permainan. Terutama ketika mereka kebobolan lebih dahulu.
Sementara itu, Forest menunjukkan kemampuan menyerang yang cukup menjanjikan saat menghadapi Liverpool. Dua kali unggul di Anfield bukan pencapaian kecil. Akan tetapi, mereka juga memperlihatkan persoalan yang sama: sulit menjaga keunggulan.
Karena itu, pertandingan kemungkinan akan berjalan terbuka tetapi tidak sepenuhnya dikuasai salah satu tim.
Tottenham diperkirakan akan bermain lebih agresif karena tidak ingin menorehkan tiga kekalahan beruntun pada awal musim. Forest akan mencoba memanfaatkan tekanan tersebut melalui transisi cepat dan pergerakan Gibbs-White.
Namun, jika Spurs mampu mencetak gol lebih dahulu, situasinya bisa berubah drastis. Sebaliknya, jika Forest yang membuka skor, sejarah terbaru Tottenham menunjukkan alasan besar untuk mengkhawatirkan mereka.
Hasil imbang mungkin bukan yang diinginkan kedua tim, tetapi bagi Tottenham, satu poin bisa menjadi pijakan untuk menghentikan tren kekalahan sebelum krisis berkembang semakin jauh.
Performa Nottingham Forest di Premier League
Nottingham Forest 0-1 Leeds United — Kalah
Liverpool 2-2 Nottingham Forest — Imbang
Performa Nottingham Forest di semua kompetisi
Nottingham Forest 0-1 Leeds United — Kalah
Nottingham Forest 0-2 Leeds United — Kalah
Liverpool 2-2 Nottingham Forest — Imbang
Performa Tottenham Hotspur di Premier League
Brentford 3-0 Tottenham Hotspur — Kalah
Tottenham Hotspur 0-2 Newcastle United — Kalah
Performa Tottenham Hotspur di semua kompetisi
Brentford 3-0 Tottenham Hotspur — Kalah
Tottenham Hotspur 5-1 Charlton Athletic — Menang
Tottenham Hotspur 0-2 Newcastle United — Kalah. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi