RADARBANYUWANGI.ID – Pertarungan Celje melawan Slovan Bratislava memasuki babak penentuan. Hasil imbang pada leg pertama membuat kedua tim masih memiliki peluang sama besar untuk merebut tiket menuju fase liga Liga Champions 2026-2027.
Keduanya kembali berhadapan pada Rabu malam dalam leg kedua playoff di Stadion Z'dezele, Slovenia. Bagi Celje, pertandingan ini bukan sekadar laga kandang. Ini adalah kesempatan untuk mencatat sejarah baru setelah perjalanan panjang mereka melewati dua babak kualifikasi.
Di sisi lain, Slovan Bratislava datang dengan pengalaman dan kedalaman skuad yang lebih mumpuni. Tim asal Slovakia itu gagal memanfaatkan keuntungan bermain di kandang pada leg pertama sehingga kini mereka dituntut tampil lebih efektif di markas Celje.
Slovan juga memiliki modal penting berupa rekor positif sejak ditangani Yaya Toure. Mantan bintang Barcelona dan Manchester City itu membawa timnya meraih tujuh kemenangan dan dua hasil imbang dalam sembilan pertandingan.
Celje di Ambang Sejarah
Celje tampil di luar ekspektasi sepanjang kualifikasi Liga Champions musim ini. Setelah melewati dua ronde sebelumnya, mereka kini hanya berjarak satu pertandingan dari fase liga kompetisi elite Eropa tersebut.
Pada leg pertama di Bratislava, Celje sempat tertinggal setelah debutan Slovan, Roman Cerepkai, mencetak gol untuk tuan rumah. Namun, Milot Avdyli kemudian menyamakan kedudukan melalui tembakan melengkung yang indah.
Skor 1-1 membuat peluang Celje tetap terbuka lebar. Bermain di kandang sendiri, mereka hanya membutuhkan kemenangan untuk memastikan tiket ke fase liga.
Jika berhasil, Celje akan menciptakan sejarah sebagai klub Slovenia kedua setelah Maribor yang mampu menembus fase utama Liga Champions.
Perjalanan mereka memang tidak mudah. Sebelumnya, Celje selalu tersingkir pada babak kedua kualifikasi dalam dua kesempatan. Bahkan, pada 2024 mereka dihantam Slovan dengan agregat 1-6. Namun, musim ini ceritanya berbeda.
Sebagai juara PrvaLiga musim lalu, Celje memulai perjalanan Eropa dengan menyingkirkan Egnatia melalui adu penalti. Mereka kemudian melewati Ararat-Armenia dengan kemenangan dramatis 3-2 pada ronde ketiga.
Klub Slovenia itu bahkan rela menunda pertandingan domestiknya pada akhir pekan demi menjaga kondisi pemain untuk pertandingan penentuan melawan Slovan.
Langkah tersebut menunjukkan betapa pentingnya laga ini bagi Celje. Mereka sadar bahwa peluang seperti ini tidak datang setiap musim.
Slovan Punya Modal Pengalaman
Slovan Bratislava mungkin gagal meraih kemenangan pada leg pertama, tetapi mereka memiliki alasan untuk tetap percaya diri.
Tim berjuluk Sky Blues tersebut menjalani start sempurna di kompetisi domestik. Kemenangan 2-1 atas FC Kosice pada Sabtu lalu membuat mereka membukukan empat kemenangan dari empat pertandingan dan kembali memuncaki klasemen Super Liga Slovakia.
Menariknya, Slovan tetap mampu meraih kemenangan meski menghadapi jadwal padat di Eropa. Yaya Toure juga melakukan rotasi cukup besar untuk menjaga kebugaran skuadnya.
Di Liga Champions, perjalanan Slovan dimulai dengan menyingkirkan Iberia Tbilisi melalui kemenangan agregat 3-1. Mereka kemudian mengejutkan juara Swedia, Mjallby, sebelum kehilangan keunggulan ketika menjamu Celje pada leg pertama playoff.
Pengalaman juga menjadi faktor penting. Slovan sudah tampil di fase liga Liga Champions pada 2024, meski ketika itu mereka hanya finis di peringkat ke-35 dari 36 peserta. Artinya, tekanan pertandingan besar bukan sesuatu yang asing bagi mereka.
Duel Penyerang Menjadi Kunci
Celje akan kembali mengandalkan Mario Kvesic. Penyerang tersebut sudah mencetak empat gol dalam lima pertandingan kualifikasi dan menjadi salah satu pemain paling berbahaya dalam perjalanan mereka.
Kvesic juga berperan penting pada leg pertama karena memberikan assist untuk gol penyama kedudukan Avdyli.
Ia diperkirakan berduet dengan Armandas Kucys di lini depan. Sementara itu, Benjamin Verbic kemungkinan belum menjadi starter. Pemain sayap veteran tersebut baru kembali ke klub masa kecilnya setelah 11 tahun meninggalkan Celje.
Yaya Dukuly juga bisa menjadi senjata dari bangku cadangan. Pemain Australia U-23 itu baru saja mencetak gol di kompetisi domestik dan sebelumnya menjadi penentu kemenangan atas Ararat-Armenia.
Di kubu Slovan, Cerepkai berpeluang kembali menjadi tumpuan utama di lini depan setelah mencetak gol pada leg pertama.
Andraz Sporar baru pulih dari cedera sehingga kemungkinan belum berada dalam kondisi terbaik. Sementara Mykola Kukharevych masih diragukan tampil karena masalah hamstring.
Toure tetap memiliki banyak opsi. Tigran Barseghyan, yang ikut terlibat dalam terciptanya gol Cerepkai pada leg pertama, juga patut mendapat perhatian. Ia pernah mencetak gol terakhir ketika kedua tim bertemu pada 2024.
Suleiman Camara pun sedang berada dalam momentum positif setelah mencetak gol dalam dua dari tiga pertandingan kualifikasi terakhir Slovan.
Perkiraan Susunan Pemain
Celje: Leban; Sirvys, Hrka, Tutyskinias, Avdyli; Daniel, Zabukovnik; Ivansek, Seslar, Kvesic; Kucys.
Slovan Bratislava: Takac; Blackman, Bajric, Markovic, Cruz; Ibrahim, Pokorny, Martinez; Barseghyan, Cerepkai, Camara.
Prediksi Celje vs Slovan Bratislava
Celje memiliki alasan kuat untuk optimistis. Mereka mampu menunjukkan bahwa kualitas permainan mereka tidak kalah ketika menghadapi Slovan pada leg pertama.
Bermain di kandang sendiri juga dapat meningkatkan keberanian mereka untuk bermain agresif. Masalahnya, Slovan memiliki pengalaman lebih banyak menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi serta kedalaman skuad yang memungkinkan Toure mengubah jalannya pertandingan dari bangku cadangan. Karena itu, laga berpotensi berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Prediksi skor pertandingan adalah Celje 2-2 Slovan Bratislava. Dengan agregat menjadi 3-3, Slovan diperkirakan mampu bertahan dalam drama perpanjangan waktu sebelum akhirnya mengamankan tiket melalui adu penalti.
Bagi Celje, kegagalan menembus Liga Champions tentu akan terasa menyakitkan. Namun, perjalanan mereka belum berakhir. Jika tersingkir dari playoff ini, tiket menuju Liga Europa akan menjadi kompensasi sekaligus kesempatan berharga.
Celje memang pernah tampil di Conference League, tetapi mereka belum pernah bermain di Liga Champions maupun Liga Europa. Karena itu, pertandingan melawan Slovan Bratislava menjadi salah satu malam terpenting dalam sejarah klub Slovenia tersebut. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi