RADARBANYUWANGI.ID – Paris Saint-Germain (PSG) belum menemukan irama terbaiknya pada awal musim Ligue 1 2026-2027. Dua pertandingan berlalu tanpa kemenangan. Kini, ujian yang lebih berat menanti ketika AS Monaco datang ke Parc des Princes, Jumat.
PSG baru mengoleksi dua poin dari dua pertandingan. Les Parisiens dua kali bermain imbang dengan skor 2-2, masing-masing ketika menghadapi Rennes dan Lille. Hasil tersebut membuat pasukan Luis Enrique tertahan di papan tengah.
Sebaliknya, Monaco datang dengan kepercayaan diri tinggi. Dua laga, dua kemenangan. Mereka bahkan belum kebobolan dan kini memimpin klasemen sementara Ligue 1.
Pertandingan ini pun menjadi lebih dari sekadar duel dua tim papan atas Prancis. PSG membutuhkan kemenangan untuk menghentikan tren negatif, sedangkan Monaco memiliki kesempatan mempertegas statusnya sebagai penantang serius.
PSG Terlambat Panas
Masalah terbesar PSG pada awal musim ini bukan penguasaan bola. Mereka justru sangat dominan dalam aspek tersebut.
PSG mencatat rata-rata penguasaan bola mencapai 71,1 persen, tertinggi di Ligue 1 sejauh ini. Namun, dominasi tersebut belum berbanding lurus dengan produktivitas.
Dalam dua pertandingan pertama, PSG selalu membutuhkan waktu hingga melewati menit ke-70 untuk mencetak gol. Artinya, penguasaan bola yang sangat besar belum mampu diterjemahkan menjadi tekanan efektif sejak awal pertandingan.
Situasi tersebut menjadi alarm bagi Luis Enrique.
PSG memang memiliki kemampuan membalikkan keadaan. Saat menghadapi Lille pekan lalu, mereka bahkan mencetak dua gol pada masa tambahan waktu untuk menghindari kekalahan.
Vitinha mencetak gol penyama kedudukan, sebelum Marquinhos memastikan PSG membawa pulang satu poin melalui gol pada menit ke-95.
Comeback tersebut menunjukkan mentalitas PSG belum hilang. Namun, ketergantungan terhadap gol-gol pada menit akhir juga memperlihatkan adanya persoalan yang belum terselesaikan.
Jika pola itu kembali terjadi saat melawan Monaco, PSG bisa berada dalam situasi berbahaya.
Monaco Datang Tanpa Beban
Di kubu seberang, suasananya jauh lebih tenang. Monaco menjadi satu-satunya tim yang masih memiliki rekor sempurna setelah dua pertandingan. Mereka mengalahkan Le Havre 1-0 sebelum menundukkan Marseille 2-0. Lebih menarik lagi, Monaco belum sekalipun kebobolan di Ligue 1 musim ini.
Lukas Hradecky menjadi salah satu kunci kokohnya pertahanan tersebut. Kiper Monaco itu termasuk dua penjaga gawang yang belum pernah memungut bola dari gawangnya di Ligue 1 musim ini. Namun, bukan hanya pertahanan yang membuat Monaco layak diperhitungkan.
Lini depan mereka juga sedang menunjukkan perkembangan. Paris Brunner menjadi sorotan setelah mencetak dua gol ketika Monaco mengalahkan Marseille.
Pemain muda tersebut memberikan dimensi berbeda bagi lini serang Monaco. Mobilitas dan keberaniannya dapat menjadi masalah bagi pertahanan PSG yang sejauh ini masih belum sepenuhnya stabil.
Rekor di Parc des Princes Jadi Modal Monaco
Pertandingan di Paris biasanya menjadi wilayah yang sulit bagi tim tamu. Namun, Monaco memiliki modal sejarah yang cukup menarik. Les Monegasques tidak terkalahkan dalam dua kunjungan terakhir ke Parc des Princes di seluruh kompetisi.
Jika mampu kembali menang, Monaco bahkan berpeluang meraih dua kemenangan liga beruntun atas PSG untuk pertama kalinya sejak musim 2003-2004. Fakta itu tentu memberi kepercayaan diri tambahan bagi tim asuhan Filipe Luis.
Monaco juga hanya dua kali gagal meraih poin dalam pertandingan tandang di Ligue 1 sepanjang tahun ini. Empat pertandingan tandang lainnya berhasil mereka menangkan.
Kabar Skuad PSG vs Monaco
PSG masih menunggu perkembangan kondisi Ousmane Dembele. Penyerang tersebut absen pada pertandingan pekan kedua karena masalah kebugaran dan diharapkan bisa kembali.
Nuno Mendes juga masih diragukan akibat cedera. Namun, bek kiri tersebut tetap tidak dapat dimainkan karena masih menjalani satu pertandingan hukuman akibat skorsing.
Vitinha dan Marquinhos menjadi pahlawan PSG pada pertandingan sebelumnya setelah mencetak gol pada masa tambahan waktu.
Sementara itu, Monaco kehilangan Takumi Minamino dan Mohammed Salisu yang masih menjalani pemulihan dari cedera ligamen cruciatum. Ansu Fati juga diragukan tampil setelah mengalami cedera betis.
Di sisi lain, performa Paris Brunner menjadi salah satu alasan Monaco optimistis. Dua golnya ke gawang Marseille membuat pemain tersebut berpotensi kembali dipercaya sebagai ujung tombak.
Perkiraan Susunan Pemain
PSG (4-3-3): Safonov; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Digne; Zaire-Emery, Vitinha, Fernandez; Doue, Dembele, Kvaratskhelia.
Monaco (4-2-3-1): Hradecky; Vanderson, Sane, Dier, Nazinho; Camara, Zakaria; Idumbo, Golovin, Coulibaly; Brunner.
Prediksi skor: PSG 1-2 Monaco.
Secara kualitas individu, PSG tetap lebih unggul. Bermain di Parc des Princes juga memberikan keuntungan tersendiri. Namun, sepak bola tidak hanya ditentukan oleh nama besar.
PSG sedang mencari kemenangan pertama, sementara Monaco sudah menemukan formula yang membuat mereka sempurna dalam dua pertandingan awal.
Perbedaan paling mencolok ada pada efisiensi. PSG menguasai bola lebih banyak, tetapi kesulitan mengubah dominasi menjadi gol. Monaco justru bermain lebih langsung dan efektif.
Jika PSG kembali lambat menciptakan peluang bersih, Monaco memiliki cukup senjata untuk menghukum mereka.
Kemenangan Monaco bukan sesuatu yang mustahil. Bahkan, melihat performa kedua tim pada awal musim, kejutan di Parc des Princes justru menjadi skenario yang cukup masuk akal. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi