RADARBANYUWANGI.ID – Napoli harus kehilangan salah satu gelandang pentingnya. Scott McTominay dipastikan menepi sekitar satu bulan setelah klub mengonfirmasi pemain asal Skotlandia itu mengalami gangguan irama jantung yang tergolong ringan dan jinak.
Napoli mengumumkan kondisi tersebut pada Selasa (1/9). McTominay disebut mengalami mild, benign arrhythmia, yakni kondisi ketika detak jantung berlangsung tidak teratur.
Meski terdengar serius, Napoli menegaskan gangguan tersebut bersifat ringan. Namun, McTominay tetap membutuhkan tindakan medis untuk mengatasi masalah itu secara permanen.
Mantan pemain Manchester United tersebut dijadwalkan menjalani prosedur ablasi korektif dengan metode pulsed field ablation (PFA) dalam beberapa hari mendatang.
"Scott McTominay akan menjalani operasi ablasi korektif dalam beberapa hari ke depan. Pemain akan kembali tersedia setelah jeda internasional," demikian pernyataan Napoli.
Bukan Cedera Otot, tetapi Tetap Mengganggu Napoli
Absennya McTominay datang pada momentum yang kurang ideal. Gelandang 29 tahun itu bukan sekadar pemain pelapis di skuad Napoli.
Kehadirannya memberikan tenaga di lini tengah, terutama dalam duel fisik, perebutan bola kedua, hingga pergerakan dari lini kedua. Karakter tersebut membuat McTominay memiliki peran berbeda dibanding gelandang Napoli lainnya.
Karena itu, kehilangan selama sekitar sebulan bisa memaksa pelatih mengubah komposisi lini tengah. Napoli harus mencari keseimbangan baru antara kemampuan mengontrol permainan dan agresivitas ketika menyerang. Namun, persoalan terbesar bukan hanya soal taktik.
Keputusan Napoli untuk memberikan waktu pemulihan penuh menunjukkan klub tidak ingin mengambil risiko. Dalam kasus yang berkaitan dengan irama jantung, ketersediaan pemain di lapangan tentu berada di bawah prioritas keselamatan dan pemulihan medis.
McTominay Dipastikan Absen Bela Skotlandia
Masalah tersebut juga berdampak pada tim nasional Skotlandia. McTominay diperkirakan melewatkan empat pertandingan fase grup Nations League yang dijadwalkan berlangsung antara 26 September hingga 6 Oktober. Skotlandia dijadwalkan menghadapi Slovenia dua kali, serta masing-masing melawan Swiss dan Makedonia Utara.
Absennya McTominay tentu menjadi kehilangan bagi Skotlandia. Ia selama beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu pemain penting dalam struktur permainan tim nasional. Bagi Napoli dan Skotlandia, situasinya kini sederhana: tidak ada alasan untuk terburu-buru.
McTominay membutuhkan waktu untuk menjalani prosedur ablasi, memulihkan kondisi fisik, kemudian mendapatkan lampu hijau medis sebelum kembali bermain.
Napoli Menunggu Sang Gelandang Kembali
Jika proses pemulihan berjalan sesuai rencana, McTominay baru akan kembali tersedia setelah jeda internasional.
Artinya, Napoli harus menjalani sejumlah pertandingan tanpa pemain yang memiliki karakter fisik dan kemampuan mencetak gol dari lini kedua tersebut. Di sinilah kedalaman skuad Napoli akan diuji.
Kehilangan seorang pemain inti selama beberapa pekan memang tidak selalu mengubah arah sebuah musim. Namun, jika absensi itu terjadi ketika jadwal pertandingan mulai padat, efeknya dapat terasa lebih besar daripada sekadar kehilangan satu nama dalam susunan pemain.
Untuk sementara, Napoli memilih jalan paling aman. McTominay akan kembali ketika tubuhnya benar-benar siap, bukan ketika kalender pertandingan mengharuskannya bermain.
Bagi pemain berusia 29 tahun itu, satu bulan di luar lapangan adalah harga yang jauh lebih kecil dibanding memaksakan diri kembali terlalu cepat. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi