RADARBANYUWANGI.ID – Toulouse menghadapi ujian berat saat menjamu Lille pada pekan ketiga Ligue 1 2026-2027. Pertandingan yang digelar di Stadium de Toulouse, Kamis malam, itu menjadi kesempatan bagi tuan rumah untuk keluar dari tekanan setelah mengawali musim dengan hasil kurang meyakinkan.
Toulouse baru mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan. Setelah kalah 0-2 dari Lyon pada laga pembuka, Les Violets hanya mampu bermain imbang 2-2 ketika bertandang ke markas Brest.
Situasi tersebut membuat Toulouse sementara berada di zona play-off degradasi. Sebuah posisi yang tentu tidak sesuai dengan ekspektasi setelah mereka menutup musim 2025-2026 di peringkat kesembilan.
Musim lalu sebenarnya menjadi salah satu periode terbaik Toulouse dalam lebih dari satu dekade. Mereka mencatat posisi akhir tertinggi dalam 14 tahun. Namun, awal musim baru justru memperlihatkan persoalan berbeda.
Pelatih Jens Berthel Askou masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama untuk membuat lini belakang lebih konsisten. Kegagalan mempertahankan keunggulan saat menghadapi Brest menjadi gambaran bahwa Toulouse belum sepenuhnya stabil.
Lille Datang dengan Kepercayaan Diri
Jika Toulouse sedang mencari momentum, Lille justru datang dengan modal yang lebih menjanjikan. Les Dogues mengawali kompetisi dengan kemenangan 2-0 atas Angers. Setelah itu, mereka mampu menahan Paris Saint-Germain 2-2 dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Pierre-Mauroy.
Hasil tersebut menempatkan Lille di posisi ketiga klasemen sementara. Hanya AS Monaco dan Paris FC yang mengawali musim dengan catatan lebih baik.
Menariknya, Lille tidak hanya menunjukkan kemampuan mencuri poin dari lawan kuat. Mereka juga memiliki peluang untuk terus merangsek ke papan atas karena jadwal beberapa pertandingan berikutnya relatif menguntungkan.
Tiga dari empat lawan mereka setelah pertandingan melawan Toulouse masih berada di paruh bawah klasemen. Selain itu, dua pertandingan di antaranya akan dimainkan di kandang.
Dengan situasi tersebut, laga melawan Toulouse menjadi peluang penting bagi tim asuhan Davide Ancelotti untuk menjaga tekanan terhadap penghuni puncak klasemen.
Rekor Pertemuan Jadi Alarm Toulouse
Ada satu faktor lain yang membuat Lille lebih layak diunggulkan, rekor pertemuan. Dalam sembilan pertemuan terakhir kedua tim, Toulouse hanya sekali menang. Delapan pertandingan lainnya berakhir dengan kemenangan Lille.
Bahkan, Lille selalu memenangkan empat pertemuan terakhir melawan Toulouse. Pertemuan terbaru pada April lalu berakhir sangat telak, 4-0 untuk Lille di Stadium de Toulouse.
Catatan tersebut menunjukkan adanya persoalan psikologis sekaligus taktikal bagi Toulouse. Mereka bukan hanya harus bermain lebih baik, tetapi juga harus mematahkan dominasi lawan yang sudah berlangsung cukup lama.
Perubahan Skuad Lille
Lille memang kehilangan salah satu aset mudanya, Ayyoub Bouaddi, yang pindah ke Manchester City dengan nilai transfer mencapai EUR95 juta. Namun, kepergian tersebut tidak membuat Lille pasif di bursa transfer.
Mereka mendatangkan Maurits Kjaergaard sebagai pengganti Bouaddi. Lille juga merekrut penyerang Jepang, Ayase Ueda, dari Feyenoord dengan biaya sekitar EUR15 juta.
Kedatangan Ueda memberikan opsi tambahan di lini depan. Apalagi, Lille kini membutuhkan sumber gol baru setelah Matias Fernandez-Pardo pindah ke Newcastle United dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai EUR65 juta. Situasi itu membuat peran Olivier Giroud semakin penting.
Striker veteran tersebut sudah mencatat tiga kontribusi gol dalam dua pertandingan pertama. Dengan Fernandez-Pardo yang pergi, Giroud berpotensi menjadi pusat permainan ofensif Lille sepanjang musim.
Toulouse Masih Mengandalkan Yann Gboho
Di kubu Toulouse, Yann Gboho menjadi pemain yang paling diharapkan mampu mengubah keadaan. Gboho mencetak delapan gol di Ligue 1 musim lalu. Jumlah tersebut menjadikannya pencetak gol terbanyak Toulouse.
Namun, ia belum membuka rekening gol pada musim baru. Menghadapi Lille menjadi kesempatan besar bagi Gboho untuk menunjukkan kembali ketajamannya. Masalahnya, Toulouse juga kehilangan beberapa pemain.
Abu Francis mengalami kemunduran setelah baru kembali dari cedera patah tulang pada kedua kakinya. Ia diperkirakan belum dapat tampil.
Aron Donnum juga absen karena alasan pribadi. Sementara itu, Alexis Vossah sudah kembali ke dalam skuad setelah menjalani hukuman larangan bermain pada laga pembuka.
Lille juga memiliki masalah kebugaran. Hamza Igamane masih menepi setelah mengalami cedera ligamen anterior cruciatum pada lutut kanan. Kondisi Tanguy Nianzou juga masih harus dipantau setelah mengalami cedera otot.
Perkiraan Susunan Pemain
Toulouse: Restes; Diallo, McKenzie, Nicolaisen, Tape; Casseres, Schmidt; Vignolo, Jorgensen, Gboho; Russell-Rowe.
Lille: Ozer; Santos, Ngoy, Alexsandro, Perraud; Andre, Bentaleb; Mbappe, Haraldsson, Correia; Giroud.
Prediksi: Toulouse 1-3 Lille.
Toulouse memiliki alasan kuat untuk tampil agresif. Mereka membutuhkan kemenangan bukan hanya untuk memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga untuk membangun kembali kepercayaan diri setelah awal musim yang mengecewakan.
Namun, Lille memiliki modal yang lebih lengkap. Mereka sudah menunjukkan kemampuan menghadapi lawan elite seperti PSG, memiliki rekor dominan atas Toulouse, serta berada dalam momentum yang lebih positif.
Perbedaan tersebut membuat Lille lebih layak difavoritkan.
Toulouse kemungkinan mampu memberikan perlawanan, terutama karena bermain di hadapan pendukung sendiri. Akan tetapi, kualitas dan konsistensi Lille diperkirakan menjadi pembeda.
Kemenangan tersebut sekaligus bisa membuka peluang Lille menekan Monaco di puncak klasemen, terutama karena Monaco harus menghadapi PSG dalam pertandingan sulit pada Jumat.
Bagi Toulouse, kekalahan akan membuat tekanan semakin besar. Sebaliknya, kemenangan bisa menjadi titik balik untuk menghidupkan kembali ambisi finis di paruh atas klasemen secara beruntun. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi