RADARBANYUWANGI.ID - AC Milan membuka lembaran baru dengan kemenangan tandang pada pekan perdana Serie A. Kini, tantangan berikutnya datang di San Siro ketika Venezia bertandang pada Jumat malam.
Bagi Rossoneri, laga ini bukan sekadar kesempatan menambah tiga poin, tetapi juga ujian awal untuk membuktikan bahwa perubahan besar yang dilakukan klub mulai menemukan bentuknya.
Di sisi lain, Venezia datang dengan kondisi berbeda. Tim promosi tersebut justru mengawali kiprahnya di kasta tertinggi dengan kekalahan dari Lecce. Mereka harus segera bangkit jika tidak ingin perjalanan kembali ke Serie A hanya berlangsung singkat.
AC Milan Mulai Menemukan Arah Baru
Musim lalu meninggalkan luka mendalam bagi AC Milan. Kegagalan pada penghujung kompetisi membuat mereka kehilangan tiket Liga Champions, terutama setelah takluk dari Cagliari pada pertandingan terakhir. Perubahan besar kemudian dilakukan. Di bawah Ruben Amorim, Milan mengawali era baru dengan perjalanan ke markas Torino.
Rossoneri memang tidak langsung tampil meyakinkan. Mereka membutuhkan waktu untuk menemukan ritme setelah mengalami perubahan besar sepanjang musim panas. Namun, permainan Milan akhirnya menemukan momentum setelah jeda.
Alphadjo Cisse mencetak gol pada laga debutnya, sementara Adrien Rabiot ikut mencatatkan namanya di papan skor. Milan akhirnya membawa pulang kemenangan 2-1.
Hasil tersebut memiliki arti penting. Milan untuk pertama kalinya sejak 2023 mampu memenangi pertandingan pembuka musim. Amorim juga mencatatkan sejarah sebagai pelatih Milan yang mampu meraih kemenangan pada debutnya di Serie A dalam satu dekade terakhir. Namun, kemenangan di Turin belum cukup untuk menghapus persoalan Milan.
Kini mereka kembali ke San Siro, stadion yang justru menjadi salah satu titik lemah musim lalu. Milan hanya mampu memenangi kurang dari separuh pertandingan kandang sepanjang musim 2025-26 dan menutup kompetisi dengan catatan kandang terbaik ketujuh di Serie A.
Karena itu, pertandingan melawan Venezia menjadi momentum penting. Jika Milan mampu kembali menang di hadapan pendukung sendiri, tekanan terhadap Amorim berpotensi berkurang sekaligus membangun kepercayaan diri tim sejak awal musim.
Venezia Datang dengan Ancaman Degradasi
Venezia kembali ke Serie A untuk ketiga kalinya dalam enam tahun. Mereka mendapatkan promosi setelah menjalani musim luar biasa di Serie B.
Lagunari bahkan membukukan rekor klub untuk jumlah poin, gol, dan kemenangan dalam satu musim Serie B. Namun, kenyataan di Serie A langsung terasa jauh lebih keras.
Pada pertandingan pembuka, Venezia menjamu Lecce dalam duel yang sejak awal dipandang sebagai pertarungan sesama kandidat penghuni papan bawah. Sayangnya, keuntungan bermain di Stadio Penzo tidak mampu dimaksimalkan.
Dua gol Venezia memang dianulir, tetapi Lecce mampu mencetak dua gol yang memastikan kemenangan tim tamu. Pelatih Giovanni Stroppa pun harus menerima kenyataan bahwa timnya gagal mengawali musim dengan hasil positif.
Tekanan menjadi semakin besar karena Venezia memiliki sejarah buruk setelah promosi. Dalam dua kesempatan sebelumnya, mereka langsung terdegradasi kembali ke kasta kedua.
Karena itu, manajemen berusaha memperkuat skuad secara agresif. Salah satu rekrutan paling menarik adalah penyerang Nigeria, Akor Adams, yang menjadi pembelian termahal dalam sejarah klub.
