Fabregas Datang ke Laga Indonesia U-23, Ternyata Pemain Ini yang Dilirik Como 1907

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 04:00 WIB
Fabregas hadir saat Indonesia menghadapi Irak pada perebutan tempat ketiga di Qatar. (Radar Sukabumi)
Fabregas hadir saat Indonesia menghadapi Irak pada perebutan tempat ketiga di Qatar. (Radar Sukabumi)

RADAR BANYUWANGI — Ada jejak menarik di balik perjalanan Timnas Indonesia U-23 pada Piala Asia U-23 2024. Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, ternyata pernah datang langsung memantau Garuda Muda saat menghadapi Irak dalam perebutan tempat ketiga di Qatar. Namun, dari laga tersebut, tak ada satu pun pemain Indonesia yang akhirnya dianggap sesuai dengan filosofi Fabregas.

Fakta itu diungkap legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, dalam podcast Ruang Bola, Kamis (27/8/2026). Menurut Kurniawan, kehadiran Fabregas saat laga Indonesia kontra Irak pada 2 Mei 2024 berkaitan dengan misi Como mencari talenta potensial dari Asia.

"Waktu itu Fabregas pernah memantau pertandingan kita U-23 ketika Indonesia lawan Irak," ujar Kurniawan.

Laga tersebut sebenarnya menjadi panggung penting bagi sejumlah pemain muda Indonesia. Sayangnya, hasil akhir pertandingan tidak berpihak kepada Garuda Muda. Indonesia kalah 1-2 dari Irak setelah melalui babak tambahan waktu.

Bukan Pemain Indonesia yang Dibawa Pulang

Fabregas datang bukan sekadar menyaksikan pertandingan. Menurut Kurniawan, Como saat itu memang tengah melihat kemungkinan mendapatkan pemain potensial dari kawasan Asia.

Namun, pemantauan tersebut tidak berakhir dengan perekrutan pemain Indonesia.

"Akhirnya enggak ada pemain Indonesia yang sesuai dengan filosofinya Fabregas," jelas Kurniawan.

Perhatian Como justru beralih kepada pemain Irak, Ali Jasim. Pemain tersebut tampil menonjol ketika menghadapi Indonesia dan mampu menarik perhatian klub Italia itu.

Ali Jasim kemudian direkrut Como 1907. Dengan demikian, pertandingan yang semula menjadi kesempatan Indonesia menunjukkan kualitas pemain mudanya justru menjadi pintu bagi pemain Irak untuk melangkah ke sepak bola Eropa.

Momen yang Menunjukkan Indonesia Mulai Dipantau

Meski tidak ada pemain Indonesia yang direkrut, cerita tersebut tetap menjadi sinyal penting. Pemain-pemain Asia, termasuk Indonesia, mulai mendapatkan perhatian lebih luas dari klub Eropa.

Kurniawan menilai peluang pemain Indonesia untuk mengikuti jejak Ali Jasim masih terbuka. Namun, kesempatan tersebut tidak datang hanya bermodal satu penampilan bagus.

Konsistensi di level internasional menjadi salah satu modal utama. Pemain muda Indonesia harus mampu mempertahankan performa ketika menghadapi lawan-lawan kuat, baik di level Asia maupun kompetisi internasional lainnya.

Bagi Garuda Muda, pengalaman di Piala Asia U-23 2024 akhirnya meninggalkan cerita yang lebih panjang dari sekadar hasil pertandingan. Di balik kekalahan 1-2 dari Irak, ada mata klub Eropa yang ternyata sedang mencari talenta.

Fabregas sudah pernah datang melihat langsung. Kali ini, tantangannya bagi pemain Indonesia adalah membuat pemantauan berikutnya berakhir dengan satu nama Garuda yang benar-benar dibawa ke Eropa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Ali Jasim cesc fabregas Como 1907 timnas indonesia u-23 piala asia u-23