Tottenham vs Charlton: Spurs Wajib Bangkit, De Zerbi di Bawah Tekanan

Niklaas Andries • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 04:27 WIB
PUTIH: Spurs akan hadapi Charlton di EFL Cup (Tottenham Hotspur)
PUTIH: Spurs akan hadapi Charlton di EFL Cup (Tottenham Hotspur)

RADARBANYUWANGI.ID - Tottenham Hotspur tidak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan telak pada pekan pembuka Premier League. Tengah pekan ini, Spurs harus segera mengalihkan perhatian ke Piala Liga Inggris atau EFL Cup ketika menjamu Charlton Athletic pada putaran kedua, Rabu malam.

Pertandingan di London Utara tersebut menjadi kesempatan penting bagi Roberto De Zerbi untuk memperbaiki atmosfer tim sekaligus mengembalikan kepercayaan diri para pemainnya. Kemenangan akan membawa Tottenham ke putaran ketiga, yang pengundiannya dilakukan setelah pertandingan.

Babak ketiga EFL Cup sendiri dijadwalkan berlangsung pada pekan yang dimulai 7 September dan 14 September.

Tottenham Mencari Respons Setelah Dipermalukan Brentford

Optimisme yang mengiringi Tottenham menuju musim 2026-2027 mendadak berubah menjadi kekhawatiran. Setelah lolos dari ancaman degradasi Premier League musim lalu, Spurs melakukan perombakan besar-besaran dengan belanja pemain bernilai lebih dari £300 juta. Namun, investasi tersebut belum langsung menghasilkan perubahan di lapangan.

Tottenham justru mengawali kompetisi dengan kekalahan 0-3 dari Brentford. Penampilan mereka menunjukkan sejumlah masalah lama yang masih belum terselesaikan, terutama dalam organisasi permainan dan pertahanan.

De Zerbi bahkan mengakui bahwa Tottenham "belum menjadi sebuah tim". Pelatih asal Italia itu juga menilai para pemainnya tidak menunjukkan perjuangan dengan cara yang tepat ketika menghadapi Brentford.

Situasi tersebut membuat laga melawan Charlton menjadi lebih penting daripada sekadar pertandingan piala. Ini merupakan kesempatan bagi De Zerbi untuk melihat apakah skuad barunya mampu memberikan respons cepat ketika berada dalam tekanan.

Apalagi, Tottenham segera menghadapi Newcastle United di Premier League pada Sabtu. Artinya, laga melawan Charlton juga dapat menjadi ruang bagi De Zerbi untuk menguji komposisi pemain sekaligus menjaga beberapa pemain utama agar tidak mengalami kelelahan atau cedera. Masalah Spurs paling mengkhawatirkan justru berada di lini belakang.

Tottenham hanya mencatat dua clean sheet dalam 18 pertandingan kompetitif terakhir. Bahkan pada tujuh laga pramusim, mereka kebobolan dalam empat pertandingan.

Dua rekrutan lini serang, Savinho dan Omar Marmoush, juga dikabarkan segera bergabung. Jika kedua transfer tersebut terealisasi, pengeluaran Tottenham musim panas ini akan melewati £300 juta.

Namun, sebanyak apa pun uang yang dibelanjakan untuk memperkuat lini depan, masalah pertahanan tetap menjadi pekerjaan rumah terbesar De Zerbi.

Rekor Positif Spurs Jadi Modal

Tottenham setidaknya memiliki catatan pertemuan yang sangat menguntungkan. Dalam lima pertemuan terakhir melawan Charlton di seluruh kompetisi, Spurs selalu menang. Total skor dalam rangkaian tersebut mencapai 16-4.

Kemenangan di kandang juga menjadi target penting karena Tottenham membutuhkan momentum sebelum kembali tampil di Premier League. Namun, sejarah EFL Cup justru tidak terlalu bersahabat bagi klub London Utara tersebut.

Trofi domestik terakhir Tottenham diraih pada 2008 melalui EFL Cup. Sejak saat itu, mereka sudah 10 kali gagal melewati putaran keempat dalam 18 tahun terakhir.

Musim lalu, perjalanan mereka terhenti di putaran keempat setelah kalah dari Newcastle. Sementara pada musim 2023-2024, Spurs tersingkir lebih awal setelah kalah melalui adu penalti dari Fulham di putaran kedua.

Karena itu, pertandingan melawan Charlton membawa dua kepentingan sekaligus: membangun kembali kepercayaan diri dan membuka jalan menuju peluang meraih trofi.

Charlton Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Tottenham mungkin berstatus klub Premier League, tetapi Charlton datang bukan sebagai pelengkap. Setelah finis di posisi ke-19 Championship musim lalu, Charlton justru memulai musim baru dengan sangat meyakinkan.

Mereka memenangi dua pertandingan liga pertama, masing-masing dengan skor 2-1 atas Derby County dan West Ham United yang baru saja terdegradasi dari Premier League.

Kemenangan atas West Ham bahkan menjadi salah satu hasil mengejutkan pada pekan kedua. Lebih dari 59.000 penonton memadati London Stadium dan banyak yang memperkirakan West Ham akan mengamankan kemenangan.

Namun, Charlton justru memanfaatkan status mereka sebagai tim yang tidak diunggulkan. Lloyd Jones membawa Charlton unggul, sebelum Tyreece Campbell kembali mencetak gol setelah jeda. Pelatih

Nathan Jones menyebut hasil tersebut sebagai kemenangan yang luar biasa. Momentum itu membuat Charlton menjadi lawan yang tidak bisa diremehkan Tottenham. Mereka juga memperkuat skuad dengan delapan pemain baru sepanjang musim panas.

Secara statistik, Charlton kini tidak terkalahkan dalam empat pertandingan tandang menghadapi klub yang baru terdegradasi dari Premier League, dengan tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Mereka bahkan menjadi satu dari hanya tiga tim Championship yang mengoleksi rekor sempurna setelah dua pekan pertandingan.

Meski demikian, perjalanan ke Tottenham menghadirkan tantangan historis. Charlton belum pernah menang di markas Spurs sejak November 2004, ketika Alan Curbishley membawa timnya meraih kemenangan 3-2 dalam pertandingan Premier League.

Setelah menghadapi Tottenham, Charlton juga harus kembali bertanding di Championship melawan Preston North End di The Valley hanya tiga hari kemudian.

Catatan Charlton di EFL Cup Belum Meyakinkan

Charlton mengawali perjalanan EFL Cup musim ini dengan kemenangan 3-1 atas Cheltenham Town. Akan tetapi, sejarah mereka dalam kompetisi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan panjang bukan sesuatu yang mudah.

Dalam 10 tahun terakhir, Charlton hanya sekali mampu melewati putaran kedua EFL Cup. Momen terbaik mereka terjadi pada musim 2022-2023 ketika berhasil mencapai perempat final.

Musim lalu, perjalanan mereka justru berakhir di putaran kedua setelah kalah 1-3 dari Cambridge United, tim dari kasta yang lebih rendah. Dengan demikian, laga melawan Tottenham menjadi ujian terbesar Charlton sejauh musim ini berjalan.

Kabar Tim Tottenham

Tottenham dipastikan kehilangan Xavi Simons, Dejan Kulusevski dan Wilson Odobert yang mengalami cedera lutut. Mohammed Kudus juga masih menepi karena masalah paha.

Micky van de Ven dan Pedro Porro diragukan tampil karena kondisi kebugaran. Pape Sarr juga kemungkinan belum dimainkan setelah mengalami cedera paha dan absen saat menghadapi Brentford.

James Maddison menjadi tanda tanya setelah mendarat dengan posisi yang kurang ideal pada bahunya menjelang akhir pertandingan akhir pekan lalu.

Situasi tersebut membuka peluang bagi Mateus Fernandes, Rodrigo Bentancur dan Lucas Bergvall untuk menjadi trio di lini tengah. Sandro Tonali dan Conor Gallagher, yang pernah dipinjamkan ke Charlton, kemungkinan kembali ke bangku cadangan.

Archie Gray juga berpeluang mempertahankan tempatnya sebagai bek kanan. Pemain berusia 20 tahun tersebut baru saja menjadi kapten termuda Tottenham ketika menghadapi Brentford.

Di lini depan, Dominic Solanke diprediksi kembali menjadi starter dengan Richarlison berpotensi turun ke bangku cadangan.

Kabar Tim Charlton

Charlton juga memiliki sejumlah persoalan kebugaran. Kayne Ramsay dan Charlie Kelman masih absen akibat cedera. Josh Edwards sudah kembali berlatih, tetapi pertandingan melawan Tottenham kemungkinan datang terlalu cepat untuknya.

Rekrutan baru Timothy Ouma juga belum tentu tampil. Gelandang tersebut masih membangun kebugarannya bersama tim U-21 setelah bergabung dengan status pinjaman dari Slavia Prague. Nathaniel Chalobah, mantan pemain Chelsea, berpeluang kembali mengisi lini tengah bersama Conor Coventry.

Nathan Jones juga harus menentukan apakah tetap mempertahankan empat pemain depan yang tampil sejak awal ketika mengalahkan West Ham, yakni Tyreece Campbell, Sonny Carey, Karlan Grant dan Miles Leaburn.

Prediksi Susunan Pemain

Tottenham Hotspur: Dubravka; Gray, Van Hecke, Danso, Udogie; Fernandes, Bentancur, Bergvall; Moore, Solanke, Tel.

Charlton Athletic: Kaminski; Rankin-Costello, Jones, Burke, Bell; Chalobah, Coventry; Campbell, Carey, Grant; Leaburn.

Prediksi Skor: Tottenham Hotspur 2-1 Charlton Athletic.

Tottenham diperkirakan akan menang 2-1 atas Charlton Athletic. Charlton memiliki momentum yang lebih baik. Dua kemenangan beruntun di Championship membuat mereka datang dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Tottenham baru saja menelan kekalahan 0-3.

Namun, perbedaan kualitas pemain tetap menjadi faktor penting. Bermain di kandang sendiri dan membawa misi memperbaiki citra setelah kekalahan dari Brentford, Spurs diperkirakan tampil lebih agresif sejak awal.

De Zerbi juga memiliki alasan untuk tidak mengambil risiko berlebihan. Dengan Newcastle sudah menunggu pada akhir pekan, rotasi pemain kemungkinan dilakukan. Kendati demikian, kedalaman skuad Tottenham semestinya cukup untuk mengatasi perlawanan Charlton.

Pertandingan ini kemungkinan tidak akan mudah bagi Spurs. Jika lini belakang kembali rapuh, Charlton memiliki kualitas dan kepercayaan diri untuk menghukum kesalahan mereka.

Tetapi jika Tottenham mampu menunjukkan organisasi permainan yang lebih baik dan bermain dengan intensitas yang diminta De Zerbi, tuan rumah seharusnya mampu mengamankan tiket ke putaran ketiga EFL Cup.

Statistik Form

Tottenham Hotspur – semua kompetisi: Kalah

Charlton Athletic – EFL Cup: Menang

Charlton Athletic – semua kompetisi: Menang-Menang-Menang. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
efl cup 2026-2027 Tottenham vs Charlton Prediksi Tottenham vs Charlton Tottenham Hotspur charlton athletic