RADARBANYUWANGI.ID – Cagliari dan Hellas Verona kembali berhadapan dalam persaingan Coppa Italia. Duel putaran kedua yang digelar di Sardinia pada Kamis malam tersebut bukan sekadar pertandingan piala. Ada tiket menuju Roma yang diperebutkan pemenang.
Cagliari datang dengan modal yang sedikit lebih meyakinkan. Sementara Verona masih mencari bentuk permainan terbaik setelah harus turun kasta ke Serie B. Situasi itu membuat pertandingan diperkirakan berjalan dengan pendekatan berbeda.
Cagliari kemungkinan menjadikan laga kandang sebagai kesempatan untuk menjaga momentum. Verona, di sisi lain, harus pintar membagi fokus karena agenda Serie B mulai memasuki fase penting.
Cagliari Ingin Melanjutkan Momentum
Cagliari membuka kompetisi Serie A musim ini dengan kemenangan atas Parma. Namun, ujian sebenarnya datang ketika Inter Milan bertandang ke Sardinia pada pertandingan kandang pertama mereka.
Juara bertahan Serie A itu mampu mencetak gol cepat dan kemudian mengontrol sebagian besar jalannya pertandingan. Cagliari akhirnya harus mengakui keunggulan Inter dengan skor tipis 0-1.
Kekalahan tersebut memang menghentikan tren positif Cagliari, tetapi performa mereka secara keseluruhan masih memberikan alasan untuk optimistis.
Musim lalu menjadi periode penting bagi Fabio Pisacane. Itu merupakan musim pertamanya sebagai pelatih tim senior, sekaligus musim ketika Cagliari mampu finis di posisi ke-14 Serie A. Pencapaian tersebut menjadi posisi terbaik mereka di kasta tertinggi dalam sembilan tahun terakhir. Kini, Coppa Italia menawarkan peluang berbeda.
Cagliari belum pernah mengangkat trofi tersebut. Satu-satunya kesempatan mereka mencapai final terjadi pada 1969. Karena itu, perjalanan lebih jauh di kompetisi piala bisa menjadi target tambahan bagi Pisacane.
Langkah pertama musim ini juga sudah dilewati. Cagliari menyingkirkan Arezzo setelah penalti Alessandro Deiola harus diulang dan akhirnya berhasil dikonversi menjadi gol.
Verona Masih Beradaptasi Setelah Degradasi
Hellas Verona memiliki cerita yang berbeda. Setelah terdegradasi dari Serie A, Verona kini harus berjuang kembali dari Serie B. Targetnya jelas: promosi secepat mungkin.
Perjalanan di Coppa Italia mereka dimulai dengan pertandingan dramatis melawan Virtus Entella. Verona sempat tertinggal, kemudian membalikkan keadaan dan memimpin 2-1.
Namun, kemenangan tidak datang dengan mudah. Gol penyama kedudukan Entella pada lima menit terakhir memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Verona akhirnya lolos setelah Andrias Edmundsson menjadi salah satu penentu keberhasilan mereka di Stadion Bentegodi. Masalahnya, kemenangan tersebut belum sepenuhnya berlanjut ke kompetisi liga.
Pada pertandingan pembuka Serie B, Verona dikalahkan Ascoli. Mereka kemudian mendapatkan poin pertama setelah bermain imbang 1-1 melawan rival regional, Padova.
Pelatih Marco Baroni tentu dituntut memberikan dampak instan. Mantan pelatih Lazio itu memiliki hubungan panjang dengan Verona, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Namun, dengan laga Serie B melawan Arezzo sudah menanti pada Minggu, ada kemungkinan Coppa Italia tidak menjadi prioritas utama.
Rotasi Pemain Bisa Menjadi Faktor Penentu
Kedua tim berpotensi melakukan rotasi. Cagliari dipastikan tidak dapat menurunkan penyerang Prancis Yael Trepy yang masih menjalani pemulihan akibat kecelakaan serius. Riyad Idrissi juga masih absen dalam jangka panjang. Kondisi Yerry Mina juga menjadi perhatian karena bek tersebut mengalami masalah pada betis.
Di bursa transfer, Cagliari baru kehilangan Sebastiano Esposito yang bergabung dengan Sassuolo. Namun, mereka segera mendapatkan tambahan tenaga melalui bek kanan Southampton Yukinari Sugawara serta pemain muda Inter Milan Yanis Massolin.
Roberto Gagliardini bahkan sudah bergabung secara gratis dari Verona. Sebaliknya, Gabriele Zappa menempuh jalur sebaliknya dengan bergabung ke Verona berstatus pinjaman. Sementara itu, Verona relatif mampu mempertahankan kerangka skuad meski terdegradasi.
Penyerang Swedia Amin Sarr menjadi salah satu pemain yang patut diperhatikan. Dia telah mencetak dua gol dalam tiga pertandingan awal musim ini.
Samuele Mulattieri dan penyerang asal Cape Verde Dailon Livramento juga menjadi opsi untuk mengisi lini depan. Namun, Daniel Mosquera berpotensi absen dan bergabung dengan Martin Frese di ruang perawatan.
Perkiraan Susunan Pemain
Cagliari: Caprile; Pedro, Deiola, Obert, Aurelio; Romano, Gagliardini, Liteta; Maldini, Carlos, Fadera.
Hellas Verona: Perilli; Zappa, Korac, Edmundsson, Bradaric; Bernede, Le Borgne; Compagnon, Kastanos, Sarr; Mulattieri.
Prediksi skor: Cagliari 2-0 Hellas Verona.
Secara matematis, pertandingan ini terlihat cukup berimbang karena keduanya sama-sama melewati putaran pertama Coppa Italia. Namun, konteks kompetisi membuat Cagliari berada dalam posisi lebih menguntungkan.
Cagliari bermain di kandang dan memiliki pengalaman menghadapi tekanan Serie A. Sebaliknya, Verona masih dalam proses membangun kembali kepercayaan diri setelah degradasi.
Faktor lain adalah pertemuan kedua tim musim lalu. Cagliari mampu menghancurkan Verona dengan kemenangan telak 4-0 di Sardinia dalam perjalanan mereka mengamankan posisi di Serie A.
Kemenangan tersebut tidak otomatis menjadi patokan untuk laga kali ini. Namun, secara psikologis, Cagliari memiliki modal bahwa mereka mampu mengeksploitasi kelemahan Verona ketika bermain di kandang.
Jika Pisacane mampu menjaga keseimbangan antara rotasi dan kualitas, Cagliari berpeluang mengontrol permainan sejak awal.
Cagliari diperkirakan melangkah ke babak berikutnya, sementara Verona kemungkinan lebih memilih menjaga kondisi pemain inti untuk misi yang jauh lebih penting: segera kembali ke Serie A. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi