RADARBANYUWANGI.ID - Ajax hanya membutuhkan satu langkah terakhir untuk memastikan tiket ke fase utama Conference League. Keunggulan 4-2 atas Sion pada leg pertama membuat klub asal Amsterdam itu berada dalam posisi sangat menguntungkan saat kedua tim kembali bertemu di Johan Cruyff Arena, Kamis.
Kemenangan di Swiss pekan lalu bukan sekadar modal skor bagi Ajax. Comeback tersebut memperlihatkan karakter tim asuhan Michel yang mampu mengubah situasi sulit menjadi keuntungan besar. Sempat tertinggal 0-1 pada babak pertama, De Godenzonen justru mengamuk selepas jeda dan mencetak empat gol.
Dua gol Ajax bahkan hadir di tengah situasi ketika Sion sempat memperoleh penalti. Respons tersebut menjadi gambaran bagaimana permainan Ajax saat ini: pertahanan belum sepenuhnya meyakinkan, tetapi lini serang memiliki kemampuan besar untuk menghukum lawan. Itulah sebabnya leg kedua diperkirakan tetap menarik meski Ajax memegang keunggulan agregat dua gol.
Ajax Masih Belum Terkalahkan
Ada satu statistik yang membuat peluang Ajax semakin besar. Mereka belum terkalahkan dalam 12 pertandingan di seluruh kompetisi.
Sejak kekalahan terakhir dalam laga pramusim melawan Panathinaikos pada awal bulan lalu, Ajax terus menjaga momentum. Mereka memang masih memiliki persoalan di lini belakang setelah kebobolan dua gol dalam tiga pertandingan beruntun, tetapi produktivitas di lini depan mampu menutupi kelemahan tersebut.
Kepergian Wout Weghorst ke FC Twente dan Mika Godts ke Paris Saint-Germain juga belum membuat Ajax kehilangan daya gedor.
Sebaliknya, kemenangan atas Sion menunjukkan bahwa kedalaman skuad masih cukup untuk menjaga tekanan. Tolu Arokodare menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian setelah mencetak gol kompetitif pertamanya untuk Ajax sekaligus menyumbang assist pada leg pertama. Penyerang asal Nigeria itu kini berpeluang mendapatkan kesempatan tampil sejak menit awal.
Sion Butuh Keajaiban di Amsterdam
Bagi Sion, misi membalikkan agregat 2-4 jelas bukan perkara mudah. Mereka harus mencetak setidaknya dua gol tanpa membiarkan Ajax memperlebar jarak. Masalahnya, performa pertahanan Sion justru sedang menjadi titik lemah.
Sion sudah lima pertandingan berturut-turut gagal mencatatkan nirbobol di berbagai ajang, termasuk Liga Swiss dan Conference League. Dalam tiga pertandingan di antaranya, mereka bahkan kebobolan sedikitnya dua gol.
Situasi itu menjadi kontras dengan performa mereka secara keseluruhan. Sebelum dikalahkan Ajax, Sion sebenarnya tidak terkalahkan dalam enam pertandingan dan meraih lima kemenangan.
Karena itu, pertandingan di Amsterdam akan menjadi ujian mental sekaligus taktik. Sion harus berani menyerang demi mengejar defisit, tetapi membuka terlalu banyak ruang justru bisa menjadi bumerang menghadapi lini depan Ajax.
Ajax Belum Kalah di Kandang
Johan Cruyff Arena menjadi alasan lain mengapa Ajax lebih diunggulkan. Ajax belum menelan kekalahan di kandang sepanjang musim ini. Memang, mereka juga belum mampu mencatatkan clean sheet, tetapi tren tersebut tidak mengurangi kepercayaan diri tuan rumah.
Sebaliknya, Sion datang dengan catatan pertahanan yang rapuh. Jika pertandingan berlangsung terbuka, Ajax memiliki kualitas individu dan organisasi serangan yang lebih menjanjikan.
Dengan agregat 4-2, Ajax juga tidak harus mengambil risiko besar sejak awal. Mereka bisa mengontrol tempo, memancing Sion keluar dari blok pertahanan, kemudian menyerang ruang yang ditinggalkan. Strategi tersebut berpotensi membuat pertandingan berjalan sesuai skenario Ajax.