Adams langsung memberikan sinyal positif. Ia mencetak dua gol ketika Venezia menghadapi Modena di Coppa Italia dan membantu tim melangkah ke babak kedua untuk menghadapi Udinese. Namun, sebelum memikirkan laga tersebut, Venezia harus lebih dahulu melewati ujian berat di San Siro.
Rekor pertemuan mereka dengan Milan sangat mengkhawatirkan. Dalam empat pertemuan liga sepanjang satu dekade terakhir, Venezia selalu kalah. Lebih buruk lagi, mereka tidak mampu mencetak satu gol pun dan kebobolan 11 kali.
Kabar Terbaru Skuad AC Milan
Amorim diperkirakan kembali menggunakan formasi favoritnya, 3-4-2-1, seperti yang diterapkan ketika menghadapi Torino. Goncalo Ramos kemungkinan besar kembali dipercaya sebagai ujung tombak. Francesco Camarda menjadi salah satu opsi untuk memberikan persaingan di lini depan.
Sementara itu, Santiago Gimenez dan Rafael Leao disebut berada dalam situasi menuju pintu keluar. Christopher Nkunku juga baru kembali ke Leipzig. Di lini tengah, Luka Modric berpeluang kembali tampil setelah diistirahatkan ketika menghadapi Torino.
Rabiot juga memiliki peluang besar masuk starting XI. Penampilannya dari bangku cadangan menjadi salah satu faktor penting dalam kemenangan sebelumnya. Ia mencetak satu gol dan menyumbangkan satu assist dalam peran yang lebih ofensif.
Penampilan tersebut dapat membuat Rabiot menggusur Ruben Loftus-Cheek dari susunan pemain utama. Secara umum, Milan tidak menghadapi banyak persoalan kebugaran menjelang pertandingan ini.
Kabar Tim Venezia
Venezia justru menghadapi beberapa masalah personel. Marin Sverko dan Andrea Adorante dipastikan absen. Kehilangan Adorante cukup signifikan karena sang penyerang mencetak 17 gol di liga pada musim lalu.
Matias Moreno juga masih diragukan tampil akibat masalah otot. Kondisi tersebut berpotensi membuat Stroppa mempertahankan trio bek yang digunakan ketika menghadapi Lecce.
Di lini depan, John Yeboah akan menjadi pemain penting. Ia terlibat langsung dalam 19 gol Venezia sepanjang perjalanan mereka menuju gelar Serie B musim lalu. Yeboah diperkirakan mendampingi Adams di lini serang.
Prediksi Susunan Pemain
AC Milan (3-4-2-1): Maignan; Gila, De Winter, Pavlovic; Chukwueze, Modric, Musah, Estupinan; Rabiot, Cisse; Ramos.
Venezia (3-5-2): Stankovic; Schingtienne, Bella-Kotchap, Franjic; Correia, Perez, Busio, Basic, Hainaut; Yeboah, Adams.
Prediksi skor: AC Milan 3-1 Venezia.
Secara kualitas, Milan berada satu tingkat di atas Venezia. Selain memiliki kedalaman skuad yang lebih baik, Rossoneri juga membawa modal kemenangan dari laga pembuka.
Venezia memang memiliki beberapa pemain yang mampu menciptakan masalah, terutama Adams dan Yeboah. Akan tetapi, bermain di San Siro menghadirkan tantangan berbeda.
Faktor sejarah juga sulit diabaikan. Empat pertemuan terakhir di Serie A menjadi milik Milan dengan agregat telak 11-0.
Kemenangan atas Torino pun dapat memberikan efek psikologis positif bagi skuad Amorim. Milan kini memiliki kesempatan membangun momentum tanpa harus menghadapi lawan yang secara kualitas berada di level mereka.
Jika mampu mencetak gol lebih dahulu, Rossoneri berpotensi mengontrol pertandingan dengan lebih nyaman.
Milan diperkirakan melanjutkan awal positif musim ini. Venezia mungkin mampu memberikan perlawanan, tetapi kualitas individu dan kedalaman skuad tuan rumah membuat Rossoneri lebih layak diunggulkan untuk mengamankan tiga poin di San Siro. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi