RADARBANYUWANGI.ID – Moussa Diaby akhirnya kembali ke tempat yang pernah membuat namanya bersinar di Jerman. Bayer Leverkusen mengonfirmasi kepulangan winger asal Prancis tersebut dari klub Arab Saudi, Al-Ittihad, pada Selasa (1/9).
Kepulangan Diaby bukan sekadar reuni. Pemain 27 tahun itu menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2031. Artinya, Leverkusen melihat mantan pemainnya tersebut bukan hanya sebagai tambahan kekuatan, tetapi bagian penting dari proyek tim dalam beberapa musim ke depan.
Diaby sebelumnya menghabiskan dua tahun bersama Al-Ittihad. Selama periode tersebut, ia ikut membantu klub Saudi itu meraih dua gelar domestik pada 2025.
Kini, tantangan Diaby berubah. Ia kembali ke Bundesliga dengan target yang lebih besar: membantu Leverkusen bersaing dalam perebutan gelar.
“Ketika tawaran itu datang dan kepindahan ini menjadi mungkin, saya tidak berpikir dua kali,” kata Diaby dalam pernyataan resmi klub.
Menurut Diaby, Leverkusen telah berkembang menjadi klub yang jauh lebih besar dibandingkan ketika ia meninggalkannya.
“Bersaing untuk gelar bersama Bayer 04 adalah prospek yang luar biasa dan menjadi salah satu target terbesar saya,” lanjutnya.
Pernah Jadi Andalan Leverkusen
Kembalinya Diaby memiliki alasan kuat jika melihat rekam jejaknya di BayArena. Ia bergabung dengan Leverkusen pada 2019 setelah meninggalkan Paris Saint-Germain. Selama empat musim membela Die Werkself, Diaby mencatatkan 49 gol dalam 172 pertandingan di seluruh kompetisi.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya menusuk dari sisi lapangan membuat Diaby menjadi salah satu pemain ofensif paling berbahaya Leverkusen pada periode tersebut.
Performa itu pula yang membuka jalan menuju Premier League. Pada 2023, Aston Villa merekrutnya dari Leverkusen.
Namun, kiprahnya di Inggris tidak berjalan semulus yang diharapkan. Diaby hanya mencetak enam gol dalam 38 penampilan di Premier League sebelum kemudian melanjutkan karier ke Arab Saudi bersama Al-Ittihad. Kini, ia mendapatkan kesempatan untuk menulis ulang cerita di Leverkusen.
Bukan Sekadar Nostalgia
Bagi Leverkusen, mendatangkan kembali Diaby juga bisa dibaca sebagai langkah strategis. Pemain yang sudah mengenal klub, lingkungan Bundesliga, serta tuntutan sepak bola Eropa tentu membutuhkan waktu adaptasi yang lebih singkat dibandingkan pemain baru yang sama sekali asing dengan kompetisi tersebut.
Di usia 27 tahun, Diaby juga berada pada fase karier yang relatif matang. Ia bukan lagi pemain muda yang sekadar mengandalkan kecepatan, tetapi memiliki pengalaman di Bundesliga, Premier League, Liga Champions, hingga kompetisi Arab Saudi.
Pengalaman internasionalnya pun tidak bisa diabaikan. Diaby telah mengoleksi 11 penampilan bersama tim nasional Prancis.
Kehadirannya memberi Leverkusen opsi tambahan di sektor sayap. Kecepatan Diaby dapat menjadi senjata penting ketika tim membutuhkan transisi cepat, terutama menghadapi lawan yang bermain dengan garis pertahanan tinggi.
Yang menarik, Diaby kini kembali ketika ambisi Leverkusen telah berubah. Klub tersebut tidak lagi sekadar mengejar status sebagai tim papan atas Bundesliga. Standarnya sudah meningkat: bersaing untuk gelar menjadi tuntutan.
Diaby tampaknya memahami perubahan itu.
Kontrak hingga 2031 menunjukkan bahwa Leverkusen ingin menjadikan kepulangannya sebagai investasi jangka panjang. Sementara bagi sang pemain, kembali ke Jerman membuka peluang untuk menghidupkan kembali performa terbaik yang pernah membuatnya mendapat sorotan di Eropa.
Setelah merasakan gelar di Arab Saudi, Diaby kini kembali ke Leverkusen dengan misi berbeda. Bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk membantu klub lamanya mengejar lebih banyak trofi. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi