Wilson Isidor Jadi Pahlawan, Sunderland Raih Kemenangan Perdana di Premier League

Niklaas Andries • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 00:03 WIB
TIGA POIN: Sunderland menang atas Fulham (Sunderland AFC)
TIGA POIN: Sunderland menang atas Fulham (Sunderland AFC)

RADARBANYUWANGI.ID - Sunderland akhirnya bisa bernapas lega. Setelah kemenangan lepas di menit-menit akhir pada laga pembuka musim, The Black Cats akhirnya mendapatkan tiga poin pertama di Premier League. Wilson Isidor tampil sebagai pembeda ketika Sunderland menundukkan Fulham 1-0 di Stadium of Light.

Kemenangan itu terasa semakin spesial bagi Isidor. Striker tersebut baru saja menandatangani kontrak baru bersama Sunderland tiga hari sebelum pertandingan. Masuk sebagai pemain pengganti, dia justru menjadi penentu kemenangan melalui golnya pada 15 menit terakhir laga.

Pasukan Regis Le Bris sebelumnya harus menerima kenyataan pahit pada pertandingan pembuka ketika Ipswich Town mencetak gol penentu pada penghujung laga. Kali ini, situasinya berbalik. Sunderland yang mampu mencuri momen ketika pertandingan mulai memasuki fase krusial.

Fulham sebenarnya tampil cukup meyakinkan setelah jeda. Namun, pertahanan Sunderland berkali-kali menunjukkan ketenangan untuk meredam tekanan tim tamu. Ketika kesempatan datang, Isidor tidak mengulang kegagalan sebelumnya.

Fulham Mulai Mengancam

Sunderland mengawali pertandingan dengan agresif. Thomas Meunier menjadi pemain pertama yang menguji Bernd Leno lewat tembakan rendah dari luar kotak penalti. Namun, Fulham perlahan menemukan ritmenya.

Josh King hampir membuka keunggulan pada menit ke-26. Penyerang yang sebelumnya mencetak gol dalam kekalahan 2-3 Fulham dari Chelsea itu menerima umpan silang presisi Alex Iwobi. Sayangnya, tembakan melambung King hanya berjarak tipis dari sasaran.

King kembali terlibat dalam peluang berikutnya. Kombinasinya bersama Gonzalo Garcia membuat lini belakang Sunderland sempat dalam posisi sulit. Garcia bahkan memiliki ruang untuk berlari menuju gawang, tetapi Reinildo Mandava membaca situasi dengan baik dan melakukan tekel tepat waktu. Setelah itu, tekanan Fulham semakin terasa.

Menjelang satu jam pertandingan, Sander Berge mengirim umpan terobosan tajam kepada Garcia. Penyerang tersebut berhasil menemukan celah, tetapi penyelesaian akhirnya masih bisa dihentikan Nordi Mukiele pada momen terakhir.

Fulham mulai terlihat lebih percaya diri. Oscar Bobb kemudian memberikan bola kepada Cesar Palacios untuk melepaskan tembakan dari jarak jauh. Sayang bagi tim tamu, bola meluncur melewati mistar gawang Robin Roefs.

Isidor Membalikkan Momentum

Di sinilah pertandingan mulai berubah. Sunderland akhirnya menciptakan peluang berbahaya pada menit ke-71. Granit Xhaka dan Enzo Le Fee bekerja sama dengan apik untuk membuka ruang bagi Isidor yang baru masuk.

Peluang itu sebenarnya bisa langsung mengubah skor. Namun, tembakan Isidor hanya membentur tiang dekat.

Fulham seharusnya membaca situasi tersebut sebagai peringatan. Empat menit kemudian, Isidor kembali memperoleh kesempatan. Kali ini, dia tidak menyia-nyiakannya.

Habib Diarra mengirim umpan silang mendatar yang sulit dijangkau. Leno gagal memotong bola tersebut dan Isidor berada di posisi yang tepat untuk menyambutnya. Satu sentuhan cukup.

Isidor mengarahkan bola melewati Leno dan membawa Sunderland unggul 1-0. Gol tersebut sekaligus menjadi gambaran kecil tentang bagaimana pertandingan ditentukan. Fulham lebih banyak menciptakan ancaman dalam beberapa fase, tetapi Sunderland lebih efektif memanfaatkan momentum.

Sunderland Belajar dari Laga Pembuka

Menariknya, kemenangan ini tidak semata-mata soal gol Isidor. Sunderland menunjukkan perkembangan dalam hal manajemen pertandingan. Pada laga pertama melawan Ipswich, mereka kehilangan poin ketika pertandingan hampir berakhir. Kali ini, mereka justru mampu bertahan setelah memperoleh keunggulan.

Romaine Mundle sebenarnya mempunyai kesempatan untuk memastikan kemenangan lebih nyaman. Mendapat umpan menggoda dari Xhaka pada penghujung pertandingan, Mundle melepaskan tembakan yang masih tepat mengarah kepada Leno.

Fulham pun tidak mampu menemukan gol balasan. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang.

Hasil tersebut mengangkat Sunderland ke posisi ke-11 klasemen sementara Premier League. Sebaliknya, Fulham harus menerima kekalahan kedua secara beruntun dan kini berada di posisi ke-15 tanpa raihan poin.

Bagi Sunderland, tiga poin ini bisa menjadi fondasi penting. Bukan karena mereka tampil dominan sepanjang pertandingan, melainkan karena mereka mampu bertahan ketika ditekan dan menemukan pemain yang tepat pada momen yang tepat.

Dan untuk Isidor, kontrak baru yang diteken tiga hari sebelumnya langsung mendapatkan pembuktian paling manis, gol kemenangan yang menghadirkan tiga poin pertama Sunderland di Premier League. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
Sunderland vs Fulham Wilson Isidor premier league fulham sunderland