AS Roma Selangkah Lagi Dapat Jayden Oosterwolde, Fenerbahçe Siap Lepas Sang Bek

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:00 WIB
Jayden Oosterwolde saat membela Fenerbahce. (Instagram @Jayden Oosterwolde)
Jayden Oosterwolde saat membela Fenerbahce. (Instagram @Jayden Oosterwolde)

RADAR BANYUWANGI – AS Roma semakin dekat mendapatkan bek serbabisa Jayden Oosterwolde dari Fenerbahçe. Kesepakatan kedua klub disebut mengarah pada peminjaman dengan opsi pembelian sekitar EUR 18 juta atau lebih dari Rp300 miliar, yang dapat berubah menjadi kewajiban membeli jika sejumlah syarat terpenuhi.

Transfer ini menjadi menarik karena Roma tidak langsung mengambil risiko membayar penuh Oosterwolde. Pemain asal Belanda tersebut masih dalam proses pemulihan cedera, sehingga struktur transfer dibuat dengan klausul yang berkaitan dengan penampilannya.

Oosterwolde juga telah menyepakati persyaratan pribadi dengan Roma. Ia dijadwalkan datang ke Italia untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum proses kepindahan dirampungkan.

Roma Pilih Formula Transfer yang Lebih Aman

Negosiasi Roma dan Fenerbahçe dalam beberapa hari terakhir bergerak cepat.

Sejumlah laporan menyebut kesepakatan akhirnya tercapai dalam bentuk pinjaman dengan opsi pembelian sekitar EUR 18 juta. Opsi tersebut dapat berubah menjadi kewajiban apabila Oosterwolde memenuhi kondisi tertentu, yang kemungkinan besar berkaitan dengan jumlah penampilan. 

Formula tersebut memberi Roma perlindungan finansial. Klub Serie A itu tidak perlu langsung mengeluarkan nilai transfer penuh sebelum mengetahui sejauh mana kondisi fisik Oosterwolde dan kontribusinya di lapangan.

Laporan lain menyebut struktur keseluruhan transaksi berada di kisaran EUR 17-18 juta, termasuk bonus. Sementara pemberitaan sebelumnya sempat menyebut angka EUR 20 juta. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa rincian final transaksi masih perlu menunggu dokumen resmi klub.

Cedera Jadi Pertimbangan Utama Roma

Ada alasan mengapa Roma memasukkan perlindungan berbasis penampilan dalam transfer Oosterwolde.

Bek berusia 25 tahun itu sedang mengalami cedera otot. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada Oktober 2024.

Karena itu, Roma tampaknya ingin memastikan investasi mereka tetap terlindungi apabila masalah kebugaran kembali menghambat ketersediaan sang pemain.

Corriere dello Sport melaporkan Oosterwolde tidak langsung tersedia untuk Roma dan membutuhkan waktu sekitar 15-20 hari sebelum dapat kembali bermain. 

Pemeriksaan medis pun menjadi tahapan penting sebelum transfer benar-benar tuntas.

Oosterwolde Cocok dengan Kebutuhan Gasperini

Kedatangan Oosterwolde bukan sekadar menambah jumlah pemain di lini belakang.

Pemain kelahiran Belanda tersebut dikenal memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi. Ia dapat beroperasi sebagai bek tengah maupun bek kiri, sehingga memberikan fleksibilitas bagi pelatih Roma, Gian Piero Gasperini.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan Roma tertarik kepadanya.

Laporan Goal menyebut Gasperini menilai Oosterwolde cocok dengan sistem yang ingin diterapkannya di Roma. Sang pemain juga disebut mampu beroperasi lebih ke depan dalam situasi tertentu. 

Bagi Gasperini, fleksibilitas seperti itu penting karena sistem permainan yang mengandalkan tiga bek membutuhkan pemain yang mampu bergeser antara peran bek tengah dan bek sayap.

Dari Twente, Parma, hingga Fenerbahçe

Oosterwolde memiliki perjalanan karier yang cukup menarik sebelum masuk radar Roma.

Ia berkembang melalui akademi FC Twente dan kemudian memperkuat tim senior klub Belanda tersebut. Setelah itu, ia melanjutkan karier ke Parma sebelum akhirnya bergabung dengan Fenerbahçe.

Di Turki, Oosterwolde berkembang menjadi salah satu pemain penting dalam skuad Fenerbahçe. Kontraknya bersama klub tersebut masih berlaku hingga 2028. 

Kini, Roma berusaha membawanya kembali ke salah satu liga elite Eropa.

Jika transfer permanen akhirnya aktif, sejumlah laporan menyebut Roma menyiapkan kontrak jangka panjang hingga lima musim untuk Oosterwolde. 

Medical Jadi Kunci Berikutnya

Tahap berikutnya adalah pemeriksaan medis.

Laporan terbaru menyebut Oosterwolde dijadwalkan tiba di Roma pada Selasa (25/8) untuk menjalani tes medis dan kemudian menuntaskan proses penandatanganan kontrak. 

Artinya, transfer tersebut sudah berada di tahap akhir, tetapi belum tepat disebut selesai secara administratif sebelum seluruh prosedur rampung.

Bagi Roma, pemeriksaan medis menjadi penting karena riwayat cedera Oosterwolde menjadi salah satu alasan struktur transfer dibuat bersyarat.

Jika pemeriksaan berjalan lancar, Oosterwolde akan menjadi tambahan baru bagi skuad Roma yang tengah memasuki musim kompetisi dengan target lebih tinggi.

Roma Tak Mau Ambil Risiko Besar

Strategi Roma dalam transfer ini cukup jelas: mendapatkan pemain yang sesuai kebutuhan Gasperini tanpa mengambil seluruh risiko cedera sejak awal.

Pinjaman memberikan kesempatan kepada Oosterwolde untuk membuktikan kebugaran dan performanya. Di sisi lain, klausul kewajiban membeli berdasarkan penampilan membuat Roma baru menanggung komitmen finansial lebih besar apabila sang pemain benar-benar tersedia dan memberikan kontribusi sesuai harapan.

Bagi Oosterwolde, kepindahan ke Roma juga membuka kesempatan baru di Serie A sekaligus panggung Liga Champions.

Dengan demikian, transfer ini bukan sekadar soal angka EUR 18 juta. Faktor kesehatan, jumlah penampilan, kecocokan taktik, serta hasil pemeriksaan medis akan menentukan apakah kepindahan Oosterwolde ke Roma benar-benar berubah menjadi transfer permanen.

Kesimpulannya, Roma dan Fenerbahçe telah mencapai kesepakatan prinsip untuk transfer Jayden Oosterwolde dengan skema pinjaman dan opsi pembelian sekitar EUR 18 juta yang dapat berubah menjadi kewajiban berdasarkan kondisi tertentu. Tahap medis menjadi kunci sebelum kepindahan bek Belanda itu resmi dituntaskan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Football Italia, SiamOla Roma, Corriere dello Sport
transfer roma Jayden Oosterwolde transfer Oosterwolde as roma fenerbahce