RADARBANYUWANGI.ID - Barcelona akan berusaha menjaga start sempurna di La Liga 2026-2027 ketika menjamu Athletic Bilbao pada jornada kedua di Spotify Camp Nou, Kamis malam.
Momentum kedua tim bertolak belakang: Barcelona datang setelah menghancurkan Elche 5-0, sedangkan Athletic harus bangkit dari kekalahan 1-3 saat menjamu Sevilla.
Pertandingan ini juga menjadi ujian awal bagi Athletic di bawah pelatih baru Edin Terzic. Tugas tersebut langsung berada pada level tersulit karena Barcelona bukan hanya berstatus juara bertahan, tetapi juga memiliki catatan kandang yang sangat dominan atas klub asal Basque tersebut.
Barcelona Langsung Tancap Gas
Barcelona mengawali musim dengan cara yang meyakinkan. Bertandang ke markas Elche, pasukan Hansi Flick menang 5-0 sekaligus mengirim pesan bahwa ambisi mempertahankan gelar bukan sekadar slogan.
Raphinha menjadi salah satu aktor utama dengan dua gol, sementara Karim Adeyemi yang baru bergabung langsung mencuri perhatian lewat gol pada laga debutnya. Fermin Lopez kemudian menyempurnakan pesta Barcelona dengan dua gol.
Performa tersebut memperlihatkan betapa dalamnya pilihan lini depan Barcelona. Musim lalu, Blaugrana mengakhiri kompetisi sebagai juara dengan 94 poin dan mencetak 95 gol. Dengan tambahan kekuatan baru di lini serang, Barcelona masih terlihat sebagai salah satu kandidat terkuat untuk kembali mengangkat trofi.
Namun, tantangan sesungguhnya bukan sekadar mempertahankan produktivitas. Flick perlu memastikan Barcelona tetap solid ketika menghadapi lawan yang berani bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik.
Athletic Bilbao memiliki karakter tersebut. Masalahnya, performa mereka sejauh ini belum memberikan alasan kuat untuk optimistis.
Athletic Bilbao Masih Mencari Bentuk
Athletic memasuki musim baru dengan pergantian pelatih setelah Ernesto Valverde meninggalkan klub pada akhir musim lalu. Terzic kini mendapat tugas membangun kembali tim, tetapi awal perjalanannya langsung tersandung.
Sebelum kompetisi resmi dimulai, Athletic kalah dalam tiga pertandingan pramusim terakhir dan kebobolan tujuh gol. Kekalahan 1-3 dari Sevilla pada jornada pertama semakin mempertegas persoalan tersebut.
Situasi menjadi lebih rumit setelah Yuri Berchiche menerima kartu merah pada menit ke-11. Bermain dengan sepuluh pemain sejak awal membuat Athletic kehilangan kendali pertandingan. Sevilla kemudian mencetak gol melalui Oso, Chidera Ejuke, dan Isaac Romero.
Aitor Paredes sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-70. Athletic bahkan memiliki penguasaan bola cukup baik dan melepaskan lebih banyak tembakan, tetapi dominasi statistik itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Kini mereka harus menghadapi Barcelona dengan kondisi yang belum sepenuhnya stabil.
Rekor Pertemuan Sangat Menguntungkan Barcelona
Sejarah pertemuan kedua tim di Camp Nou juga menjadi beban tersendiri bagi Athletic. Barcelona tidak terkalahkan dalam 15 pertemuan terakhir melawan Athletic di kandang dalam kompetisi La Liga. Lebih buruk lagi bagi tim tamu, Barcelona memenangkan enam pertemuan terakhir kedua klub.
Dalam enam pertandingan tersebut, Barcelona mencetak 17 gol dan hanya kebobolan sekali. Athletic bahkan hanya mampu mencetak satu gol dalam enam pertemuan terakhir.
Pertemuan terbaru terjadi pada Maret 2026 ketika Barcelona menang 1-0 di San Mames. Sebelumnya, Barcelona juga menghantam Athletic 5-0 pada ajang Piala Super Spanyol dan menang 4-0 dalam pertandingan La Liga pada November 2025.
Rangkaian tersebut menunjukkan satu hal: Athletic bukan sekadar menghadapi Barcelona yang sedang berada dalam performa bagus, tetapi juga menghadapi lawan yang secara historis sangat sulit mereka taklukkan.
Kabar Tim Barcelona
Barcelona berpeluang menurunkan Rodri untuk pertama kalinya. Gelandang tersebut telah kembali berlatih setelah menjalani pemulihan dari operasi ringan pada bagian punggung.
Kehadiran Rodri dapat memberikan dimensi tambahan bagi permainan Barcelona, terutama dalam menjaga keseimbangan antara agresivitas menyerang dan kontrol di lini tengah.
Frenkie de Jong masih absen karena cedera ligamen lutut dan belum memiliki jadwal pasti untuk kembali.
Sementara itu, Gavi mengalami masalah pada lutut saat menghadapi Elche. Cedera tersebut sempat dikhawatirkan serius, tetapi pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa kondisinya hanya berupa memar. Ia diperkirakan segera kembali tersedia.
Kabar Tim Athletic Bilbao
Athletic kehilangan beberapa pemain karena cedera. Unai Eguiluz, Daniel Vivian, dan Nico Serrano masih belum dapat dimainkan. Berchiche juga harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan setelah kartu merah ketika menghadapi Sevilla.
Penjaga gawang Unai Simon tentu ingin segera melupakan penampilan buruk pada laga pembuka. Ia kebobolan tiga gol dari Sevilla, meskipun sebelumnya tampil impresif sepanjang perjalanan tim nasional Spanyol di Piala Dunia.
Aymeric Laporte dan Nico Williams masuk sebagai pemain pengganti ketika melawan Sevilla. Khusus Williams, peluang untuk kembali menjadi starter cukup besar. Kecepatan winger tersebut dapat menjadi senjata penting Athletic ketika mencoba mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan Barcelona.
Perkiraan Susunan Pemain
Barcelona: Garcia; Espart, Cubarsi, Garcia, Martin; Bernal, Pedri; Yamal, Lopez, Raphinha, Adeyemi.
Athletic Bilbao: Simon; Boiro, Paredes, Alvarez, Areso; Canales, Gerenabarrena; Berenguer, Sancet, Nico Williams; Guruzeta.
Prediksi skor: Barcelona 3-0 Athletic Bilbao.
Barcelona berada dalam posisi yang jauh lebih meyakinkan. Mereka mencetak lima gol pada laga pembuka, memiliki kedalaman skuad yang sangat baik, serta didukung rekor luar biasa ketika menghadapi Athletic di kandang.
Sebaliknya, Athletic masih beradaptasi dengan pendekatan Terzic. Kekalahan dari Sevilla memperlihatkan bahwa mereka belum menemukan keseimbangan permainan yang dibutuhkan untuk menghadapi tim dengan kualitas serangan seperti Barcelona.
Kunci pertandingan kemungkinan berada pada kemampuan Athletic mematikan kombinasi Raphinha dan Adeyemi. Jika Barcelona kembali mendapatkan ruang di area final third, pertandingan bisa berubah menjadi laga satu arah.
Barcelona juga memiliki keuntungan psikologis dari sejarah pertemuan. Athletic tidak mencetak gol dalam lima dari enam pertemuan terakhir, sehingga tugas Terzic bukan hanya menghentikan lini serang Barcelona, tetapi juga menemukan cara agar timnya mampu mengancam gawang tuan rumah.
Dengan mempertimbangkan performa terkini, kualitas skuad, rekor pertemuan, dan keuntungan bermain di Camp Nou, Barcelona lebih layak diunggulkan. (*)
Editor : Niklaas AndriesSumber : Radar Banyuwangi