Brighton vs Leeds: The Whites Dihantui Kutukan Amex, Siapa yang Tumbang?

Niklaas Andries • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 06:47 WIB
KUTUKAN: Leeds United akan bertandang ke markas Brighton (Leeds United)
KUTUKAN: Leeds United akan bertandang ke markas Brighton (Leeds United)

RADARBANYUWANGI.ID – Brighton & Hove Albion akan mendapat ujian menarik ketika menjamu Leeds United pada pekan awal Premier League 2026–2027 di Amex Stadium, Sabtu sore. Brighton datang dengan modal permainan menyerang, sedangkan Leeds membawa catatan belum terkalahkan sejak musim baru bergulir.

Pertandingan ini berpotensi menjadi duel terbuka. Brighton menunjukkan kemampuan mencetak banyak gol dalam dua pertandingan awal, sementara Leeds mulai memperlihatkan karakter sebagai tim yang sulit dikalahkan.

Namun, ada satu catatan yang membuat laga ini terasa lebih menarik. Leeds memang sukses mengalahkan Brighton 1-0 pada pertemuan terakhir musim lalu melalui gol Dominic Calvert-Lewin pada menit ke-96. Akan tetapi, bermain di Amex merupakan persoalan berbeda bagi The Whites.

Brighton Belum Konsisten, tetapi Tetap Berbahaya

Brighton mengawali musim dengan cara yang meyakinkan. Aston Villa dihancurkan 4-0 di kandang pada laga pembuka. Namun, performa tersebut tidak berlanjut ketika mereka bertandang ke Stamford Bridge.

Melawan Chelsea, Brighton kembali menunjukkan keberanian dalam menyerang dan bahkan mencetak tiga gol. Sayangnya, pertahanan mereka menjadi titik lemah sehingga akhirnya kalah 3-4 dalam pertandingan yang berlangsung dramatis.

Situasi tersebut menggambarkan wajah Brighton saat ini: agresif ketika menguasai bola, tetapi masih memberikan celah ketika lawan mampu melakukan transisi cepat.

Ada statistik menarik yang memperkuat gambaran itu. Brighton menjadi tim kedua sejak 1950 yang mencetak setidaknya empat gol pada pertandingan pertama musim kasta tertinggi Inggris, kemudian kebobolan empat gol atau lebih pada pertandingan kedua. Sebelumnya, Blackpool melakukan hal serupa pada musim 2010–2011.

Fabian Hurzeler tentu tidak ingin pola tersebut berlanjut.

Pelatih Brighton itu setidaknya memiliki alasan untuk tetap optimistis. Timnya mampu menguasai bola hingga 73,1 persen saat menghadapi Aston Villa dan 74,1 persen ketika melawan Chelsea.

Jika kembali mencapai penguasaan bola minimal 70 persen saat menghadapi Leeds, Brighton akan mencatat sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan tim lain sejak pencatatan Premier League 2003–2004.

Artinya, persoalan Brighton bukan terletak pada kemampuan mengontrol permainan. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana mengubah dominasi tersebut menjadi kontrol pertandingan yang lebih aman.

Leeds Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Di sisi lain, Leeds memulai musim dengan jauh lebih stabil. Tim asuhan Daniel Farke belum terkalahkan. Mereka membuka kompetisi dengan kemenangan 1-0 atas Nottingham Forest di Premier League, kemudian menang 2-0 atas lawan yang sama di Piala Liga Inggris. Hasil imbang 1-1 melawan Brentford di Elland Road menjadi pertandingan terakhir mereka.

Leeds memang tidak tampil dominan sejak awal. Brentford justru mengendalikan sebagian besar babak pertama dan berhasil membuka keunggulan melalui Kevin Schade menjelang turun minum.

Namun, Leeds menunjukkan kemampuan untuk bertahan dalam tekanan. Calvert-Lewin kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-79. Karakter seperti itu bisa menjadi modal penting saat menghadapi Brighton.

Menariknya, dua kemenangan tandang Leeds pada awal musim ini sudah membuat mereka hanya berjarak satu kemenangan dari total kemenangan tandang yang mereka raih sepanjang musim lalu di seluruh kompetisi. Meski demikian, sejarah di Amex tidak berpihak kepada Leeds.

The Whites belum pernah menang dalam 10 kunjungan mereka ke markas Brighton sepanjang sejarah klub. Catatan tersebut menjadi rekor terpanjang Leeds tanpa kemenangan ketika bermain di kandang lawan tertentu.

Lebih buruk lagi, Brighton mampu mencatat delapan clean sheet berturut-turut saat menjamu Leeds di Amex.

Jadi, kemenangan Leeds pada akhir musim lalu belum tentu menjadi indikator kuat untuk pertandingan kali ini.

Brighton Kehilangan Sejumlah Pemain

Brighton menghadapi persoalan cedera yang cukup panjang. Jack Hinshelwood, Yankuba Minteh, Kaoru Mitoma, Mats Wieffer, Stefanos Tzimas, dan Evan Ferguson masuk daftar pemain yang harus menepi.

Georginio Rutter dan Yasin Ayari juga masih diragukan tampil setelah absen ketika menghadapi Chelsea.

Jika Rutter belum cukup fit, Charalampos Kostoulas berpeluang kembali dipercaya sebagai ujung tombak. Namun, Hurzeler juga memiliki opsi memberikan kesempatan debut penuh kepada rekrutan anyar Promise David.

Chema Andres dan Femi Azeez turut berpeluang menjalani debut. Costinha bahkan berpotensi langsung masuk starting XI untuk mengisi posisi bek kanan menyusul cedera Wieffer.

Pascal Gross kemungkinan tetap menjadi salah satu pusat permainan Brighton. Setelah mencetak satu gol dan berkontribusi terhadap gol lainnya ketika melawan Chelsea, pemain berusia 35 tahun tersebut akan menjadi sosok penting dalam mengatur ritme permainan.

Leeds Kehilangan Joe Rodon

Leeds juga tidak datang dengan kekuatan penuh. Joe Rodon harus menepi sekitar delapan hingga 10 pekan akibat cedera hamstring serius. Mateo Joseph juga masih belum tersedia karena masalah pada lutut.

Kabar positif datang dari Ilia Gruev yang sudah kembali berlatih dan berpeluang masuk skuad pertandingan.

Absennya Rodon kemungkinan membuka pintu bagi Nico Elvedi untuk menjalani debut Premier League sejak awal. Ia diperkirakan mengisi lini belakang bersama Jaka Bijol dan Tarik Muharemovic.

Di sektor kiri, Gabriel Gudmundsson masih menunggu keputusan apakah sudah cukup siap untuk menjadi starter.

Leeds juga memiliki dua rekrutan anyar, Melvin Bard dan Jean-Matteo Bahoya, yang berpeluang menjalani debut.

Bahoya harus bersaing dengan Noah Okafor, Harry Wilson, dan Brendan Aaronson untuk mendapatkan tempat di lini depan.

Perkiraan Susunan Pemain

Brighton & Hove Albion: Verbruggen; Costinha, Vuskovic, Dunk, Kadioglu; Ayari, Yalcouye; Gomez, Gross, De Cuyper; Rutter.

Leeds United: Trafford; Elvedi, Bijol, Muharemovic; Bogle, Stach, Ampadu, Justin; Wilson, Okafor; Calvert-Lewin.

Analisis: Duel Penguasaan Bola vs Serangan Balik

Pertandingan ini berpotensi mempertemukan dua pendekatan yang berbeda. Brighton kemungkinan kembali berusaha menguasai bola sejak menit pertama. Statistik penguasaan bola mereka dalam dua pertandingan awal menunjukkan bahwa Hurzeler ingin timnya menjadi pihak yang menentukan arah permainan.

Masalahnya, dominasi bola tidak otomatis menghasilkan kemenangan. Kekalahan 3-4 dari Chelsea menjadi bukti bahwa Brighton masih bisa dihukum ketika struktur pertahanan mereka terbuka.

Leeds dapat memanfaatkan celah tersebut.

Calvert-Lewin memberikan opsi yang berbeda bagi lini depan Leeds. Kehadirannya memungkinkan The Whites bermain lebih langsung, terutama ketika berhasil merebut bola dan melakukan serangan cepat. Di sinilah duel taktik akan menjadi penentu.

Jika Brighton mampu menjaga sirkulasi bola sekaligus mencegah Leeds melakukan transisi, tuan rumah memiliki peluang besar mengendalikan pertandingan.

Sebaliknya, apabila Leeds mampu bertahan rapat dan memancing Brighton terlalu banyak mengirim pemain ke depan, ruang di belakang pertahanan The Seagulls bisa menjadi sasaran empuk.

Karena itu, laga ini berpotensi menghasilkan lebih dari sekadar duel penguasaan bola. Efektivitas ketika kehilangan bola justru bisa menjadi pembeda.

Prediksi skor: Brighton & Hove Albion 2-2 Leeds United.

Brighton memiliki keunggulan sebagai tuan rumah sekaligus sejarah yang sangat kuat ketika menghadapi Leeds di Amex.

Namun, pertahanan The Seagulls baru saja memperlihatkan kerentanan dengan kebobolan empat gol dari Chelsea. Leeds memiliki kualitas menyerang yang cukup untuk mengeksploitasi persoalan tersebut. Di sisi lain, Leeds juga belum menunjukkan bahwa mereka mampu mematahkan kutukan Amex.

Pertandingan diperkirakan berlangsung terbuka dengan kedua tim memiliki peluang mencetak gol. Hasil imbang menjadi skenario yang masuk akal. Brighton kemungkinan unggul dalam penguasaan bola, tetapi Leeds memiliki peluang besar mencuri ruang melalui serangan langsung. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Brighton vs Leeds Prediksi Brighton vs Leeds Prediksi Premier League 2026–2027 brighton & hove albion leeds united