Catatan Performa Ajax
Di Conference League, Ajax mencatat rangkaian menang, menang, menang, imbang, menang dalam lima pertandingan terakhir.
Sementara di seluruh kompetisi, performa mereka menunjukkan hasil menang, menang, imbang, imbang, menang dalam lima pertandingan terakhir, termasuk kemenangan 4-2 atas Sion.
Catatan tersebut mempertegas satu hal: Ajax sedang berada dalam periode yang cukup stabil meski masih memiliki pekerjaan rumah di lini pertahanan.
Catatan Performa Sion
Sion datang dengan catatan Conference League berupa imbang, menang, imbang, menang, kalah. Di seluruh kompetisi, mereka sebelumnya mencatat sejumlah hasil positif, termasuk kemenangan 3-0 atas Luzern, imbang 2-2 melawan FC Noah, kemenangan 3-2 atas Vaduz, serta kemenangan 2-1 atas FC Noah.
Namun, kekalahan 2-4 dari Ajax menjadi noda penting sekaligus memperlihatkan celah yang harus segera diperbaiki.
Berita Tim Ajax
Daley Blind masuk dalam skuad untuk leg kedua, tetapi kondisi fisiknya masih menjadi tanda tanya setelah mengalami masalah kebugaran.
Sementara itu, Amourricho van Axel Dongen, Rayane Bounida, dan Maher Carrizo diperkirakan tidak tersedia karena cedera, persoalan kelayakan bermain, atau kombinasi keduanya.
Arokodare menjadi kandidat kuat untuk tampil sejak awal setelah memberikan kontribusi langsung pada dua gol Ajax di pertandingan pertama.
Di kubu Sion, perhatian tertuju kepada Winsley Boteli. Penyerang tersebut merupakan pencetak gol terbanyak tim dan sebelumnya mencetak gol dalam empat pertandingan beruntun menghadapi BATE serta Noah sebelum akhirnya gagal mencetak gol ketika melawan Ajax.
Franck Surdez juga patut diwaspadai. Pemain sayap tersebut mencetak gol pembuka Sion pada leg pertama dan menjadi salah satu ancaman utama dari sisi kiri.
Sementara itu, Kreshnik Hajrizi masih diragukan. Bek tersebut terakhir kali bermain pada Mei karena persoalan otot sehingga peluangnya tampil di Amsterdam cukup kecil.
Perkiraan Susunan Pemain
Ajax: Ter Stegen; Gaaei, Bouwman, Baas, Henrique; Klaassen, Regeer, Brandt; Berghuis, Arokodare, Gloukh.
Sion: Racioppi; Lavanchy, Sow, Kronig, Hefti; Kabacalman, Baltazar; Chouaref, Boteli, Surdez; Nivokazi.
Prediksi: Ajax 3-1 Sion.
Sion diperkirakan akan bermain lebih agresif sejak awal. Mereka tidak memiliki banyak pilihan selain mengejar gol untuk memangkas defisit agregat.
Namun, pendekatan tersebut justru bisa memberikan ruang yang sangat dibutuhkan Ajax.
Dengan keunggulan dua gol, Ajax dapat bermain lebih sabar sembari memanfaatkan kecepatan dan kreativitas pemain di lini depan. Arokodare dan Brandt juga berpotensi menjadi pembeda apabila mendapatkan ruang di sepertiga akhir lapangan.
Kelemahan Sion dalam menjaga pertahanan membuat peluang mereka mempertahankan gawang tetap aman selama 90 menit terlihat kecil.
Dengan hasil tersebut, Ajax diperkirakan melaju ke fase liga Conference League dengan kemenangan agregat 7-3.
Leg kedua ini mungkin tidak lagi menentukan siapa yang lebih unggul secara matematis, Ajax sudah memegang kendali. Pertanyaan utamanya adalah apakah Sion mampu membuat Johan Cruyff Arena gelisah atau justru Ajax kembali menunjukkan bahwa comeback di Swiss bukan kebetulan. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi